Results for "backpacker"
Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu

Gunung Lawu adalah gunung yang terletak di perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, tepatnya di daerah Tawangmangu dan Cemorosewu. Gunung Lawu adalah gunung api yang mati atau istirahat. Tercatat gunung ini pernah meletus pada tahun 1885. Gunung Lawu banyak diminati oleh para pendaki karena pemandangan yang eksotis dan juga banyak memiliki spot-spot bagus seperti sumber air, kawah, sabana, bukit, kabut, dan satu yang paling menarik yakni adanya rumah warga alias pemukiman warga di puncaknya. Dan pemukiman tersebut diklaim sebagai pemukiman tertinggi di Jawa.

Selain karena keindahannya, Gunung lawu banyak di singgahi oleh para peziarah yang ingin berjiarah ke petilasan Prabu Bhrawijaya, dan jangan heran jika kalian ingin mendaki kesana banyak dupa ataupun tempat untuk berdoa.

Gunung Lawu memiliki tiga puncak yakni puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Puncak Hargo Dumilah yang tertinggi yakni pada ketinggian 3.265 mdpl. Diketiga puncak ini menyimpan misteri dan menjadi tempat di mitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa. Harga Dalem diyakini sebagai tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas, Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.

Konon gunung Lawu merupakan pusat kegiatan spiritual di Tanah Jawa dan berhubungan erat dengan tradisi dan budaya Praja Mangkunegaran.

Setiap orang yang hendak pergi ke puncaknya harus memahami berbagai larangan tidak tertulis untuk tidak melakukan sesuatu, baik bersifat perbuatan maupun perkataan. Bila pantangan itu dilanggar si pelaku diyakini bakal bernasib naas.

Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan/Cakrasurya, dan Pringgodani. Sehingga gunung lawu di identikan dengan gunung yang penuh misteri dan angker. jadi pesan Mbah jaga sikap dan perkataan, jika ingin mendaki kesana ya dan saling mengingatkan bagi teman seperjalanan


Pendakian

Sebelum memulai pendakian sebaiknya kita mesti mengetahui informasi medan untuk pendakian sehingga kita bisa mengatur strategi perjalanan agar kita bisa nyaman, aman dan tetap solid dengan kelompok. 

nihhh saya kasih peta jalur pendakian gunung lawu nya


BaseCamp via Jalur Cemoro Sewu



Persiapan terakhir sebelum berangkat adalah cek perlengkapan mendaki dan cek juga kondisi kesehatan.saya ingatkan kembali sebelum memulai pendakian sebaiknnya lakuakn doa dengan kelompoknya untuk diberikan kesalamatan selama pendakian, selalu jaga kekompakan tim.

Basecamp - Pos 1 Wes-Wesan 2163 mdpl (1 - 1,5 jam)
Perjalanan menu pos 1 tidak lah begitu menanjak, perjalanan masih enak dan masih santai dengan jalan yang sudah rapi karena sudah di tata dengan batu - batu. di perjalanan ini kita melewati pohon - pohon cemara yang rindang kadang ditemenin sama suara - suara burung yang merdu. di perjalanan menuju pos 1 ini kita akan menjumpai beberapa pos salah satunya milik perhutani dan pos Sendang Panguripan disinilah terdapat mata air. setalah melewati pos Sendang Panguripan  sekitar 30 menit lagi akan sampai Pos 1. Di Pos 1 ini terdapat warung jadi bisa istirahat sambil ngemil - ngemil makan gorengan atau teh anget, tapi terkadang warung tersebut tutup.

Pos 1 - Pos 2 Watu Gedeg (2 - 2,5 jam)
Dari pos 1 ke pos 2 ini trek yang akan kita lalui akan mulai terjal dengan trek tangga berbatu yang sudah di tata rapih dan merupakan trek terpanjang dari semua trek yang ada jadi siapkan mental dan fisik dari pos 1 yah.  Namun jika ingin sedikit cepat bisa memotong jalur tapi jalan nya agak curam sekali, sudah ada jalurnya ko tinggal ngikutin aja. Pada jalur ini kita akan bertemu batu besar yang bernama “Watu Jago”...Tapi awas ya jangan suka di coret - coret batu nya. di perjalanan menuju pos 2 ini kita bisa melihat hasil sisa kebakaran tahun 2015 kemarin, seprti hutan mati dengan batu - batu besar. Tapi di situlah keindahan nya, benar - benar pemandangan yang langka dari gunung - gunung lainnya.


Pos 2 - Pos 3 Watu Gede (1 jam - 1,5 jam)
Dari pos 2 ke Pos 3 perjalanan masih sama seperti trek sebelumnya, berbatuan dan masih menanjak, jika sampai sini sudah sore maka biasanya kabut mulai menyelimuti trek ini, hati - hati karena jalan sudah rada terjal dan menanjak.

Pos 3 - Pos 4 (1,5 jam - 2 jam) 
Trek pada jalur ini sudah sangat curam dan menanjak sekali, jalan nya zigzag menanjak tetapi jangan khawatir sudah ada pegangan tangan naamun sudah banyak yang rusak. di trek ini pula pohon - pohon sudah banyak dan rapat. Di pertengahan pada jalur ini saya sarankan nih jangan lupa foto -  foto nya buat yang suka narsis, tapi fotonya jangan yang mainstream, karena kalo cuaca lagi bagus pemandangan nya sangat bagus ko. Selain itu di Pos 4 juga rekomended buat bernasis ria, kita dapat langsung melihat kota dan telaga dari sudut ini. di Pos 4 ini bisa mendirikan tenda tapi hanya muat 1 - 2 tenda saja, tapi saya sarankan sih mending di Pos 5 aja sekalian karena jaraknya yang tidak jauh sekitar 30 menit, kita juga bisa menginap di warung.



Pos 4 - Pos 5  Jolotundo (30 menit)
Setelah berfoto - foto narsis dan melihat pemandangan di sekitar pos 4, perjalanan selanjutnya lebih mudah, hanya 30 menit perjalanan ke pos 5. Di pos 5 kita  bisa mendirikan tenda atau pun numpang menginap di warung, kalo ga mau ribet buka tenda saya saranin sih mending numpang menginap di warung aja, kita bisa pesan makanan dan teh hangat. Pos 5 terdapat 3 warung makan yang bisa menampung kurang lebih 20 orang per warung. jika pun mau membuka tenda bisa menampung sekitaran 10 tenda atau lebih.  Di warung tersebut ada nasi pecel,  mie rebus dan gorengan harganya pun relatif murah ko, jadi ga bawa bekal pun sudah aman lah.

jika belum terlalu gelap kita bisa melanjutkan perjalanan ke warung Mbok Yem, warung legendaris di Gunung Lawu. Warung Mbok yem persis di bawah puncak lawu. dari pos 5 ke warung Mbok Yem kurang lebih sekitar 30 menit. Sebelum sampai ke warung Mbok Yem kita akan melewati sendang drajat yaitu sebuah  mata air seperti sumur.

Pos 5 - Sendang Drajat (15 menit)
Jika tidak terlalu malam setelah Pos 5 kita bisa melanjutkan perjalanan ke Sendang Drajat yaitu sebuah sumber mata air seperti sumur, di Sendang Drajat ini pula terdapat sebuah pemujaan yang dulu dipakai untuk ritual Raja dan sampai saat ini masih dipakai untuk sebuah ritual - ritual. Di Sendang Drajat terdapat warung juga kita pun bisa menginap di warung tersebut atau jika masih ingin melanjutkan perjalanan untuk lebih dekat ke arah puncak kita bisa menginap di Warung Mbok Yem yang jaraknya 15 menit perjalanan dari Sendang drajat.



Sendang Drajat - Puncak Hargo Dumilah (30 - 45 menit)
Banyak pilihan untuk menginap dan membuka tenda, selain menginap di Pos 5, Sendang Drajat atau Mbok Yem. itu tergantung dari kondisi di lapangan dan cuaca, apalagi kalo hari libur panjang dipastikan banyak pendaki yang menginap di warung, kita harus pintar - pintar atur strategi, lebih dekat ke puncak lebih bagus dikarenakan akan menghemat waktu dan tenaga untuk keesokan harinya. 

Setalah melanjutkan perjalanan dari Sendang Drajat kita akan berjalan sekitar 15 menit menuju Warung Legendaris Mbok Yem warung tertinggi di pulau jawa, disini pemberhentian terakhir untuk menuju Puncak jika membawa barang banyak kita bisa  menaruh atau mentipkan barang - barang bawaan di warung ini, Mbok Yem nya baik ko. Dari warung  Mbok Yem  kita dilanjutkan perjalanan menuju puncak, dan langsung menanjak perjalanan nya, sekitar 30 menit waktu yang ditempuh. lalu setelah itu Taraaaaa........., harga yang didapat sebanding dengan usaha yang ditempuh dalam perjalanan. Pemandangan dari atas sini sangat bagus dan indah pokoknya terbayar semua capek dan pegel nya tapi kalo lagi kabut sihh percuma yah yang ada cuma putih semua hahahaha,,,,

Untuk menuju Hargo Dalem sangat deket ko dari warung Mbok Yem sekitar 100 meter dari warung, jadi kita bisa kesana setelah dari puncak.

Warung Mbok Yem

Puncak Gunung Lawu (Hargo Dumilah)

Melipir kekiri dari Puncak Hargo Dumilah

Berikut cerita pendakian dari berangkat sampai terakhir bisa dilihat di bawah video ini:



Sekiranya segitu saja yang bisa saya ceritakan dari trip ini, Sampai ketemu lagi di cerita petualanganku yang lain.....!!!

Jangan lupa juga baca artikel mendaki Gunung Slamet via Bambangan


Catatannya Borii Monday, 3 October 2016
Lupakan Mie Instan Dengan Hidangan Spesial
Mie instan merupakan menu yang sering menjadi pilihan ketika melakukan pendakian di gunung. Alasannya karena mie instan mudah disajikan dan tidak membutuhkan banyak ruang ketika disimpan dalam keril. Seperti yang telah kita ketahui bahwa mie instan tidak baik untuk kesehatan, apalagi untuk bekal pendakian. Mie instan hanya memberikan sedikit energy. Sedangkan zat kimia yang terkandung didalamnya dapat menurunkan metabolisme tubuh kita. Jangan sampai nyerah di tengah jalan sebelum bisa sampai puncak!



1. Nasi
Kandungan karbohidrat dan kalori yang terdapat pada nasi merupakan sumber energi utama untuk menjaga stamina tubuh. Nggak heran banyak pendaki yang lebih memilih memasak nasi daripada mie instant. Tapi nggak perlu juga sampai harus bawa sekarung beras. Bawalah beras secukupnya dan disesuaikan dengan kebutuhan kita. Mau berapa kali masak dan berapa jumlah anggota.

Memasak nasi itu hal yang gampang-gampang susah. Perbandingan antara beras dan air harus pas. Salah perhitungan, nasi bisa menjadi bubur. Kalau sudah jadi bubur tinggal nambahin suwir ayam, kuah kari, dan kerupuk. Jadi bubur ayam deh. Ide bagus tuh jualan bubur ayam digunung.

OK, back to topic!

Perbandingan memasak nasi yang baik adalah 2:1 (2 gelas air aqua kecil dan 1 gelas beras aqua kecil). Membutuhkan waktu 7 – 12 menit untuk memasaknya.

2. Sayur Sup
Sayur sup merupakan menu makanan paling simpel no.2 setelah mie instan. Kandungan vitamin dalam sayurannya sangat baik bagi tubuh. Bahannya pun mudah didapatkan dimana-mana. Kita hanya perlu menyiapkan beberapa sayuran dan bumbu masak. Kupas dan potong-potong sayuran sesuka hati, masukkan kedalam panci yang berisi air mendidih, dan tambahkan bumbunya. Lebih nikmat dimakan bareng si tempe goreng anget.

3. Tumis Brokoli
Kandungan omega 3 didalam brokoli sangat baik untuk meningkatkan kecerdasan kita lho. Kalau nggak suka dengan sayuran ijo kribo yang satu ini, bisa kok diganti dengan sayuran yang lain. Misalnya, kangkung, pakcoi, wortel, kembang kol, pokoknya sayuran apa aja yang bisa ditumis. Asal jangan mantan yang dijadikan tumisan. Ups, mantan kan bukan sejenis sayur mayur. Tapi sejenis kenangan yang harus dilupakan.

Masak tumis brokoli itu sangat mudah. Siapkan wajan dengan sedikit minyak. Tumis bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai sampai wanginya menyebar ditenda sebelah, lalu memasukkan brokoli atau sayuran yang lainnya. Lebih mantap lagi kalau ditambahkan bakso. Supaya enak, masukkan garam dan merica secukupnya.



4. Steak!
Anak kos yang baca menu ini jangan bingung dulu. Gimana bisa makan steak di gunung, wong setiap hari makannya mie instan? Justru itu, bolehlah sekali-kali makan steak. Karena makan steak di warung sudah mainstream, coba deh makan steak digunung.

Caranya gampang, beli steak di warung terdekat. Jangan lupa, steaknya dibungkus menggunakan aluminium foil. Setelah sampai di gunung, tinggal dihangatkan. Karena bisa cepat basi, menu yang ini hanya cocok dimasak di hari pertama pendakian.

5. Nasi Goreng
Nasi adalah sumber karbohidrat yang baik bagi tubuh kita. Biasakan untuk makan nasi ketika mendaki, agar tidak mudah lelah dan lapar lagi. Banyak variasi menu dari nasi, salah satunya adalah nasi goreng. Bahan yang dibutuhkan nggak ribet, hanya nasi, bumbu nasi goreng, sosis ataupun telur. Nasi bisa dimasak dahulu digunung atau beli nasi putih sebelum mendaki. Belilah nasi secukupnya jangan beserta magicom-nya.


6. Sandwich
Roti menjadi pilihan bekal yang tidak pernah dilewatkan oleh para pendaki. Selain praktis, roti lebih memberikan banyak energy, karbohidrat, kalsium, protein, fosfor dan zat besi dibandingkan nasi putih. Bosan dengan roti yang begitu-begitu saja? Coba bikin sandwich! Kita cuma butuh 2 lembar roti tawar, keju, mayonnaise, saus. Tambahkan telor dadar sebagai sumber protein.



7. Ayam Goreng
Menu yang ini memang sedikit ribet dibandingkan yang lain. Tapi bukan berarti kita tidak bisa memasaknya di gunung kan? Caranya, siapkan ayam yang sudah diungkep dan dibumbui. Goreng setengah matang. Lalu bungkus menggunakan aluminium foil atau plastik dan masukkan kedalam box makanan. Ketika sudah sampai di gunung, tinggal di goreng. Jangan lupa membawa sambal kemasan sebagai teman makan.

Catatannya Borii
kesalahan Sepele yang Sering Dilakukan Pendaki Pemula
Minimnya pengetahuan tentang pendakian kerap menimbulkan salah kaprah. Sadar atau tidak, mungkin Anda juga sudah pernah mengalami hal ini:


1. Teknik Packing yang Salah

Pendaki pemula biasanya salah memahami teknik packing yang benar. Umumnya, mereka meletakkan barang terberat di ransel paling bawah. Lalu diikuti benda-benda yang lebih ringan lain. Kesalahan inilah yang kerap membuat pendaki pemula mudah lelah. Prinsip dasar pengemasan ransel yang benar adalah letakkan barang-barang yang ringan di dasar ransel. Seperti sleeping bag, sendal dan pakaian sebaiknya disusun di bagian bawah. Logistik bahan makanan disusun setelahnya. Perlengkapan penting dan barang-barang berat seperti tenda, jas hujan, kotak p3k, alat masak diletakan bagian kepala ransel.



2. Memilih Mie Instan Sebagai Makanan Utama Saat Pendakian Karena Praktis

Mie instan memang makanan yang sangat praktis dan selalu menjadi idola pendaki saat lapar. Tidak membutuhkan waktu lama, mie instan bisa memenuhi kebutuhan perut yang lapar. Namun, kandungan bahan pengawet dan bahan kimia dalam mie instan dapat menurunkan metabolisme tubuh. Padahal mendaki membutuhkan banyak energi. Gantilah mie instant dengan makanan lain, misalnya nasi atau roti.




3. Menentukan Posisi Tenda

Kesalahkaprahan juga seringkali terjadi saat menentukan posisi tenda. Pendaki pemula umumnya kurang memperhatikan letak tenda. Asal tanah lapang, bisa dijadikan tempat untuk mendirikan tenda. Padahal  untuk menentukan posisi tenda yang baik, Anda juga harus memperhatikan arah mata angin. Amati kemana arah angin berhembus. Jika sudah menemukannya, tempatkan posisi pintu tenda membelakangi arah angin. Hal yang paling penting, jangan mendirikan tenda di jalur pendakian. Akan mengganggu kenyamanan pendaki lainnya.



4. Mendaki dalam Jumlah Banyak Lebih Aman

Kebanyakan orang berpikir, mendaki dalam jumlah banyak bisa mengurangi resiko kecelakaan selama di gunung. Dengan asumsi banyak orang yang siap membantu, mereka merasa lebih tenang dan aman saat mendaki.

Rombongan besar justru akan merepotkan. Makin sulit membagi logistik dan mengatur manajemen perjalanan. Masalah yang sering muncul adalah banyaknya konflik. Keinginan anggota yang beraneka ragam dan sikap intoleransi.

Idealnya, dalam satu rombongan pendakian, beranggotakan 4 sampai 6 orang pendaki saja. Pilih satu orang untuk memimpin pendakian yang paling bisa diandalkan dan memiliki jiwa leadership tinggi.

5. Kesalahan paling fatal ketika Hipotermia dianggap kesurupan

Kesalahpahamanan yang sering dialami pendaki pemula adalah ketika penderita hipotermia dianggap sedang kesurupan. Perbedaan gejala antara hipotermia dan kesurupan memang terlihat samar. Berbicara melantur, menggigil hebat, kulit terlihat keabu-abuan, detak jantung melemah, tekanan darah menurun, dan terjadi kontraksi otot untuk sebagai usaha untuk bernapas.

Kemunculan gejala-gejala hipotermia tersebut kerap dianggap kesurupan. Penderita hipotermia akan meninggal jika tidak segera memperoleh penanganan yang benar. Pembekalan diri dengan pengetahuan tentang gejala dan penanganan penyakit di gunung sebaiknya menjadi perhatian yang serius.

Memberikan minuman hangat seperti teh, atau coklat bisa membantu menghangatkan tubuh penderita. Tapi, jangan memberikan kopi kepada penderita hipotermia. Sifat diuretik pada kopi, memungkinkan ginjal untuk mengeksresikan urin lebih banyak dan menghilangkan cairan pada tubuh sehingga korban justru berpotensi dehidrasi.

6. Minum air sebanyak-banyaknya

Berjalan kaki sambil menggendong ransel di punggung memang melelahkan. Apalagi jika cuaca pendakian panas menyengat. Keringat akan mengalir deras. Tenggorokan terasa kering mencekat. Minum air putih tentu sangat melegakan.

Namun, banyak pendaki yang salah kaprah saat minum air putih. Para pendaki menenggak air sebanyak-banyaknya untuk menggantikan energi yang hilang. Aturan yang benar, sebaiknya minum 2-3 teguk air.Ini berfungsi untuk membasahi tenggorokan yang kering dan mengusir dahaga. Selain itu, cara tersebut juga bisa membantu pendaki untuk mengelola persediaan air minum.

7. Memakai Jaket Saat Mendaki

Hal ini umum dilakukan pendaki. Apalagi jika mendaki saat malam hari. Udara dingin yang menusuk tidak bisa bersahabat dengan tubuh. Tak jarang banyak pendaki yang memilih menggunakan jaket saat mendaki.

Padahal, ketika Anda berjalan menggunakan jaket, suhu dalam tubuh akan semakin meningkat. Bukan lagi menghangatkan, anda akan kepanasan.

Tidak perlu memakai jaket, tapi cukup menggunakan kaos biasa. Tubuh akan otomatis mengeluarkan panas jika anda terus bergerak. Bergerak menggunakan jaket juga  bisa menyebabkan anda susah bernapas. Jaket cukup digunakan saat berada dalam tenda saja.

Catatannya Borii
Persiapan Naik Gunung Untuk Pemula
Perlengkapan dan persiapan adalah pertanyaan yang sering muncul saat ingin mendaki gunung. Apalagi, semakin populernya, kegiatan mendaki gunung seakan bukan lagi aktivitas istimewa. Semua orang terdorong untuk merasakan naik gunung, tanpa memikirkan betapa sulit persiapannya agar dapat mendaki gunung dengan baik. Apa mau di kata, naik gunung sesungguhnya tak semudah naik gunung  pada umumnya, yang telah banyak menipu anak muda labil yang ingin memenuhi foto selfie berlatar pemandangan.


usut punya usut kebanyakan sekarang mah hanya nekat yang ada membahayakan diri sendiri dan orang lain, 






Mati digunung rasanya nggak bangga ya?? Traveller bkn, petualang bukan. Oleh karena itu, pengetahuan perlengkapan yang dibutuhkan untuk mendaki gunung pun banyak dicari. Pertanyaan ini wajar, bahkan tanpa adanya film film naik gunung dan acara apa lah  pun sejak dahulu kala para pendaki gunung terutama pemula perlu tahu perlengkapan dan persiapan apa saja untuk mendaki gunung.

Nah, untuk mempermudah, berikut coba dijabarkan perlengkapan apa saja yang dibutuhkan saat mendaki gunung

Mendaki gunung itu setidaknya dilakukan secara berkelompok, minimal tiga orang. Oleh karena itu, perlengkapan naik gunung yang perlu disipakna juga dibagi dua, yaitu perlengkapan individu dan kelompok. Perlengkapan Individu ini, perlengkapan yang menjadi tanggung jawab setiap individu untuk membawa dan memiliki untuk perjalanan demi keselamatan dan kenyamanan perjalanan.

Perlengkapan individu ini ada yang sifatnya wajib demi keamanan dan berjalannya pendakian. Ada juga yang sifatnya pilihan karena ada atau tidaknya sifatnya kenyamanan dan bergantung pada medan serta tujuan.

Lalu perlengkapan kelompok. Perlengkapan yang memiliki wajib minimal tertentu harus ada dalam setiap kelompok pendakian. Ini menjadi tanggung jawab ketua kelompok pendakian untuk memastikan ketersediaan perlengkapan. Perlengkapan kelompok ini sifatnya wajib ada.

Lalu apa saya perlengkapan itu?

Persiapan pribadi berupa perlengkapan apa saja yang harus dibawa ini sangatlah penting agar tetap aman saat anda baru pertama kali mendaki gunung. Ini dia peralatan perlengkapan pribadi yang harus anda bawa untuk mendaki gunung:
  • Tas DayPack / Carrier (minamal 40 liter) : Untuk membungkus semua perlengkapan anda.
  • Jaket Tebal (Jaket Gunung) : mengingat dinginnya suhu di gunung, Jaket adalah salah satu perlengkapan penting yang harus anda bawa.
  • Celana Training dan atau Celana Kargo
  • Sepatu Gunung / Sandal Gunung : Jangan asal sepatu, anda harus memakai sepatu atau sandal yang sekiranya bisa digunakan untuk trek berat.
  • Obat-obatan pribadi : jika anda mempunyai penyakit khusus yang sekiranya tim anda tidak menyiapkan obat tersebut.
  • Jas Hujan : Untuk antisipasi jika terjadi hujan saat mendaki. Sangat penting untuk dibawa!
  • Kaus Kaki Tebal dan Sarung Tangan
  • Pakaian ganti : untuk mengganti pakaian anda yang basah karena hujan ataupun keringat.
  • Lampu Senter / Head lamp : Untuk peralatan khusus anda saat mendaki di malam hari. Tetap ingat, di gunung tidak ada listrik!
  • Masker : Jika trek berdebu, anda dianjurkan membawa masker ini. 
  • Gaiter:  Jika gunung tuuan Anda memiliki medan berpasir, alat ini perlu dimiliki. Gaiter dipasang di bagian atas sepatu sebagai penutup sampai sebatas lutut. Biasanya terbuat dari kain atau polyester. Titik untuk melindungi bagian bawah kaki, dan juga untukmenghindari masuknya pasir dan batu ke dalam sepatu saat melewati trek berpasir dan berbatu di pegunungan.
  • Trekking pole atau Tongkat daki: Tongkat ini berfungsi untuk membantu waktu istirahat panjat terutama ketikamelewati lereng cukup miring. Istilah ini hanya tongkat. Trekking tiang ini mampumenyesuaikan panjang pendek tersebut sesuai dengan kebutuhan Anda. Anda tidak perlu memaksakan diri untuk memiliki alat ini.
  • Matras dan Sleeping Bag. Untuk peralatan pribadi anda saat tidur di tenda. Sleeping bag diperlukan agar badan anda tetap hangat dan tidak kedinginan saat tidur.
  • Air dan Makanan (Opsi; Biasanya disediakan bersama oleh tim)
  • KTP : biasanya untuk keperluan simaksi


Peralatan dan perlengkapan kelompok di sediakan oleh kelompok untuk keperluan tim nanti saat naik gunung. Berikut peralatan dan perlengkapan yang sangat wajib dibawa untuk keperluan tim. Jika anda mendaki bersama dengan 5 orang lebih, disarankan membawa tas gunung (Carrier) minimal 2 dengan kapasitas minimal 75 liter.

  • Tenda Camping : dengan kapasitas tenda tergantung dari berapa banyak jumlah orang dalam tim anda. 
  • Peralatan Memasak dan Logistik : Nesting, Kompor Gunung, gas  dan lainnya
  • Pisau
  • Obat - Obatan seperti Oksigen, Obat untuk luka, obat nyeri sendi, suplemen.
  • Peralatan Navigasi seperti kompas
  • Trash Bag untuk kantung sampah. Ingat jangan buang sampah apapun di gunung!


Untuk konsumsi atau logistik, disarankan harus dipersiapkan sedetail mungkin agar tidak terjadi hal yang di inginkan. Bawalah air secukupnya, karena tidak semua trek di gunung menemui sumber air.



Nah, jadi itulah perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan pendakian dengan aman dan nyaman. Jadi, kalau mau naik gunung itu harus disiapkan dengan baik! Sekian artikel mengenai peralatan dan perlengkapan pribadiuntuk anda yang ingin mendaki gunung. Semoga bermanfaat :)



Catatannya Borii Tuesday, 27 September 2016
Mendaki Gunung Slamet via Bambangan Purbalingga

Gunung Slamet ? Gunung Slamet adalah salah satu gunung berapi yang terdapat di Pulau Jawa. Gunung ini berada di perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal dan Pemalang, Jawa Tengah. Gunung Slamet memiliki ketinggian 3.428 mdpl dan merupakan gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru di Jawa Timur. 

Gunung Slamet dapat didaki melalui tiga jalur yang paling populer yakni jalur sebelah barat Jalur Kaliwadas, sebelah selatan Jalur Batu Raden dan sebelah timur Jalur Bambangan. Dari ketiga jalur tersebut yang paling terdekat adalah Jalur Bambangan, selain pemandangannya indah juga banyaknya kera liar yang dapat kita temui sepanjang perjalanan menuju puncak.








Jalur Pendakian via Bambangan


Jalur Bambangan adalah jalur pendakian yang paling populer dan merupakan jalur yang paling sering didaki. Jalur ini merupakan jalur terpendek dibandingkan dengan jalur Batu Raden dan Kali Wadas


Untuk akses transportasinya dari Kota Purwokerto naik bus jurusan Purbalingga dan dilanjutkan dengan bus tujuan Bobot Sari dan turun di Serayu. Dari sini perjalanan disambung menggunakan angkutan pedesaan menuju desa Bambangan yang merupakan desa terakhir di kaki Gunung Slamet.

Desa Bambangan ini berada di ketinggian 1.279 mdpl. Disini para pendaki bisa menyiapkan perlengkapan dan mengurus segala administrasi pendakian. 



Gapura Selamat Datang

Setelah beberapa menit dari basecame pendaki akan menemui sebuah Gapura selamat datang Bagi pendaki Gunung Slamet. dari sinilah perjalanan dimulai. Tak jauh dari gerbang itu pendaki harus berlok ke kanan dan mensyusuri ladang penduduk. Tak lama kemudian pendaki akan memasuki pintu hutan dengan tanaman mayoritas Pohon Pinus. Jarak menuju pos 1 (Pondok Gembirung) masih harus ditempuh sekitar 1,5 jam dari sini.


 

Pos 1 . pondok Gemirung berada di ketinggian 1935 mdpl


Trek dari pos 1 menuju Pos 2 (Pondok Walang) lumayan cukup menanjak. Tapi dengan rimbunnya pohon dan jarak yang tidak kurang dari 1 Kilometer, membuat jalur ini tidak terlalu sulit untuk dilalui. Lahan cukup datar di kanan dan kiri jalur pendakian untuk bisa mendirikian beberapa tenda. 


Pos 2. Pondok Walang di ketinggian 2271 mdpl

Dari Pos 2 jalanan kembali menyempit kanan-kiri  banyak semak-semak. Ketika hujan jalan di trek ini akan menjadi cukup licin. Pos III ini merupakan pos yang terluas, di pos ini bisa mendirikan 10 tenda. Pos yang berjarak sekitar 1,5km dari pos sebelumnya ini juga tidak tersedia sumber mata air. Waktu tempuh dari pos II dengan kecepatan normal sekitar 1.5 jam.

Pos 3 . Pondok Cemara di ketinggian 2497 mdpl

Trek masih didominasi vegetasi hutan di kanan kiri. Di Pos empat ini sangat jarang untuk camp. Tempat ini juga terkenal angker, Samaranthu artinya adalah hantu tidak terlihat. Pos Samarantu ini berada persis di samping kanan jalan setapak. pos ini berjarak sekitar 1,5km dari pos sebelumnya dengan waktu tempuh lebih kurang 1,5 hingga 2 jam. Pos tersebut tidak lebih merupakan pos bayangan yang telah disalah namakan. Pos Samarantu yang benar adalah yang ini.

Pos 4. Pondok Samaranthu berada diketinggian 2697 mdpl

Sekitar 15 menit dari Pos Samaranthu kita akan sampai di Pos 5 atau Sanghiang Rangkah. Di Pos 5 ini terdapat mata air bersih yang berupa sungai kecil. Untuk mengambil air kita dapat melewati jalan menurun di sisi kiri jalur. Di Pos 5 ini juga terdapat sebuah bangunan yang dapat kita gunakan untuk bermalam. Di depan pos ini juga ada area yang datar dan bisa kita gunakan untuk mendirikan tenda. Untuk sampai ke pos 5 dari basecamp diperlukan waktu sekitar 4-5 jam.

Pos 5. Samyang Rangkah berada diketinggian 2806 disini kita bisa mengambil air 
Sumber Mata Air

Dari Pos 5 menuju Pos 6 atau Sanghiang Jampang kita harus berjalan sekitar 30-45 menit. Jalur tidak lagi berupa hutan yang lebat berupa semak-semak yang asri dengan Edelweiss di sekelilingnya . Sampai di pos 6 kita terus berjalan sampai akhirnya tiba di Pos 7 atau Sanghiang Kendil dengan waktu berjalan sekitar 30 menit dari Pos 6. Di Pos 7 ini ada sebuah bangunan yang bisa kita gunakan untuk bermalam.

Pos 7.  Samyang Kendil  berada diketinggian 2990 mdpl

Dari Pos 7 menuju Plawangan kita akan melewati jalur yang lebih berat lagi. Di jalur ini kita keluar dari hutan dan menuju lahan terbuka. Plawangan merupakan pintu masuk menuju puncak Gunung Slamet. Dari tempat ini pendaki akan dapat menikmati panorama alam yang membentang luas di arah timur.

Perjalanan selanjutnya akan menjadi lebih berat, pendaki akan keluar dari hutan menuju batas vegetasi. Setelah berjalan sekitar 2 jam dari pos tujuh maka pendakia akan sampai ke bibir kawah. 


Selepas Plawangan lintasan semakin menarik sekaligus menantang, selain pasir dan bebatuan sedimentasi lahar yang mudah longsor pada sepanjang lintasan. Di kanan kiri terdapat jurang dan tidak ada satu pohon pun yang dapat digunakan sebagai pegangan. Di daerah ini sering terjadi badai gunung, oleh karena itu pendaki disarankan untuk mendaki sewaktu pagi hari. Kebanyakan pendaki meninggalkan barang-barang mereka di bawah untuk memperingan beban. Dari Plawangan sampai di puncak dibutuhkan waktu sekitar 30-60 menit. Dari sini pendaki dapat melihat puncak Slamet yang begitu besar dan hamparan kaldera yang sangat luas dan menakjubkan yang biasa disebut Segoro Wedi.


Menuju Puncak

Menuju Puncak Bibir Kawah

Di Puncak Gunung Slamet kita akan menemukan sebuah in memoriam yang bertuliskan Surono. Surono adalah seorang pendaki yang tewas di puncak karena terjatuh dari jurang. Untuk menghormati kematiannya maka namanya dijadikan sebagai nama puncak tertinggi Gunung Slamet sehingga pendaki sering menyebutnya Puncak Surono. 

Perkiraaan Waktu Perjalanan
Jika ditotal, waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke puncak Gunung Slamet adalah sekitar 8,5 jam. Berikut ini adalah estimasi waktu yang dibutuhkan dari satu pos ke pos lain
·         Base camp – Pos I Pondok Gembirung: 1 jam
·         Pos I – Pos II Pondok Walang: 1,5 jam
·         Pos II – Pos III Pondok Cemara: 1 jam
·         Pos III – Pos IV Pondok Samaranthu: 1 jam
·         Pos IV – Pos V Samyang Rangkah: 30 menit
·         Pos V – Pos VI Samyang Jampang: 30 menit
·         Pos VI – Pos VII Samyang Kendil: 30 menit
·         Pos VII – Pos VIII – Puncak Slamet/Bibir Kawah: 2 jam
·         Memutar puncak bibir kawah: 30 menit
Sekitar 15 menit meninggalkan pos IV yakni Pondok Samaranthu kita akan menemukan sumber air yang berupa sungai kecil. Dari sini kita bisa mengisi persediaan air apabila sudah habis. Setelah melewati Pondok Samaranthu medan pendakian akan mulai terbuka. Kita akan sampai pada padang rumput. Para pendaki biasanya akan mendirikan tenda di pos 5 serta pos 7. Jika ingin summit attack subuh hari, kamu bisa mendirikan tenda di pos 7. Dari sini, butuh waktu sekitar 2 jam untuk sampai ke puncak Slamet




Catatannya Borii Wednesday, 13 July 2016