Results for "Trick"
Lupakan Mie Instan Dengan Hidangan Spesial
Mie instan merupakan menu yang sering menjadi pilihan ketika melakukan pendakian di gunung. Alasannya karena mie instan mudah disajikan dan tidak membutuhkan banyak ruang ketika disimpan dalam keril. Seperti yang telah kita ketahui bahwa mie instan tidak baik untuk kesehatan, apalagi untuk bekal pendakian. Mie instan hanya memberikan sedikit energy. Sedangkan zat kimia yang terkandung didalamnya dapat menurunkan metabolisme tubuh kita. Jangan sampai nyerah di tengah jalan sebelum bisa sampai puncak!



1. Nasi
Kandungan karbohidrat dan kalori yang terdapat pada nasi merupakan sumber energi utama untuk menjaga stamina tubuh. Nggak heran banyak pendaki yang lebih memilih memasak nasi daripada mie instant. Tapi nggak perlu juga sampai harus bawa sekarung beras. Bawalah beras secukupnya dan disesuaikan dengan kebutuhan kita. Mau berapa kali masak dan berapa jumlah anggota.

Memasak nasi itu hal yang gampang-gampang susah. Perbandingan antara beras dan air harus pas. Salah perhitungan, nasi bisa menjadi bubur. Kalau sudah jadi bubur tinggal nambahin suwir ayam, kuah kari, dan kerupuk. Jadi bubur ayam deh. Ide bagus tuh jualan bubur ayam digunung.

OK, back to topic!

Perbandingan memasak nasi yang baik adalah 2:1 (2 gelas air aqua kecil dan 1 gelas beras aqua kecil). Membutuhkan waktu 7 – 12 menit untuk memasaknya.

2. Sayur Sup
Sayur sup merupakan menu makanan paling simpel no.2 setelah mie instan. Kandungan vitamin dalam sayurannya sangat baik bagi tubuh. Bahannya pun mudah didapatkan dimana-mana. Kita hanya perlu menyiapkan beberapa sayuran dan bumbu masak. Kupas dan potong-potong sayuran sesuka hati, masukkan kedalam panci yang berisi air mendidih, dan tambahkan bumbunya. Lebih nikmat dimakan bareng si tempe goreng anget.

3. Tumis Brokoli
Kandungan omega 3 didalam brokoli sangat baik untuk meningkatkan kecerdasan kita lho. Kalau nggak suka dengan sayuran ijo kribo yang satu ini, bisa kok diganti dengan sayuran yang lain. Misalnya, kangkung, pakcoi, wortel, kembang kol, pokoknya sayuran apa aja yang bisa ditumis. Asal jangan mantan yang dijadikan tumisan. Ups, mantan kan bukan sejenis sayur mayur. Tapi sejenis kenangan yang harus dilupakan.

Masak tumis brokoli itu sangat mudah. Siapkan wajan dengan sedikit minyak. Tumis bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai sampai wanginya menyebar ditenda sebelah, lalu memasukkan brokoli atau sayuran yang lainnya. Lebih mantap lagi kalau ditambahkan bakso. Supaya enak, masukkan garam dan merica secukupnya.



4. Steak!
Anak kos yang baca menu ini jangan bingung dulu. Gimana bisa makan steak di gunung, wong setiap hari makannya mie instan? Justru itu, bolehlah sekali-kali makan steak. Karena makan steak di warung sudah mainstream, coba deh makan steak digunung.

Caranya gampang, beli steak di warung terdekat. Jangan lupa, steaknya dibungkus menggunakan aluminium foil. Setelah sampai di gunung, tinggal dihangatkan. Karena bisa cepat basi, menu yang ini hanya cocok dimasak di hari pertama pendakian.

5. Nasi Goreng
Nasi adalah sumber karbohidrat yang baik bagi tubuh kita. Biasakan untuk makan nasi ketika mendaki, agar tidak mudah lelah dan lapar lagi. Banyak variasi menu dari nasi, salah satunya adalah nasi goreng. Bahan yang dibutuhkan nggak ribet, hanya nasi, bumbu nasi goreng, sosis ataupun telur. Nasi bisa dimasak dahulu digunung atau beli nasi putih sebelum mendaki. Belilah nasi secukupnya jangan beserta magicom-nya.


6. Sandwich
Roti menjadi pilihan bekal yang tidak pernah dilewatkan oleh para pendaki. Selain praktis, roti lebih memberikan banyak energy, karbohidrat, kalsium, protein, fosfor dan zat besi dibandingkan nasi putih. Bosan dengan roti yang begitu-begitu saja? Coba bikin sandwich! Kita cuma butuh 2 lembar roti tawar, keju, mayonnaise, saus. Tambahkan telor dadar sebagai sumber protein.



7. Ayam Goreng
Menu yang ini memang sedikit ribet dibandingkan yang lain. Tapi bukan berarti kita tidak bisa memasaknya di gunung kan? Caranya, siapkan ayam yang sudah diungkep dan dibumbui. Goreng setengah matang. Lalu bungkus menggunakan aluminium foil atau plastik dan masukkan kedalam box makanan. Ketika sudah sampai di gunung, tinggal di goreng. Jangan lupa membawa sambal kemasan sebagai teman makan.

Catatannya Borii Monday, 3 October 2016
kesalahan Sepele yang Sering Dilakukan Pendaki Pemula
Minimnya pengetahuan tentang pendakian kerap menimbulkan salah kaprah. Sadar atau tidak, mungkin Anda juga sudah pernah mengalami hal ini:


1. Teknik Packing yang Salah

Pendaki pemula biasanya salah memahami teknik packing yang benar. Umumnya, mereka meletakkan barang terberat di ransel paling bawah. Lalu diikuti benda-benda yang lebih ringan lain. Kesalahan inilah yang kerap membuat pendaki pemula mudah lelah. Prinsip dasar pengemasan ransel yang benar adalah letakkan barang-barang yang ringan di dasar ransel. Seperti sleeping bag, sendal dan pakaian sebaiknya disusun di bagian bawah. Logistik bahan makanan disusun setelahnya. Perlengkapan penting dan barang-barang berat seperti tenda, jas hujan, kotak p3k, alat masak diletakan bagian kepala ransel.



2. Memilih Mie Instan Sebagai Makanan Utama Saat Pendakian Karena Praktis

Mie instan memang makanan yang sangat praktis dan selalu menjadi idola pendaki saat lapar. Tidak membutuhkan waktu lama, mie instan bisa memenuhi kebutuhan perut yang lapar. Namun, kandungan bahan pengawet dan bahan kimia dalam mie instan dapat menurunkan metabolisme tubuh. Padahal mendaki membutuhkan banyak energi. Gantilah mie instant dengan makanan lain, misalnya nasi atau roti.




3. Menentukan Posisi Tenda

Kesalahkaprahan juga seringkali terjadi saat menentukan posisi tenda. Pendaki pemula umumnya kurang memperhatikan letak tenda. Asal tanah lapang, bisa dijadikan tempat untuk mendirikan tenda. Padahal  untuk menentukan posisi tenda yang baik, Anda juga harus memperhatikan arah mata angin. Amati kemana arah angin berhembus. Jika sudah menemukannya, tempatkan posisi pintu tenda membelakangi arah angin. Hal yang paling penting, jangan mendirikan tenda di jalur pendakian. Akan mengganggu kenyamanan pendaki lainnya.



4. Mendaki dalam Jumlah Banyak Lebih Aman

Kebanyakan orang berpikir, mendaki dalam jumlah banyak bisa mengurangi resiko kecelakaan selama di gunung. Dengan asumsi banyak orang yang siap membantu, mereka merasa lebih tenang dan aman saat mendaki.

Rombongan besar justru akan merepotkan. Makin sulit membagi logistik dan mengatur manajemen perjalanan. Masalah yang sering muncul adalah banyaknya konflik. Keinginan anggota yang beraneka ragam dan sikap intoleransi.

Idealnya, dalam satu rombongan pendakian, beranggotakan 4 sampai 6 orang pendaki saja. Pilih satu orang untuk memimpin pendakian yang paling bisa diandalkan dan memiliki jiwa leadership tinggi.

5. Kesalahan paling fatal ketika Hipotermia dianggap kesurupan

Kesalahpahamanan yang sering dialami pendaki pemula adalah ketika penderita hipotermia dianggap sedang kesurupan. Perbedaan gejala antara hipotermia dan kesurupan memang terlihat samar. Berbicara melantur, menggigil hebat, kulit terlihat keabu-abuan, detak jantung melemah, tekanan darah menurun, dan terjadi kontraksi otot untuk sebagai usaha untuk bernapas.

Kemunculan gejala-gejala hipotermia tersebut kerap dianggap kesurupan. Penderita hipotermia akan meninggal jika tidak segera memperoleh penanganan yang benar. Pembekalan diri dengan pengetahuan tentang gejala dan penanganan penyakit di gunung sebaiknya menjadi perhatian yang serius.

Memberikan minuman hangat seperti teh, atau coklat bisa membantu menghangatkan tubuh penderita. Tapi, jangan memberikan kopi kepada penderita hipotermia. Sifat diuretik pada kopi, memungkinkan ginjal untuk mengeksresikan urin lebih banyak dan menghilangkan cairan pada tubuh sehingga korban justru berpotensi dehidrasi.

6. Minum air sebanyak-banyaknya

Berjalan kaki sambil menggendong ransel di punggung memang melelahkan. Apalagi jika cuaca pendakian panas menyengat. Keringat akan mengalir deras. Tenggorokan terasa kering mencekat. Minum air putih tentu sangat melegakan.

Namun, banyak pendaki yang salah kaprah saat minum air putih. Para pendaki menenggak air sebanyak-banyaknya untuk menggantikan energi yang hilang. Aturan yang benar, sebaiknya minum 2-3 teguk air.Ini berfungsi untuk membasahi tenggorokan yang kering dan mengusir dahaga. Selain itu, cara tersebut juga bisa membantu pendaki untuk mengelola persediaan air minum.

7. Memakai Jaket Saat Mendaki

Hal ini umum dilakukan pendaki. Apalagi jika mendaki saat malam hari. Udara dingin yang menusuk tidak bisa bersahabat dengan tubuh. Tak jarang banyak pendaki yang memilih menggunakan jaket saat mendaki.

Padahal, ketika Anda berjalan menggunakan jaket, suhu dalam tubuh akan semakin meningkat. Bukan lagi menghangatkan, anda akan kepanasan.

Tidak perlu memakai jaket, tapi cukup menggunakan kaos biasa. Tubuh akan otomatis mengeluarkan panas jika anda terus bergerak. Bergerak menggunakan jaket juga  bisa menyebabkan anda susah bernapas. Jaket cukup digunakan saat berada dalam tenda saja.

Catatannya Borii
Orang Seram dan Menakutkan
Si Cari Muka dan Si Muka Dua. Serem yang mana?

Kebetulan di malam hari saya ngobrol dengan salah seorang teman dan nyantol’lah kita pada suatu topik.

Teman Saya : Si Cari Muka dan Si Muka Dua. Serem yang mana?
Saya : Serem muka Bos kita

Hahahaa...garing memang.. Tapi rasanya menarik dijadikan obrolan. Masih seputar tipe-tipe orang di kantor yang sering kita hadapi. Atau bahakan kita yang seperti itu? Hahahha..Menggelikan!

Kembali ke Tema, Si Cari Muka dan Si Muka Dua. Kita bahas satu-satu ya..

SI CARI MUKA

Menurut saya sah-sah saja sih, SELAMA itu tidak merugikan orang lain. Untuk dilihat lebih “wah” sama atasan emang kadang kita sendiri tanpa sadar melakukan itu. Tapi kalo sudah merugikan orang lain, lha ini yang perlu diwaspadai. Bekerja dengan menjilat ke atas dan menginjak ke bawah. Orang orang seperti ini paling suka mengadu domba atasan dengan temannya sendiri. Susah lihat orang senang dan senang lihat orang susah. Umumnya mereka yang suka cari muka alias penjilat karena dalam hatinya selalu iri, di otaknya selalu negative thinking. Semua itu untuk menutupi kekurangannya. Tak peduli ulah mereka merugikan orang lain, yang penting atasan senang.

Ciri-Ciri Si Cari Muka:
1. Terlihat Gesit Dan Selalu Berkata ”Yes” Pada Si Bos Walaupun Mungkin Dia Tidak Setuju
2. Tidak Pernah Setia Pada Si Bos Dan Hanya Memanfaatkan Power Si Bos Untuk Menyelamatkan Diri. Bila Si Bos Kehilangan Power, Maka Dia Dengan Mudahnya Akan Menjilat Bos Baru
3. Sering Melaporkan Kejelekan Dan Kekurangan Rekan Kerja Kepada Si Bos Dan Takut Disaingi Oleh Rekan Kerja
4. Secara Intelektual Dia Tidak Terlalu Cerdas, Tapi Pintar Menutupinya Dengan Cara Memanfaat Keterampilan Rekan Kerja. Dia merasa paling sibuk, tapi sebenarnya tidak ada output kerjaan dia yg berguna
5. Selalu Tunduk Pada Perintah Si Bos Walaupun Di Belakang Si Bos Dia Akan Menjelek-Jelekan Si Bos
6. Selalu Bersikap Proaktif Membantu Si Bos Untuk Urusan-Urusan Pribadi Si Bos, Bukan Urusan Kantor
7. Dia tidak akan segan2 utk menindas rekannya. Tidak perlu secara fisik, tapi bisa juga dengan cara mensabotase pekerjaan kita. Nantinya, pekerjaan dia yg akan diajukan dan dinilai (baik) oleh si bos
8. Sabotase juga bisa dilakukan dengan cara menutup hak akses anda ke resource2 yg dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan kita (ataupun untuk membuat kita nyaman bekerja). Contoh paling gampang adalah administrator jaringan (network) yg akan menutup atau membatasi akses internet utk orang2 yg tidak dia sukai. ;-)
9. Dia sering mengajukan diri utk mengerjakan tugas dari si boss, tapi sebenarnya pekerjaan itu dilemparkan ke orang lain. Orang lain yg bersusah payah bekerja, dia yg dapat nama baik/pujian.
10. Segala urusan boss diurus oleh dia. Bahkan jika perlu dia menjadi jongos pribadi (tidak lagi asisten pribadi) si boss.
11. Menjadi mata2 si boss dengan melaporkan kegiatan anak buah (rekan kerjanya) yg dirasa tidak berhubungan dg pekerjaan di kantor. Bahkan jika perlu dia akan foto kita yg sedang ke-gap main game atau facebook-an.

Cara Menghadapi Si Cari Muka:
1. Jangan dimusuhi tapi bersikap baiklah kepada si penjilat, kemudian manfaatkan kedekatan dirinya pada si bos untuk membangun hubungan positif antara Anda dengan si bos
2. Jangan pernah terlalu percaya pada sikap dan kata-kata si penjilat. Ingat! Si penjilat tidak pernah punya sahabat sejati; tidak pernah punya etika; tidak pernah punya loyalitas, dan dia hanya setia kepada kepentingan-kepentingan pribadinya
3. Jadilah pribadi dengan sikap yang tidak terlalu menonjol di depan si bos, tapi perlihatkan cara-cara kerja yang kreatif, strategis, dinamis, dan profesional. Jika Anda terlalu menonjol di depan si bos, si tukang jilat akan mencari-cari kelemahan dan kekurangan Anda untuk dijadikan bahan diskusi dengan si bos
4. Pajang banyak-banyak Fotonya di Area Kantor. Kalau ditanya bilang aja “Tuh muka lo dah banyak, gak usah cari muka lagi”.

Hahahhaha...yang ke-4 saran sesat. Jangan diikuti. Hahahaha

SI MUKA DUA


Sama mengerikannya dengan Si Cari Muka, tapi lebih sadis. Dia bisa bermuka manis dan ramah terhadap banyak orang tapi di sisi lain, dia akan membuat posisi kita menjadi jatuh/ bodoh/ terpuruk (dan seribu istilah lainnya) di mata bos. Si muka dua tidak berpikir panjang untuk melebih-lebihkan sesuatu atau berbohong agar dapat menjaga diri dengan menggunakan cara yang sesuai dengan keinginan mereka. Karena itu, tukang gosip juga menjadi julukan bagi mereka.

Ciri-Ciri Si Muka Dua:
1.Selalu melaporkan / menjelek-jelekan rekan kerjanya padahal kinerjanya lebih buruk dan takut tersaingi
2.Selalu menonjolkan ide / gagasan / kemampuannya (sok pintar) di depan pimpinan, padahal ilmunya tidak seberapa atau mungkin juga ilmunya dari orang lain.
3.Selalu berperan paling sibuk / over akting di depan pimpinan, padahal ia malas.
4.Selalu menunjukkan kesetiaan / tunduk pada pimpinan, padahal ia bertolak belakang.
5.Selalu memuji secara berlebihan, padahal dihatinya tidak demikian.
6.Selalu sok akrab, padahal dibelakangnya ia menghantam.
7.Selalu setuju-setuju aja, padahal ia hanya mencari aman.
8.Selalu berpura-pura baik, padahal ia memanfaatkan kebaikannya untuk mengorek informasi. Hati-hatilah juga dengan orang yang tiba-tiba baik kepada kita, mungkin saja ia baru saja berbuat dzholim terhadap kita.
9.Selalu siap menerima tugas, padahal tugas yang ia terima dilemparkan ke orang lain.
10.Selalu membantu pimpinan untuk urusan-urusan pribadi, padahal ia hanya mencari hati pimpinan.

Cara Menghadapi Si Muka Dua:
1. Bersikap apa adanya
Jangan terpengaruh dengan rekan kerja yang gemar mengadu domba. Tak dapat dipungkiri, rekan kerja seperti itu memang membuat semangat kerjamu mengendur. Tapi cobalah untuk mempertahankan konsenterasimu pada pekerjaan yang sedang kamu kerjakan. Yang terpenting, bersikaplah apa adanya dan pasang mimik wajah yang bersahabat ketika bertemu dengannya.
2. Tidak terpengaruh
Hiraukan saja rekan kerja yang gemar “menjilat” karena ketika kamu menanggapi ulah mereka, tidak akan ada ujungnya. Lebih baik kamu tetap bersikap tenang dan tidak terpengaruh dengan ulahnya. Setidaknya pekerjaanmu jadi jauh lebih lancar dan dia akan kebakaran jenggot melihatmu tidak terpengaruh dan justru tetap tenang.
3. Tetap bersosialisasi
Cara berikutnya yang bisa dilakukan adalah dengan tetap menjaga hubunganmu dengan Si Muka Dua. Biarkan dia berpendapat kalau kita ternyata bisa bekerjasama dengan dia meskipun perilakunya tidak baik terhadapmu.
4. Menjaga jarak
Ketika kamu merasa tidak bisa untuk mencoba tetap profesional dengan rekan kerja seperti itu, cobalah untuk menjaga jarak dengan mereka. Usahakan untuk tidak membicarakan hal-hal pribadi dengan mereka dan hanya membicarakan perihal pekerjaan. Tindakan ini bisa kamu ambil agar teman kerja kamu tersebut tidak memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menjatuhkanmu.

5. Berikan 1 mukanya pada yang suka cari muka

Hahahhaaa... Serius mungkin cara terakhir yang paling manjur. 
Hanya sekedar coretan berbaur copas dan sedikit curcol. Maaf kalo masih berantakan dang mungkin repost.
Jadi gimana menurut agan? Si Cari Muka dan Si Muka Dua. Serem yang mana? Hhahahhaa.. Mungkin tidak lebih serem dari muka saya....hahhahahahaa

Catatannya Borii Thursday, 1 September 2016
Sampah Masyarakat Bukan lah Seorang Pengangguran
Pembahasan gw kali ini tentang "Sampah Masyarakat/Pengangguran" oke kalian kalian pasti tahu apa itu sampah masyarakat?? jadi didalam sebuah kisah yang  menjelaskan bahwa yang namanya orang yang tidak punya perkejaan atau istilahnya biasa disebut dengan pengangguran atau lebih halusnya tuna karya itu adalah seseorang yang tidak memiliki masa depan yang bisa dibilang sampah masyarakat oohhh no!!! gw ga setuju banget kalau pengangguran dibilang sampah masyarakat, terus seperti sering jadi bahan candaan dikalangan temen - temen gw kalau jomblo juga sampah masyarakat jujur gw engga setujuh banget kalau itu dibilang sampah masyarakat knp gw ga setujuh ?? apakah dengan gw ga setujuh berati gw dukung pengangguran ?? seharusnya Pikir Ulang lagi Deh!!! okay kali ini akan gw jelaskan knp gw ga sependapat ??

Pepatah memang selalu benar, pekerjaan yang paling enak di dunia adalah hobi yang dibayar. Tapi realitanya tak semudah itu, cobaan terbesar ada pada mental. Melakukan hobi yang disuka adalah salah satu cara yang paling rentan untuk dianggap pengangguran.

Ohh iya saya ada beberapa pekerjaan yang biasa saya lakukan tanpa harus bekerja ke kantor atau ke perusahaan atau PT, diantaranya adalah:

Designer / Jasa Edit Foto


Tidak cukup banggakah mengetahui hal ini? Tapi kenapa menjadi designer  /Jasa Edit Foto mandiri tak juga membuatmu kebal dari tuduhan pengangguran. Tetap aja tetanggamu bilang kalau kamu nggak punya pekerjaan. Apalagi kalau kamu ketahuan sering nongkrong di cafe atau kemana-mana pakai kaos oblong. Pada dasarnya mengerjakan hal ini tak perlu pakai seragam rapih pakai sepatu, cukup dimana dapet job bisa dikerjakan dimana saja

Youtuber.

“Fan, pekerjaanmu sekarang apa, le..?”

“Anu mbah…saya Youtuber”

“Ha? Jualan apa itu le?”


Susah untuk menjelaskan kepada orang beda generasi bahwa Youtuber merupakan pekerjaan yang menghasilkan di jaman sekarang. Sabar ya, Fan....

Memang Youtuber merupakan profesi baru beberapa tahun belakangan. Di Indonesia sendiri sudah banyak artis-astis Youtube yang menerima kiriman dolar dari iklan Youtube.  Dolar loh ya gaji mereka Dolar bukan lagi Rupiah. Sebut saja Bayu SKAK dan Raisa (Ya, Raisa dulunya adalah artis Youtube).

Pekerjaan mereka tiap harinya merekam video kemudian di unggah ke Youtube. Mereka sekarang menikmati ketenaran menjadi artis dunia maya dengan penghasilan puluhan juta. Untuk sepenuh hati melakukan pekerjaan ini tentunya harus bersiap dilabeli sebagai pengangguran sejati.

Blogger.

Seperti intermezzo yang aku tulis di awal. Menjadi penulis adalah pekerjaan yang rawan dianggap pengangguran apalagi penulis online. Sebut saya blogger, karya yang tidak sepenuhnya nyata sering membuat bingung para tetangga, meski kamu sudah menerima gaji tiap bulannya.

Intinya pekerjaan ini sejak lama susah diakui keberadaannya, terutama kalau kamu sering begadang tengah malam untuk kejar setoran. Diperparah dengan belum punya buku atau sudah menerbitkan buku tapi belum laku.

Padahal dunia online sendiri tidak akan pernah ada kalau tidak di awalli dengan tulisan. Teks adalah bentuk komunikasi pertama di internet sebelum adanya gambar dan video

Traveler & Backpacker.
Nah, profesi yang satu ini udah kelihatan banget di mata masyarakat seperti kerja luntang lantung tanpa untung, yaitu seorang traveler.

Padahal menjadi traveler adalah salah satu pekerjaan paling menyenangkan. Apalagi jika dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai hasrat terpendam untuk kelayapan.

Kamu jangan merendahkan pekerjaan ini karena mereka sering dibayar oleh sponsor atau bisa mendapat uang dengan menjadi penulis, fotografer atau reporter sambil berkelana.

Sayangnya, meski sudah memakai kaos National Geographic original, pekerjaanmu masih tetap hangus di mata tetangga. Kegiatan foto-foto dan kelayapan menjadi alasan yang tepat mengapa pekerjaanmu dikira pengangguran...

Jadi, Pengangguran ,Jomblo itu bukan sampah masyarakat yang sampah masyarakat itu para koruptor, orang kaya yang sombong,para -para pengusaha yang merampas hak para perkeja, orang - orang yang mengaku dirinya pintar sehingga dengan mudah menghina orang . itu baru namanya sampah masyarakat tidak perlu dipungkiri lagi itu benar - benar sesuatu yang real dan fakta knp gw bilang pengangguran bukan sampah masyarakat?? padahal di negara kita ini telah menghardik mereka kalau mereka itu sampah masyarakat?? itu cukup mudah aja sih mereka yang penggangguran sebenarnya itu bukan keinginan mereka melainkan mereka sedang menunggu mengukir sebuah keinginan yang mereka pendam dan belum terpenuhi dan mereka sedang berusaha untuk meraih itu semua terus knp juga Jomblo atau single dibilang sampah masyarakat?? kalau menurut gw jomblo atau single itu bukan sampah masyarakat melainkan mereka sedang berusaha menunggu seseorang yang akan dia jemput atau seseorang yang akan menjemput mereka dan selama itu belum terwujud mereka akan berusaha dan lagi jomblo atau single itu sesuatu yang bisa menahan rasa sabar dalam penantian mencari dan satu lagi mungkin kalian juga mempercayai ini bahwa yang namanya jodoh tidak akan tertukar koq, tenang aja, percaya deh :) dan lu pikirin deh KALO LUH EMANG PUNYA OTAK (SORRY KASAR)

Semua sikap yang tidak sepantas dihina atau dicemoohkan jangan sampai kita menghujat itu semua pikir ulang lagi deh kita sudah baik atau belum jangan dengan mudahnya kalian berkata tanpa tau arti kebenarannya. memiliki pekerjaan resmi atau tidak bukanlah hal yang penting. Selama punya penghasilan rutin, seharusnya hal itu tidak menjadi masalah. Apapun pekerjaannya, jangan sampai gelar pengangguran menghalangi dalam berkarya dan berkreasi, karena menjadi pengangguran yang berpenghasilan itu keren! 

Okay sekian dulu ini menurut gw ga perlu berdebat untuk memahamminya cukup diam dan menilai mana yang bener dan mana yang salah.

Catatannya Borii Monday, 29 August 2016
GANTOLE Wonogiri Beserta Waduk Gajah Mungkur + rumah piring
​libur lebaran tlah tiba….
Asik guys, ketemu sodara ketemu mbah ketemu sepupu ketemu pakde bude bulik ketemu cicit, mantan ada nggak yahh wkwkk…. (Lanjut ajalah)

Hai, guys. Udah dateng nih lebaran dan mumpung di Wonogiri sempetin main main ahh kali aja ada yang bening bening *cobaaa ituuu… 

Pagi itu sebenarnya aku sudah diniatin sih dari malam harinya, bangun pagi pagi tanpa mandi dan gosok gigi hahaha *jorok dikit kaga papa lah

Bingung karena suntuk nggak ngapa ngapain. Tak ajak aja sodara sepupu laki laki sebut aja namanya “Herma” dia jomblo anak UIN Jogja. Calling dan liat teman-teman uda pada asik dengan tripnya masing-masing. Statusnya pada “otewe” cuy. Lihat aja, depe bebe-em-nya aja pada di pantai ama gunung, beberapa asik dengan air terjun. Sementara diriku??? Aiiiiih, melongo di rumah. Haha.

Okelah, aku juga punya cara sendiri dalam menikmati weekend ini kok. Oia, catat ya guys, sesekali kalian harus menikmati salah satu fase indah dalam hidup ini (baca= jomblo), dengan jalan-jalan.
Siaaap? Ayok mulai perjalanannya guyz mumpung di Wonogiri.

Dalam pikiran saat itu, ada satu tempat yang akhir-akhir itu mengganggu pikiranku. Iya, aku pengeeeen pake banget kesana. Yaaa…, dari pada keinginan itu tumbuh menjadi jerawat liar di  wajahku, okelah, harus dituruti. Ambil kunci motor, pake helm lanjut gaaaas dan bawa kamera kesayangan….
Tanpa membawa tas dan cuma membawa diri dan kamera ditambah hape sudah cukup karna deket sih dari rumah sie mbah, kurang lebih dua puluh menitanlah 

Salah satu tempat yang menggodaku sejak lama adalah Gantole Wonogiri. Gantole itu semacam bukit gitu, yang digunakan untuk start lepas landas para penyuka paralayang. Tapi eh tapiii, di gantole tersebut sekarang sudah jarang digunakan lagi. Entah karena apa. Yang pasti, sekarang gantole tersebut dijadikan sebagai tempat wisata yang dikelola oleh warga sekitar. (Pemikiran yang Bagus warga)

Siap gas. Yuhuuuuu
ketika masuk kota wonogiri, apalagi saat sebelum memasuki kecamatan Wuryantoro, terlihat waduk gajah mungkur,

Tanya jalan ama orang yang di pinggir jalan dan tukang parkir, akhirnya sampai juga di jalur ke arah waduk gajah mungkur. Kenapa? Karena gantole ini terletak 2 km sebelum waduk gajah mungkur. Acuannya adalah gapura ini nih… *lihat foto dibawah. Berada di kanan jalan yak. kanan jalan 2 km sebelum waduk gajah mungkur



Masuk di gapura tersebut, langsung disambut dengan jalan menanjak. Wuus…. tapi, jangan khawatir, aku yakin motor kalian mampu kok. Aku aja pakai motor matic fine aja. Hehe.

Awalnya sih, jalannya halus untuk kelas jalan pedesaan, tapi, ketika hampir sampai gantolenya, jalan makin menanjak dengan kemiringan bisa sampai yaaa… sekitar 70 derajat plus bonus jalan aspal rusak. Hehe. Jadi, pintar-pintar milih jalan yang halus aja. Tapi tenang jalanannya halus mulus koq *tetep kalem dan safety guys
Yuhuuu, sampe juga di tempat parkir gantole wonogiri.

Tapiiii…, kok… kok… kok…. *clingukan. Kok beda ama yang ada di foto instagram? Padahal spot foto di atas batu itu yang aku inginkan.

Daripada bingung, mending nanya aja ama tukang parkir. Setelah aku lihatin fotonya, tukang parkir itu bilang, kalau tempat yang aku maksud berada di gantole pertama, sementara yang disini adalah gantole kedua. *wadduuu…. ^_^>. Tapi tak apalah.

Sayanglah udah ampe disini jika langsung putar balik ke gantole pertama. Jadi, gantole kedua ini letaknya lebih tinggi daripada gantole pertama. Setelah menaiki tangga, kamu akan bisa melihat luaaaasnyah waduk gajah mungkur. Wuuuw, keren abis. Dulu saat ke waduk gajah mungkur, malah terlihat biasa aja tempate. Tapiiii, kalau dilihat dari sini, emejiiiiing guys. Di atas situ ada lapangan luas, ada tempat duduk, lalu ada semacam spot lintasan lepas landas paralayang. Naaah, disitulah biasane banyak orang berjejeran. Entah yang jomblo duduk sendirian, ato rame-rame ama temene, atau berduaan mesra dengan pacarnya. Aseeeek. Haha

Karena aku sampe sana masih pagi banget, jadi masih rada sepi, hanya ada beberapa orang, ada 1…2…3 *oiy mana pada kemana coba.

gitu mungkin pasangan muda-mudi pacaran. Lalu ada 2 cewek yang asik foto-foto. Naaah…. ehem…. uhuuuk….. *mendadak batuk. Haha.

Datang sendirian nih, bingung kan mau foto gimana. Hanya bisa duduk, lalu motoin sepatuku dengan background waduk gajah mungkur, atau kalau nggak selfie yang hanya terlihat kepalaku masih dengan background waduk gajah mungkur.

Kan pengen yak, bisa foto seluruh badan gitu, akhirnya iseng aja deketin 2 cewek tadi.
“Mbak… mbak… minta tolong fotoin donk,” pintaku pada mereka.
Ehem… ini bukan modus loh… haha.
Klik….klik…. jepreeet… *aseeek dapat foto full body..

Abis itu, ngobrol-ngobrol bentar dengan 2 cewek tadi, yang ternyata berasal dari wonogiri dan sukoharjo.(mayan lah dari rumah mbah heheee)
ini foto full body dari gantole kedua. hasile jepretan cewek cantik nih..




Ajib Santai Sejenak sambil menikmati






Puas di gantole kedua, namanya “Puncak Joglo” dan ini baru dipasang, tahun kemarin 2015 belun ada masih kosong selesai berfoto ria di gantole kedua yuk cuss saatnya turun ke gantole pertama. Yuuuk….
Turuuun aja terus, perhatikan kanan jalan, jika uda ngelewatin SD, lalu ada belokanan ke kanan, dan ada portalnya, berarti anda sudah sampai. Tinggal belok aja kesitu.
Aaaah…. akhirnya sampai juga.

Yaaah, bingung lagi. Lah, mana batu besarnya? Kok setelah menaiki tangga, Cuma ada lintasan lepas landas paralayang, lalu ada sebuah tempat kayak makam gitu. Hmmmm.. *mikir keras.
Asal jalan aja terus sampai pojokan, eh, ternyata ada jalan kecil menurun menuju sebuah batu besar. Yap, sesuai dengan apa yang aku inginkan. Hehe.

Sepiiii banget saat itu, padahal hari minggu. Hanya saja, emang sih saat itu cuaca rada panas cerah gitu, jadi wajar aja kalau saat itu sepi orang. Hanya ada beberapa orang pacaran, tapi hanya berada di atas, nggak turun ke batu itu.

Turun pelan-pelan, jalanan tanah, aku langsung naik di atas batu besar itu.
Subhanalaaaah…… waduk gajah mungkur terasa begitu dekat, luasnya seperti dapat ku peluk. Jika kau di waduk gajah mungkur airnya terlihat coklat, tapi kalau dari gantole situ, airnya terlihat berwarna biru. Kereeen en emeejiiiiing guys. Sumpah!! Nggak rugi jauh-jauh ampe sini.


*Foto lintasan lepas landas paralayang*
*Foto tahun 2015 pas belum ada papan nama*


*Foto 2016 saat sudah dipasang tulisan “Watu Cenik” *
ini beberapa foto yang diambil dari gantole pertama
di atas batu itulah yang menjadi daya tarik untuk menjadi spot hunting foto di gantole wonogiri
Okelaaaah…. puas nggak puas. Tapi, suatu saat aku akan kembali kesini lagi. *kan belum keturutan pose foto yang diinginkan. Hehe.

gimana? ajiiiib kan? gantole + waduk gajah mungkur = jodoh.(nggak taulah kemana dia) mantan (masa lalu jangan dikenang) heheee
iya!!! jodoh yang memperkaya keindahan alam indonesia.
Sudah ya sudaaah, pukul 08.30 aku balik ke parkiran. Cuus pulang lanjut kondangan.
Baliknya sih pelan-pelan sambil menikmati pemandangan sepanjang perjalanan. … Jangan lupa mampir juga ke objek wisata Gajah Mungkur dan rumah piring jaraknya dekat dari tempat gantole..

Berikut biaya yang aku habiskan borii backpacking ini.
Tiket parkir 2 gantole                                      :   4.000
Tuuuuh kan, Cuma dengan Rp 4.000 braaaay, murah abis. Sebanding  dengan apa yang bakal kau peroleh. Lebih malah. Serius.

Jadiiiii…. kapan kalian Gantole Wonogiri? Ah, andai yang aku lihat juga kalian lihat. Kalian bakal langsung gaaaas ke tempat ini. hehe.
Udahan yaa….

Sampai jumpa dengan destinasi menarik perjalananku selanjutnya.
Bang Borii akan kemana lagi? Tunggu trip selanjutnya.


Catatannya Borii Saturday, 9 July 2016
BEBERAPA TIPS SEBELUM DAN SAAT MENDAKI GUNUNG
PENDAKIAN GUNUNG

Mendaki memiliki filosofi tersendiri. Sebuah perjalanan yang kaya akan pelajaran. Dan mendaki merupakan jalan mengenali dan memperbaiki diri.

Sebagian orang beranggapan bahwa naik gunung itu adalah kegiatan yang sangat berbahaya. Memang benar, bahwa "Mendaki Gunung itu adalah nyawa taruhannya", karena bila kita salah sedikit saja nyawa bisa melayang. Kita pun tidak bisa menjamin 100% keselamatan kita sendiri, apalagi keselamatan orang lain, tapi kita hanya bisa mencegah atau meminimalisirnya. Dan wajib hukumnya untuk benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya disetiap halnya dengan teliti dan tanpa celah.


Nah, bagaimana cara mencegah atau meminimalisir kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan saat kita mendaki tersebut???

Berikut ada beberapa tips sebelum kita memulai perjalanan dan saat pendakian yang bisa kita lakukn untuk meminimalisir kejadian-kejadian yang tidak kita inginkn selama perjalanan atau pendakian.

  • Latihlah fisik minimal 1bulan sebelum kita mendaki.
  • Hal ini supaya otot-otot kita tidak kaget atau tegang pada saat melakukan perjalanan/pendakian.
  • Cari tau apa saja hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum kita mendaki gunung, apalagi jika kita adalah seorang pendaki pemula.
  • Cari informasi yang lengkap tentang daerah yang akan kita kunjungi, agar kita bisa mempersiapkan segala keperluannya.
  • Informasi ini bisa kita dapat melalui banyak bertanya kepada yang sudah pernah kesana atau melalui searching via internet.
  • Cari pula informasi tentang biaya dan transportasinya, berapa biaya dan dengan menggunakan apa kita untuk sampai ke tempat tujuan.
  • Buat estimasi waktu/biaya perjalanan untuk mengetahui berala waktu/biaya yang dibutuhkan untuk sampai kembali lagi ke rumah.
  • Mungkin selama ini kalian lebih sering mengikuti acara-acara opentrip yang sudah disiapkan transportasi Pergi dan Pulang serta segala kebutuhannya, sehingga kalian tidak mengerti tentang transportasi dan berala biaya untuk sampai ke temlat tujuan, serta apa saja yang harus/wajib dibawa.
  • Ketahuilah perlengkapan apa saja yang dibutuhkan untuk mendaki gunung, buat list perlengkapannya selengkap mungkin. Karena, barang yang kita bawa saat mendaki bisa dibilang adalah nyawa kedua kita. Dan jangan pernah ada anggapan, "Ngapain bawa perlengkapan banyak2, berat2in aja", walaupun di gunung hanya butuh 1-2 hari.
  • "Naik gunung itu susah jadi jangan dibikin susah", bawa logistik lebih saat mendaki. Jika 2 hari bawa bekal untuk 3-4 hari.
  • Hal ini untuk menjaga-jaga seandainya ada penambahan/molornya waktu saat mendaki. Jadi kita sudah siap dengan bekal logistik yang lebih.
  • Bawalah logistik yang banyak mengandung kalori, karna saat mendaki tubuh kita banyak membutuhkan kalori. Usahakan tidak membawa makanan yang banyak membutuhkan air jika kita mendaki gunung yang tidak ada/jauh dari sumber air.
  • Jika kalian mempunyai/mengidap suatu penyakit, bawalah obat-obatan khusus serta beritahu kawan seperjalanan.
  • Ketahuilah pakaian, sepatu, tas yang cocok untuk digunakan saat pendakian, agar kita tidak salah dalam menggunakan kostum.
  • Usahakan menggunakan tas yang standar untuk mendaki gunung, agar semua barang bawaan bisa masuk dan tersusun rapih dlm tas.
  • Pelajari bagaimana cara packing yang benar, agar saat mendaki barwang-barang bawaan kita tersusun rapih dan tidak terasa berat saat dibawa.
  • Lapisi dalam tas dengan kantung sampah besar/trashbag sebelum packing, agar saat tas basah barang bawaan kita tidak ikut basah.
  • - Bungkus barang bawaan dengan kantong plastik dan kelompokkan sesuai dengan kebutuhannya, agar tidak berantakkan saat mngambilya.
  • Susun dengan benar dari barang yang ringan, sedang hingga yang berat, dari yang paling dulu dibutuhkan sama yang agak lama dibutuhkan.
  • Checklist kembali barang bawaan kalian sebelum dimasukkan ke dalam tas, agar tidak ada barang-barang yang tertinggal, terutama barang-barang yang penting.
  • Sisipkan biodata lengkap kalian di dalam tas, agar jika terjadii sesuatu seperti tas tertukar atau tertinggal maka identitas kalian dapat dikenali.
  • Dan jangan lupa pula untuk selalu membawa kartu identitas diri kalian, simpan dengan aman.
  • Pastikan tubuh kita dalam keadaan sehat/fit saat akan memulai perjalanan.
  • Jangan memaksakan diri utk tetap berangkat mendaki jika kondisi tubuh kita sedang sakit atau tidak fit.
  • Karna ada pepatah, "Lebih Baik Gagal Daripada Pulang Tanpa Nyawa".
  • Check pula alat komunikasi kalian apakah sudah terisi dengan pulsa atau belum untuk selalu memberikan kabar dimana posisi dan kondisi kalian pada orang-orang terdekat.
  • Dan yang terpenting, Jangan lupa untuk selalu meminta ijin dan doa kepada orangtua agar diberikan keselamatan pergi hingga pulang kembali ke rumah.
  • Usahakan untuk tidak melakukan kegiatan pendakian dengan seorang diri (minimal 3orang).
         Hal ini agar jika terjadi sesuatu pada kalian, 1orang bertugas melapor ke bawah (pos petugas), 1orang          lagi bertugas menemani kalian.
  • Tinggalkan pesan pada orang di rumah, kemana dan dengan siapa kalian pergi, serta tinggalkan nomor telepon/hp yang bisa dihubungi selain punya kalian sendiri.
  • Ikuti prosedur yang berlaku, mendakilah melalui jalur yang resmi/yang sudah ada. Dan biasakan berdoalah sebelum memulai pendakian.
  • Lakukan simaksi/lapor saat tiba dan kembali di pos pendakian, isi form simaksi dengan lengkap, dan taati segala peraturan yang berlaku.
  • Jika punya waktu lebih, gunakan hari pertama kalian untuk beradaptasi dengan cuaca/istirahat terlebih dahulu sebelum memulai pendakian.
  • Jika pendakian naik turun melalui jalur yang sama, titip barang-barang kalian dipos yang sekiranya hanya dibutuhkan hanya untuk perjalanan PP.
  • Cara ini dapat memperingan beban yang kita bawa saat mendaki.
  • Dan jika memang harus menitip, bungkus dengan rapih barang-barang kalian, sisipkan identias kalian agar tidak tertukar dengan barang milik orang lain.
  • Catat pula nama si penerima dan catat waktu saat kita menitipkan barang-barang kita, agar mereka ikut bertanggungjawab atas barang-barang yang kita titip.
  • Dan pastikan si penerima barang yang kita titip itu adalah petugas atau orang yang biasa ada di pos tersebut.
  • Lakukan pula pemanasan kecil sebelum memulai pendakian, agar otot kita tidak tegang saat mendaki.
  • Dan jangan lupa untuk selalu berdoa sebelum memulai mendaki agar kita diberi keselamatan selama pendakian.
  • Atur ritme perjalanan saat mendakj, istirahatlah jika lelah, jangan memaksakan diri, cari tempat yang aman saat mendirikan tenda.
  • Pakailah pakaian yg mudah menyerap keringat, jangan menggunakan jaket saat mendaki.
  • Jangan pernah meninggalkan sampah sekecil apapun saat pendakian.
  • Dan jaangan pernah merusak apa yang ada saat pendakian.
Buat perjalanan/pendakian kalian se-safety mungkin agar kalian lebih menikmati perjalanan/pendakiannya.
So...

"Belajarlah Dahulu Sebelum Mendaki".

#BeberapaTipsSebelumDanSaatMendaki

Catatannya Borii Tuesday, 19 April 2016