Penyesalan ohh Penyesalan
Halo apa kabar? Semoga sehat selalu ya... 
Kali ini gw mau ngebahas tentang penyesalan selalu datang terlambat , 

Okay tentunya kalian semua sangat sering mendengarnya. Yah.. kalau datang di awal itu namanya baru “kesadaran”. 


Karena, penyesalan itu adalah bentuk respon negatif dari 'hasil akhir' dari segala perilaku kita yang tidak baik di masa lalu. Dengan kata ini banyak orang menganggap “dengan penyesalan tidak ada yang bisa diperbaiki, semuanya sudah hancur” dan lain hal lagi. Berbeda dengan kesadaran, kesadaran pasti dapat memacu kita untuk menjadi lebih baik. Dimana masih banyak kesempatan lainnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. [ingat.. kesadaran itu adalah kondisi kita mengetahui kesalahan kita di masa lalu dan tidak boleh kita ulangi di masa depan, dan kita harus merubah kesalahan itu menjadi kebaikan]

Karena harus kalian ketahui, dibalik sesuatu yang terkadang kalian anggap “penyesalan” terkadang hal itu bukanlah penyesalan sesungguhnya, ketika kita sadari ada kesempatan di masa depan untuk “merubahnya” menjadi lebih baik.

Jadi, sadarilah suatu kesalahan yang pernah ada, sebelum kesadaran itu berubah menjadi sebuah penyesalan.

Sadar bahwa penyesalan akan datang belakangan, maka ciptakan rasa penyesalan ditersebut di awal suatu pelaksanaan.

“Penyesalan Itu Selama Akan Datang Di Belakang, Tapi Percayalah Bahwa Ada Allah Yang Akan Membuat Penyesalan Itu Menjadi Indah, Selama Secepatnya Kita Ingat Kepada-NYA Dan Menghadirkan DIA Dalam Hidup Kita“.

Catatannya Borii Wednesday, 5 October 2016
Mitos Sendang Drajat di Gunung Lawu
Sendang Drajat. Nah di sinilah check point pertama bagi para pendaki. Banyak pendaki bermalam di sini. Kebanyakan dari mereka ada yang tidak membawa tenda namun bermalam di rumah yang didirikan warga. Di sini pula ada sumber air bernama “Sendang Drajat”. Di tempat itu pula konon sebagai tempat ritual raja. Dibangun pula tempat pemujaan di samping Sendang Drajat tersebut. Sendang Drajat berada di Pos 5.

Lokasi Sendang Drajat di Gunung Lawu

Saya tak akan menceritakan detail perjalanan saya di Gunung Lawu. Saya hanya akan menceritakan tentang fenomena yang kami Lihat di Sendang Drajat, suatu tempat di gunung Lawu.



Sendang Drajat dipercaya masyarakat sekitar dan orang-orang tertentu sebagai tempat keramat. Hal ini berhubungan dengan Prabu Brawijaya.

Mungkin yang dimaksud disini adalah Brawijaya V (keturunan Raden Wijaya yang memerintah Majapahit )atau Prabu Bhre Kertabumi (1468 – 1478) Menurut artikel yang barusan saya baca ini airnya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Menurut kabar angin yang saya dengar di sekitar dan di atas Gunung Lawu konon bila orang yang datang ke Gunung Lawu mendapati air Sendang Drajat dalam keadaan penuh atau melimpah maka Rejekinya untuk setahun ke depan akan melimpah.

Dan bila orang yang ke Gunung Lawu mendapati air sendang sedang kering atau asat maka rejekinya untuk setahun ke depan akan kering dan asat pula. Percaya atau tidak itu terserah Anda.

Sebagai pendaki seperti biasa kami memanfaatkan sumber air untuk keperluan makan-minum termasuk untuk mencuci bahan makanan. Beruntung sekali waktu itu air sendang drajat sedang melimpah ruah hingga hamper memenuhi kolam kecil itu.

Saya yang waktu itu mencelupkan wadah berisi sayuran ke dalam sendang ditegur oleh salah seorang peziarah.

Di dekat sendang terdapat beberapa bilik setinggi dada orang dewasa yang terbuat dari bata bersemen. Bilik tak beratap itu awalnya saya kira ditujukan sebagai tempat “pipis” bagi pendaki makanya saya pipis di dalem situ hihihi.

Berikutnya saya melihat beberapa orang mengambil air sendang dengan gayung lalu dimasukkan ke dalam ember yang entah mereka bawa dari bawah atau pinjam di warung di dekat sendang.

Ada juga yang memanfaatkan botol air mineral kosong untuk menampung air sendang. Kemudian air sendang itu mereka bawa ke dalam bilik-bilik yang saya kira sebagai tempat pipis tadi.

Yang mengejutkan saya orang-orang itu mandi alias mengguyurkan air dingin sendang itu ke tubuh mereka. Jujur saya sempat terperangah melihatnya karena Gunung Lawu adalah salah satu gunung paling dingin yang pernah saya daki. Jujur lawu lebih dingin daripada Semeru, gunung tertinggi di Jawa. Orang-orang ini mandi malam hari di lembah gunung terdingin di ketinggian 3000 mdpl.

Eksotis kali ya mandi dibawah sinar bulan seperti itu? Tapi trimakasih saya tidak berminat. Masih beberapa orang yang mandi air sendang di pagi hari ketika hawa dingin lebih menusuk daripada di awal malam

Saya juga melihat beberapa orang memasukkan air sendang ke dalam botol-botol air mineral dan membawanya turun gunung. Hampir semua yang mandi air sendang membawa air sendang turun.

Bukan Cuma laki-laki dewasa tapi juga perempuan dan anak-anak yang melakukan ritual mandi air sendang itu. Bila dilihat dari penampilannya orang-orang itu sama sekali tidak terlihat jorok sampai-sampai harus mandi malam diatas gunung.

Mereka justru terlihat bersih dan necis layaknya orang kota yang kaya. Dan memang dari pakaian bagus dan mahal yang mereka kenakan mereka terlihat berkecukupan. Pakaian yang saat itu jelas tak mungkin kami beli.

Jadi? untuk apa mereka melakukan itu? Menyengsarakan diri naik gunung sampai ketinggian 3000 mdpl lalu mandi dan membawa turun airnya? Saat itu saya tak berani bertanya kepada mereka.

Demikianlah cerita mitos tentang sendang drajat.
Jangan lupa di baca juga Artikel Perjalanan ke Gunung Lawu

Catatannya Borii
Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu

Gunung Lawu adalah gunung yang terletak di perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, tepatnya di daerah Tawangmangu dan Cemorosewu. Gunung Lawu adalah gunung api yang mati atau istirahat. Tercatat gunung ini pernah meletus pada tahun 1885. Gunung Lawu banyak diminati oleh para pendaki karena pemandangan yang eksotis dan juga banyak memiliki spot-spot bagus seperti sumber air, kawah, sabana, bukit, kabut, dan satu yang paling menarik yakni adanya rumah warga alias pemukiman warga di puncaknya. Dan pemukiman tersebut diklaim sebagai pemukiman tertinggi di Jawa.

Selain karena keindahannya, Gunung lawu banyak di singgahi oleh para peziarah yang ingin berjiarah ke petilasan Prabu Bhrawijaya, dan jangan heran jika kalian ingin mendaki kesana banyak dupa ataupun tempat untuk berdoa.

Gunung Lawu memiliki tiga puncak yakni puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Puncak Hargo Dumilah yang tertinggi yakni pada ketinggian 3.265 mdpl. Diketiga puncak ini menyimpan misteri dan menjadi tempat di mitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa. Harga Dalem diyakini sebagai tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas, Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.

Konon gunung Lawu merupakan pusat kegiatan spiritual di Tanah Jawa dan berhubungan erat dengan tradisi dan budaya Praja Mangkunegaran.

Setiap orang yang hendak pergi ke puncaknya harus memahami berbagai larangan tidak tertulis untuk tidak melakukan sesuatu, baik bersifat perbuatan maupun perkataan. Bila pantangan itu dilanggar si pelaku diyakini bakal bernasib naas.

Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan/Cakrasurya, dan Pringgodani. Sehingga gunung lawu di identikan dengan gunung yang penuh misteri dan angker. jadi pesan Mbah jaga sikap dan perkataan, jika ingin mendaki kesana ya dan saling mengingatkan bagi teman seperjalanan


Pendakian

Sebelum memulai pendakian sebaiknya kita mesti mengetahui informasi medan untuk pendakian sehingga kita bisa mengatur strategi perjalanan agar kita bisa nyaman, aman dan tetap solid dengan kelompok. 

nihhh saya kasih peta jalur pendakian gunung lawu nya


BaseCamp via Jalur Cemoro Sewu



Persiapan terakhir sebelum berangkat adalah cek perlengkapan mendaki dan cek juga kondisi kesehatan.saya ingatkan kembali sebelum memulai pendakian sebaiknnya lakuakn doa dengan kelompoknya untuk diberikan kesalamatan selama pendakian, selalu jaga kekompakan tim.

Basecamp - Pos 1 Wes-Wesan 2163 mdpl (1 - 1,5 jam)
Perjalanan menu pos 1 tidak lah begitu menanjak, perjalanan masih enak dan masih santai dengan jalan yang sudah rapi karena sudah di tata dengan batu - batu. di perjalanan ini kita melewati pohon - pohon cemara yang rindang kadang ditemenin sama suara - suara burung yang merdu. di perjalanan menuju pos 1 ini kita akan menjumpai beberapa pos salah satunya milik perhutani dan pos Sendang Panguripan disinilah terdapat mata air. setalah melewati pos Sendang Panguripan  sekitar 30 menit lagi akan sampai Pos 1. Di Pos 1 ini terdapat warung jadi bisa istirahat sambil ngemil - ngemil makan gorengan atau teh anget, tapi terkadang warung tersebut tutup.

Pos 1 - Pos 2 Watu Gedeg (2 - 2,5 jam)
Dari pos 1 ke pos 2 ini trek yang akan kita lalui akan mulai terjal dengan trek tangga berbatu yang sudah di tata rapih dan merupakan trek terpanjang dari semua trek yang ada jadi siapkan mental dan fisik dari pos 1 yah.  Namun jika ingin sedikit cepat bisa memotong jalur tapi jalan nya agak curam sekali, sudah ada jalurnya ko tinggal ngikutin aja. Pada jalur ini kita akan bertemu batu besar yang bernama “Watu Jago”...Tapi awas ya jangan suka di coret - coret batu nya. di perjalanan menuju pos 2 ini kita bisa melihat hasil sisa kebakaran tahun 2015 kemarin, seprti hutan mati dengan batu - batu besar. Tapi di situlah keindahan nya, benar - benar pemandangan yang langka dari gunung - gunung lainnya.


Pos 2 - Pos 3 Watu Gede (1 jam - 1,5 jam)
Dari pos 2 ke Pos 3 perjalanan masih sama seperti trek sebelumnya, berbatuan dan masih menanjak, jika sampai sini sudah sore maka biasanya kabut mulai menyelimuti trek ini, hati - hati karena jalan sudah rada terjal dan menanjak.

Pos 3 - Pos 4 (1,5 jam - 2 jam) 
Trek pada jalur ini sudah sangat curam dan menanjak sekali, jalan nya zigzag menanjak tetapi jangan khawatir sudah ada pegangan tangan naamun sudah banyak yang rusak. di trek ini pula pohon - pohon sudah banyak dan rapat. Di pertengahan pada jalur ini saya sarankan nih jangan lupa foto -  foto nya buat yang suka narsis, tapi fotonya jangan yang mainstream, karena kalo cuaca lagi bagus pemandangan nya sangat bagus ko. Selain itu di Pos 4 juga rekomended buat bernasis ria, kita dapat langsung melihat kota dan telaga dari sudut ini. di Pos 4 ini bisa mendirikan tenda tapi hanya muat 1 - 2 tenda saja, tapi saya sarankan sih mending di Pos 5 aja sekalian karena jaraknya yang tidak jauh sekitar 30 menit, kita juga bisa menginap di warung.



Pos 4 - Pos 5  Jolotundo (30 menit)
Setelah berfoto - foto narsis dan melihat pemandangan di sekitar pos 4, perjalanan selanjutnya lebih mudah, hanya 30 menit perjalanan ke pos 5. Di pos 5 kita  bisa mendirikan tenda atau pun numpang menginap di warung, kalo ga mau ribet buka tenda saya saranin sih mending numpang menginap di warung aja, kita bisa pesan makanan dan teh hangat. Pos 5 terdapat 3 warung makan yang bisa menampung kurang lebih 20 orang per warung. jika pun mau membuka tenda bisa menampung sekitaran 10 tenda atau lebih.  Di warung tersebut ada nasi pecel,  mie rebus dan gorengan harganya pun relatif murah ko, jadi ga bawa bekal pun sudah aman lah.

jika belum terlalu gelap kita bisa melanjutkan perjalanan ke warung Mbok Yem, warung legendaris di Gunung Lawu. Warung Mbok yem persis di bawah puncak lawu. dari pos 5 ke warung Mbok Yem kurang lebih sekitar 30 menit. Sebelum sampai ke warung Mbok Yem kita akan melewati sendang drajat yaitu sebuah  mata air seperti sumur.

Pos 5 - Sendang Drajat (15 menit)
Jika tidak terlalu malam setelah Pos 5 kita bisa melanjutkan perjalanan ke Sendang Drajat yaitu sebuah sumber mata air seperti sumur, di Sendang Drajat ini pula terdapat sebuah pemujaan yang dulu dipakai untuk ritual Raja dan sampai saat ini masih dipakai untuk sebuah ritual - ritual. Di Sendang Drajat terdapat warung juga kita pun bisa menginap di warung tersebut atau jika masih ingin melanjutkan perjalanan untuk lebih dekat ke arah puncak kita bisa menginap di Warung Mbok Yem yang jaraknya 15 menit perjalanan dari Sendang drajat.



Sendang Drajat - Puncak Hargo Dumilah (30 - 45 menit)
Banyak pilihan untuk menginap dan membuka tenda, selain menginap di Pos 5, Sendang Drajat atau Mbok Yem. itu tergantung dari kondisi di lapangan dan cuaca, apalagi kalo hari libur panjang dipastikan banyak pendaki yang menginap di warung, kita harus pintar - pintar atur strategi, lebih dekat ke puncak lebih bagus dikarenakan akan menghemat waktu dan tenaga untuk keesokan harinya. 

Setalah melanjutkan perjalanan dari Sendang Drajat kita akan berjalan sekitar 15 menit menuju Warung Legendaris Mbok Yem warung tertinggi di pulau jawa, disini pemberhentian terakhir untuk menuju Puncak jika membawa barang banyak kita bisa  menaruh atau mentipkan barang - barang bawaan di warung ini, Mbok Yem nya baik ko. Dari warung  Mbok Yem  kita dilanjutkan perjalanan menuju puncak, dan langsung menanjak perjalanan nya, sekitar 30 menit waktu yang ditempuh. lalu setelah itu Taraaaaa........., harga yang didapat sebanding dengan usaha yang ditempuh dalam perjalanan. Pemandangan dari atas sini sangat bagus dan indah pokoknya terbayar semua capek dan pegel nya tapi kalo lagi kabut sihh percuma yah yang ada cuma putih semua hahahaha,,,,

Untuk menuju Hargo Dalem sangat deket ko dari warung Mbok Yem sekitar 100 meter dari warung, jadi kita bisa kesana setelah dari puncak.

Warung Mbok Yem

Puncak Gunung Lawu (Hargo Dumilah)

Melipir kekiri dari Puncak Hargo Dumilah

Berikut cerita pendakian dari berangkat sampai terakhir bisa dilihat di bawah video ini:



Sekiranya segitu saja yang bisa saya ceritakan dari trip ini, Sampai ketemu lagi di cerita petualanganku yang lain.....!!!

Jangan lupa juga baca artikel mendaki Gunung Slamet via Bambangan


Catatannya Borii Monday, 3 October 2016
Lupakan Mie Instan Dengan Hidangan Spesial
Mie instan merupakan menu yang sering menjadi pilihan ketika melakukan pendakian di gunung. Alasannya karena mie instan mudah disajikan dan tidak membutuhkan banyak ruang ketika disimpan dalam keril. Seperti yang telah kita ketahui bahwa mie instan tidak baik untuk kesehatan, apalagi untuk bekal pendakian. Mie instan hanya memberikan sedikit energy. Sedangkan zat kimia yang terkandung didalamnya dapat menurunkan metabolisme tubuh kita. Jangan sampai nyerah di tengah jalan sebelum bisa sampai puncak!



1. Nasi
Kandungan karbohidrat dan kalori yang terdapat pada nasi merupakan sumber energi utama untuk menjaga stamina tubuh. Nggak heran banyak pendaki yang lebih memilih memasak nasi daripada mie instant. Tapi nggak perlu juga sampai harus bawa sekarung beras. Bawalah beras secukupnya dan disesuaikan dengan kebutuhan kita. Mau berapa kali masak dan berapa jumlah anggota.

Memasak nasi itu hal yang gampang-gampang susah. Perbandingan antara beras dan air harus pas. Salah perhitungan, nasi bisa menjadi bubur. Kalau sudah jadi bubur tinggal nambahin suwir ayam, kuah kari, dan kerupuk. Jadi bubur ayam deh. Ide bagus tuh jualan bubur ayam digunung.

OK, back to topic!

Perbandingan memasak nasi yang baik adalah 2:1 (2 gelas air aqua kecil dan 1 gelas beras aqua kecil). Membutuhkan waktu 7 – 12 menit untuk memasaknya.

2. Sayur Sup
Sayur sup merupakan menu makanan paling simpel no.2 setelah mie instan. Kandungan vitamin dalam sayurannya sangat baik bagi tubuh. Bahannya pun mudah didapatkan dimana-mana. Kita hanya perlu menyiapkan beberapa sayuran dan bumbu masak. Kupas dan potong-potong sayuran sesuka hati, masukkan kedalam panci yang berisi air mendidih, dan tambahkan bumbunya. Lebih nikmat dimakan bareng si tempe goreng anget.

3. Tumis Brokoli
Kandungan omega 3 didalam brokoli sangat baik untuk meningkatkan kecerdasan kita lho. Kalau nggak suka dengan sayuran ijo kribo yang satu ini, bisa kok diganti dengan sayuran yang lain. Misalnya, kangkung, pakcoi, wortel, kembang kol, pokoknya sayuran apa aja yang bisa ditumis. Asal jangan mantan yang dijadikan tumisan. Ups, mantan kan bukan sejenis sayur mayur. Tapi sejenis kenangan yang harus dilupakan.

Masak tumis brokoli itu sangat mudah. Siapkan wajan dengan sedikit minyak. Tumis bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai sampai wanginya menyebar ditenda sebelah, lalu memasukkan brokoli atau sayuran yang lainnya. Lebih mantap lagi kalau ditambahkan bakso. Supaya enak, masukkan garam dan merica secukupnya.



4. Steak!
Anak kos yang baca menu ini jangan bingung dulu. Gimana bisa makan steak di gunung, wong setiap hari makannya mie instan? Justru itu, bolehlah sekali-kali makan steak. Karena makan steak di warung sudah mainstream, coba deh makan steak digunung.

Caranya gampang, beli steak di warung terdekat. Jangan lupa, steaknya dibungkus menggunakan aluminium foil. Setelah sampai di gunung, tinggal dihangatkan. Karena bisa cepat basi, menu yang ini hanya cocok dimasak di hari pertama pendakian.

5. Nasi Goreng
Nasi adalah sumber karbohidrat yang baik bagi tubuh kita. Biasakan untuk makan nasi ketika mendaki, agar tidak mudah lelah dan lapar lagi. Banyak variasi menu dari nasi, salah satunya adalah nasi goreng. Bahan yang dibutuhkan nggak ribet, hanya nasi, bumbu nasi goreng, sosis ataupun telur. Nasi bisa dimasak dahulu digunung atau beli nasi putih sebelum mendaki. Belilah nasi secukupnya jangan beserta magicom-nya.


6. Sandwich
Roti menjadi pilihan bekal yang tidak pernah dilewatkan oleh para pendaki. Selain praktis, roti lebih memberikan banyak energy, karbohidrat, kalsium, protein, fosfor dan zat besi dibandingkan nasi putih. Bosan dengan roti yang begitu-begitu saja? Coba bikin sandwich! Kita cuma butuh 2 lembar roti tawar, keju, mayonnaise, saus. Tambahkan telor dadar sebagai sumber protein.



7. Ayam Goreng
Menu yang ini memang sedikit ribet dibandingkan yang lain. Tapi bukan berarti kita tidak bisa memasaknya di gunung kan? Caranya, siapkan ayam yang sudah diungkep dan dibumbui. Goreng setengah matang. Lalu bungkus menggunakan aluminium foil atau plastik dan masukkan kedalam box makanan. Ketika sudah sampai di gunung, tinggal di goreng. Jangan lupa membawa sambal kemasan sebagai teman makan.

Catatannya Borii
kesalahan Sepele yang Sering Dilakukan Pendaki Pemula
Minimnya pengetahuan tentang pendakian kerap menimbulkan salah kaprah. Sadar atau tidak, mungkin Anda juga sudah pernah mengalami hal ini:


1. Teknik Packing yang Salah

Pendaki pemula biasanya salah memahami teknik packing yang benar. Umumnya, mereka meletakkan barang terberat di ransel paling bawah. Lalu diikuti benda-benda yang lebih ringan lain. Kesalahan inilah yang kerap membuat pendaki pemula mudah lelah. Prinsip dasar pengemasan ransel yang benar adalah letakkan barang-barang yang ringan di dasar ransel. Seperti sleeping bag, sendal dan pakaian sebaiknya disusun di bagian bawah. Logistik bahan makanan disusun setelahnya. Perlengkapan penting dan barang-barang berat seperti tenda, jas hujan, kotak p3k, alat masak diletakan bagian kepala ransel.



2. Memilih Mie Instan Sebagai Makanan Utama Saat Pendakian Karena Praktis

Mie instan memang makanan yang sangat praktis dan selalu menjadi idola pendaki saat lapar. Tidak membutuhkan waktu lama, mie instan bisa memenuhi kebutuhan perut yang lapar. Namun, kandungan bahan pengawet dan bahan kimia dalam mie instan dapat menurunkan metabolisme tubuh. Padahal mendaki membutuhkan banyak energi. Gantilah mie instant dengan makanan lain, misalnya nasi atau roti.




3. Menentukan Posisi Tenda

Kesalahkaprahan juga seringkali terjadi saat menentukan posisi tenda. Pendaki pemula umumnya kurang memperhatikan letak tenda. Asal tanah lapang, bisa dijadikan tempat untuk mendirikan tenda. Padahal  untuk menentukan posisi tenda yang baik, Anda juga harus memperhatikan arah mata angin. Amati kemana arah angin berhembus. Jika sudah menemukannya, tempatkan posisi pintu tenda membelakangi arah angin. Hal yang paling penting, jangan mendirikan tenda di jalur pendakian. Akan mengganggu kenyamanan pendaki lainnya.



4. Mendaki dalam Jumlah Banyak Lebih Aman

Kebanyakan orang berpikir, mendaki dalam jumlah banyak bisa mengurangi resiko kecelakaan selama di gunung. Dengan asumsi banyak orang yang siap membantu, mereka merasa lebih tenang dan aman saat mendaki.

Rombongan besar justru akan merepotkan. Makin sulit membagi logistik dan mengatur manajemen perjalanan. Masalah yang sering muncul adalah banyaknya konflik. Keinginan anggota yang beraneka ragam dan sikap intoleransi.

Idealnya, dalam satu rombongan pendakian, beranggotakan 4 sampai 6 orang pendaki saja. Pilih satu orang untuk memimpin pendakian yang paling bisa diandalkan dan memiliki jiwa leadership tinggi.

5. Kesalahan paling fatal ketika Hipotermia dianggap kesurupan

Kesalahpahamanan yang sering dialami pendaki pemula adalah ketika penderita hipotermia dianggap sedang kesurupan. Perbedaan gejala antara hipotermia dan kesurupan memang terlihat samar. Berbicara melantur, menggigil hebat, kulit terlihat keabu-abuan, detak jantung melemah, tekanan darah menurun, dan terjadi kontraksi otot untuk sebagai usaha untuk bernapas.

Kemunculan gejala-gejala hipotermia tersebut kerap dianggap kesurupan. Penderita hipotermia akan meninggal jika tidak segera memperoleh penanganan yang benar. Pembekalan diri dengan pengetahuan tentang gejala dan penanganan penyakit di gunung sebaiknya menjadi perhatian yang serius.

Memberikan minuman hangat seperti teh, atau coklat bisa membantu menghangatkan tubuh penderita. Tapi, jangan memberikan kopi kepada penderita hipotermia. Sifat diuretik pada kopi, memungkinkan ginjal untuk mengeksresikan urin lebih banyak dan menghilangkan cairan pada tubuh sehingga korban justru berpotensi dehidrasi.

6. Minum air sebanyak-banyaknya

Berjalan kaki sambil menggendong ransel di punggung memang melelahkan. Apalagi jika cuaca pendakian panas menyengat. Keringat akan mengalir deras. Tenggorokan terasa kering mencekat. Minum air putih tentu sangat melegakan.

Namun, banyak pendaki yang salah kaprah saat minum air putih. Para pendaki menenggak air sebanyak-banyaknya untuk menggantikan energi yang hilang. Aturan yang benar, sebaiknya minum 2-3 teguk air.Ini berfungsi untuk membasahi tenggorokan yang kering dan mengusir dahaga. Selain itu, cara tersebut juga bisa membantu pendaki untuk mengelola persediaan air minum.

7. Memakai Jaket Saat Mendaki

Hal ini umum dilakukan pendaki. Apalagi jika mendaki saat malam hari. Udara dingin yang menusuk tidak bisa bersahabat dengan tubuh. Tak jarang banyak pendaki yang memilih menggunakan jaket saat mendaki.

Padahal, ketika Anda berjalan menggunakan jaket, suhu dalam tubuh akan semakin meningkat. Bukan lagi menghangatkan, anda akan kepanasan.

Tidak perlu memakai jaket, tapi cukup menggunakan kaos biasa. Tubuh akan otomatis mengeluarkan panas jika anda terus bergerak. Bergerak menggunakan jaket juga  bisa menyebabkan anda susah bernapas. Jaket cukup digunakan saat berada dalam tenda saja.

Catatannya Borii
Persiapan Naik Gunung Untuk Pemula
Perlengkapan dan persiapan adalah pertanyaan yang sering muncul saat ingin mendaki gunung. Apalagi, semakin populernya, kegiatan mendaki gunung seakan bukan lagi aktivitas istimewa. Semua orang terdorong untuk merasakan naik gunung, tanpa memikirkan betapa sulit persiapannya agar dapat mendaki gunung dengan baik. Apa mau di kata, naik gunung sesungguhnya tak semudah naik gunung  pada umumnya, yang telah banyak menipu anak muda labil yang ingin memenuhi foto selfie berlatar pemandangan.


usut punya usut kebanyakan sekarang mah hanya nekat yang ada membahayakan diri sendiri dan orang lain, 






Mati digunung rasanya nggak bangga ya?? Traveller bkn, petualang bukan. Oleh karena itu, pengetahuan perlengkapan yang dibutuhkan untuk mendaki gunung pun banyak dicari. Pertanyaan ini wajar, bahkan tanpa adanya film film naik gunung dan acara apa lah  pun sejak dahulu kala para pendaki gunung terutama pemula perlu tahu perlengkapan dan persiapan apa saja untuk mendaki gunung.

Nah, untuk mempermudah, berikut coba dijabarkan perlengkapan apa saja yang dibutuhkan saat mendaki gunung

Mendaki gunung itu setidaknya dilakukan secara berkelompok, minimal tiga orang. Oleh karena itu, perlengkapan naik gunung yang perlu disipakna juga dibagi dua, yaitu perlengkapan individu dan kelompok. Perlengkapan Individu ini, perlengkapan yang menjadi tanggung jawab setiap individu untuk membawa dan memiliki untuk perjalanan demi keselamatan dan kenyamanan perjalanan.

Perlengkapan individu ini ada yang sifatnya wajib demi keamanan dan berjalannya pendakian. Ada juga yang sifatnya pilihan karena ada atau tidaknya sifatnya kenyamanan dan bergantung pada medan serta tujuan.

Lalu perlengkapan kelompok. Perlengkapan yang memiliki wajib minimal tertentu harus ada dalam setiap kelompok pendakian. Ini menjadi tanggung jawab ketua kelompok pendakian untuk memastikan ketersediaan perlengkapan. Perlengkapan kelompok ini sifatnya wajib ada.

Lalu apa saya perlengkapan itu?

Persiapan pribadi berupa perlengkapan apa saja yang harus dibawa ini sangatlah penting agar tetap aman saat anda baru pertama kali mendaki gunung. Ini dia peralatan perlengkapan pribadi yang harus anda bawa untuk mendaki gunung:
  • Tas DayPack / Carrier (minamal 40 liter) : Untuk membungkus semua perlengkapan anda.
  • Jaket Tebal (Jaket Gunung) : mengingat dinginnya suhu di gunung, Jaket adalah salah satu perlengkapan penting yang harus anda bawa.
  • Celana Training dan atau Celana Kargo
  • Sepatu Gunung / Sandal Gunung : Jangan asal sepatu, anda harus memakai sepatu atau sandal yang sekiranya bisa digunakan untuk trek berat.
  • Obat-obatan pribadi : jika anda mempunyai penyakit khusus yang sekiranya tim anda tidak menyiapkan obat tersebut.
  • Jas Hujan : Untuk antisipasi jika terjadi hujan saat mendaki. Sangat penting untuk dibawa!
  • Kaus Kaki Tebal dan Sarung Tangan
  • Pakaian ganti : untuk mengganti pakaian anda yang basah karena hujan ataupun keringat.
  • Lampu Senter / Head lamp : Untuk peralatan khusus anda saat mendaki di malam hari. Tetap ingat, di gunung tidak ada listrik!
  • Masker : Jika trek berdebu, anda dianjurkan membawa masker ini. 
  • Gaiter:  Jika gunung tuuan Anda memiliki medan berpasir, alat ini perlu dimiliki. Gaiter dipasang di bagian atas sepatu sebagai penutup sampai sebatas lutut. Biasanya terbuat dari kain atau polyester. Titik untuk melindungi bagian bawah kaki, dan juga untukmenghindari masuknya pasir dan batu ke dalam sepatu saat melewati trek berpasir dan berbatu di pegunungan.
  • Trekking pole atau Tongkat daki: Tongkat ini berfungsi untuk membantu waktu istirahat panjat terutama ketikamelewati lereng cukup miring. Istilah ini hanya tongkat. Trekking tiang ini mampumenyesuaikan panjang pendek tersebut sesuai dengan kebutuhan Anda. Anda tidak perlu memaksakan diri untuk memiliki alat ini.
  • Matras dan Sleeping Bag. Untuk peralatan pribadi anda saat tidur di tenda. Sleeping bag diperlukan agar badan anda tetap hangat dan tidak kedinginan saat tidur.
  • Air dan Makanan (Opsi; Biasanya disediakan bersama oleh tim)
  • KTP : biasanya untuk keperluan simaksi


Peralatan dan perlengkapan kelompok di sediakan oleh kelompok untuk keperluan tim nanti saat naik gunung. Berikut peralatan dan perlengkapan yang sangat wajib dibawa untuk keperluan tim. Jika anda mendaki bersama dengan 5 orang lebih, disarankan membawa tas gunung (Carrier) minimal 2 dengan kapasitas minimal 75 liter.

  • Tenda Camping : dengan kapasitas tenda tergantung dari berapa banyak jumlah orang dalam tim anda. 
  • Peralatan Memasak dan Logistik : Nesting, Kompor Gunung, gas  dan lainnya
  • Pisau
  • Obat - Obatan seperti Oksigen, Obat untuk luka, obat nyeri sendi, suplemen.
  • Peralatan Navigasi seperti kompas
  • Trash Bag untuk kantung sampah. Ingat jangan buang sampah apapun di gunung!


Untuk konsumsi atau logistik, disarankan harus dipersiapkan sedetail mungkin agar tidak terjadi hal yang di inginkan. Bawalah air secukupnya, karena tidak semua trek di gunung menemui sumber air.



Nah, jadi itulah perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan pendakian dengan aman dan nyaman. Jadi, kalau mau naik gunung itu harus disiapkan dengan baik! Sekian artikel mengenai peralatan dan perlengkapan pribadiuntuk anda yang ingin mendaki gunung. Semoga bermanfaat :)



Catatannya Borii Tuesday, 27 September 2016
Bolehkah perempuan menstruasi naik gunung?
Sering kali temen-temen cewek pada nanya ke aku “Mol, aku lagi dapet nih, boleh nggak ya naik gunung?”. Pengen banget jawab “kok tanya ke aku, emang tu Gunung punyaanku”. Tapi karena khawatir di amuk-amuk temen yang lagi PMS, jadi aku bikin tulisan ini ajah.


Sebelum aku bilang boleh atau nggak perempuan menstruasi naik gunung, alangkah baiknya kita kenalan sama yang namanya menstruasi dulu. Terutama cowok nih, kan nggak pernah ngalamin tuh.


Menstruasi
Menstruasi atau haid atau datang bulan merupakan proses keluarnya darah dari dalam rahim yang terjadi karenaluruhnya lapisan dinding rahim bagian dalam yang banyak mengandung pembuluh darah dan sel-sel telur yang tidak dibuahi. Menstruasi pasti akan terjadi pada semua wanita normal (www.menstruasi.com).

Pada perempuan siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari. Walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua perempuan memiliki siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari. Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5-7 hari dan paling lama 15 hari. Jika darah keluar lebih dari 15 hari maka itu termasuk darah penyakit (silahkan gugling sendiri mengenai hal ini).

Sebelum menstruasi berlangsung, biasanya perempuan akan mengalami PMS (Pra Menstuasi Sindrom). Sindrom sebelum menstruasi ini berhubungan dengan naik turunnya hormon estrogen dan progesterone yang terjadi selama siklus mesntruasi. Variasi PMS yang terjadi pada setiap perempuan pun berbeda-beda. Gejala PMS akan berpengaruh pada perubahan fisik dan psikis. Pada perubahan fisik biasanya perut terasa nyeri, pusing-pusing, punggung pegal, payudara nyeri, gampang capek dan perubahan nafsu makan. Sedangkan pada perubahan psikis biasanya mudah marah, mudah gelisah atau cemas, kurang konsentrasi dll.

Setiap kali akan atau sedang menstruasi kadang perut terasa nyeri, hal ini dikarenakan kontraksi otot perut ketika mengeluarkan darah dari dalam rahim. Sebagaimana kontraksi otot pada bagian tubuh yang lain, otot rahim yang telah bekerja sangat intens ini pun akan mengalami ketegangan (kram), dan kondisi ini menyebabkan nyeri. Hal ini pula yang kadang memicu emosional perempuan menjadi labil, sehingga mudah sekali marah. Jadi para lelaki sudah tahukan mengapa perempuan sering marah ketika menstruasi? :D

Bolehkah Perempuan Menstruasi Naik Gunung?
Untuk menjawab pertanyaan di atas, aku melakukan survey kecil-kecilan ke temen-temen yang suka naik gunung. Baik laki-laki atau perempuan. Dari hasil survey tersebut ada yang pro dan ada yang kontra. Wajar.

Hasil pendapat tersebut aku rangkum dan mendapatkan apa yang membuat pro dan kontra. Yaitu:

- Mistis
Ada temen yang berpendapat, kalau ada perempuan menstruasi naik gunung pasti akan diikuti hal-hal mistis. Bahkan sampai ada yang kesurupan. Malah ada juga yang kesurupan itu temen seperjalanan si perempuan mesntruasi itu. Jadi kalau bawa perempuan yang sedang menstruasi itu kayak ‘ngorbanin’ temen perjalanannya.

Selain itu ada juga beberapa tempat yang tidak boleh didatangi oleh perempuan menstruasi. Sudah jadi pantangan dan aturan setempat. Karena mereka percaya nanti akan ada hal-hal buruk. Biasanya, orang-orang yang percaya hal ini pasti akan melarang teman perempuan yang sedang menstruasi ikut.

Tetapi, ada juga beberapa orang yang menganggap biasa saja dengan hal ini. Asal percaya dengan Tuhan, perempuan menstruasi tidak masalah untuk mendatangi tempat tersebut. Asal jangan melamun aja, apalagi ngelamunin mantan. Ehhh

- Kontrol Emosi
Seperti yang aku bilang tadi, perempuan menstruasi emosinya tidak stabil. Naik gunung yang cenderung bermain fisik dan melelahkan pasti akan berdampak dengan emosi seseorang. Perempuan menstruasi yang sedang berada dilingkaran seperti ini pasti akan mudah kepancing emosinya.

Biasanya, banyak laki-laki yang ‘malas’ mengajak teman perempuan menstruasi karena alasan tersebut. Soalnya tidak semua perempuan bisa mengontrol emosi ketika lagi menstruasi. Apalagi pas naik gunung yang capeknya luar biasa. Bisa jadi ‘kesentil’ dikit ngamuknya berjam-jam. Alasan inilah yang aku dapetin dari teman-teman kenapa nggak mau ngajak teman perempuan menstruasi naik gunung.

Pengalaman pribadi nih, pernah ada di posisi tersebut. Posisi sebagai perempuan menstruasi yang labil emosinya, juga posisi sebagai teman perjalanan perempuan yang sedang menstruasi. Banyak awkward moment di sepanjang perjalanan. Tapi ini menjadi tantangan tersendiri buatku, gimana caranya bisa survive di gunung dalam kondisi menstruasi dan nggak ngamuk-ngamuk kalau lagi dibercandain. Juga tantangan ngadepin temen perempuan yang be-te di sepanjang perjalanan.

Gampang? Oh Nooooooo!!! Pengen nangis rasanya. Tapi, kalau bisa ngewatin perjalanan sampai pulang tanpa emosi itu kayak menang undian. Karena bisa mengalahkan emosi diri sendiri. Oya, jangan lupa kalau lagi menstruasi kudu bilang sama teman seperjalanan, biar mereka tahu kondisi kita (perempuan yang sedang menstruasi). Biar nggak dibercandain yang bikin kita berubah jadi macan. Auuummmm

- Ketahanan Tubuh Menurun
Tidak semua perempuan menjalani hari-hari dengan ‘biasa’ saja ketika sedang menstruasi. Ketahanan tubuh saat itu tidak bisa diprediksi. Bisa jadi pas mentruasi fit, bisa jadi lemah. Biasanya hal ini dipengaruhi lingkungan dan pikiran. Bahkan, ada perempuan ketika menstruasi sering pingsan karena tidak kuat menahan kram yang sakit luar biasa di perut. Apabila ketika menstruasi sering mengalami penurunan ketahan tubuh, menurutku nggak usah dulu ikutan naik gunung. Nggak hanya nyiksa diri, tapi juga ngrepotin teman seperjalanan.

Pengalaman pribadi juga, pernah suatu ketika naik gunung pas menstruasi. Nggak seperti biasanya, ditengah perjalanan tiba-tiba lemas luar biasa. Beruntung teman seperjalanan tahu kondisi aku. Jadi tidak keberatan jika selama perjalanan banyak berhenti biar aku nyaman. Lalu sewaktu camp aku jaga tenda dan nggak ikut muncak. Sebenarnya aku dikasih pilihan sama teman perjalanan, diem di tenda atau ikut muncak.

“yang tahu kondisi tubuhmu ya kamu sendiri, kalau kamu percaya kamu kuat ayo”

Aku sadar waktu itu aku masih lemas, jadi aku mutusin untuk diem di tenda aja. Lebih banyak istirahat biar nanti pas turun kuat lagi. Toh puncaknya nggak kemana-kemana, nanti kapan-kapan kesini lagi dengan kondisi yang fit. Dari sini aku belajar memahami untuk tidak egois atau memaksakan diri sendiri.

Aku rasa ini berlaku juga untuk teman yang menstruasinya ketika sudah sampai di gunung. Ada kan beberapa temen perempuan yang jadwal mentruasinya nggak ketebak. Begitu tahu menstruasi langsung lemas mendadak. Kalau kalian (para perempuan) mengalami hal tersebut, maka koordinasikan dengan teman seperjalanan. Jangan malu, jangan sungkan. Katakan sejujurnya kondisi kalian. Oke!

- Di ikuti Hewan Buas
Pasti pernah denger kalau darah sangat disukai hewan tak terkecuali darah menstruasi. Apalagi darah menstruasi adalah darah kotor dari tubuh perempuan. Sehingga ada pendapat kalau perempuan menstruasi ke gunung bakal di ikuti hewan buas. Ditakutkan akan diserang hewan buas tersebut.

Pengalaman pribadi selama naik gunung dalam kondisi mentruasi atau barengan teman perempuan menstruasi belum pernah ada kejadian di ikuti atau di serang hewan buas. Tapi tetep cek n ricek gunungnya juga ya, siapa tahu emang beneran ada hewan buas beneran.

- Ganti Pembalutnya Gimana?
Ini dia yang menjadi momok bagi perempuan, ganti pembalutnya gimana? Terus buang pembalutnya gimana? Tetep ya, meski pun sedang di gunung kebersihan miss V harus dijaga. Ganti pembalut minimal 2-3x sehari.

Kenapa harus? Kalau kamu tipekal perempuan yang setiap menstruasi darah yang keluar deras/banyak, dikhawatirkan akan tembus sampai ke celana dalam atau celana luar. Kalau sampai tembus dan mengotori tenda (misalnya) kan kasihan teman-teman yang lain. Mungkin ada sebagian yang jijik atau mual kalau liat darah. Kalau sampai kalian (para perempuan) sejorok ini pasti temen-temenmu males ngajakin kamu naik gunung.

Jangan lupa ketika ganti, pembalut kotor tersebut di bawa pulang untuk dibuang pada tempatnya. Bungkus dengan kertas atau tempat yang memang sudah dipersiapkan, seperti plastik atau kresek. Aku yakin, perempuan mentruasi ketika naik gunung pasti sudah mempersiapkan hal ini. Kemudian masukkan kedalam tas-mu, nanti kalau sudah sampai basecamp (kalau sempat) cuci sebentar dan buang pada tempat sampah.

Inilah hasil rangkuman tersebut. Apa yang menjadikan pro dan kontra perempuan menstruasi boleh naik gunung atau tidak. Hal ini bisa menjadi pertimbangan buat kalian para perempuan mentruasi dan juga teman-teman seperjalanannya (baik laki-laki atau perempuan) ketika akan naik gunung.

Aku juga akan memberi tips untuk teman-teman perempuan ketika sedang menstruasi akan ikut pendakian.

Tips mendaki gunung untuk perempuan yang sedang (atau akan) mentruasi :
1. Kenali tanggal menstruasi-mu
Harus itu. Karena hanya kamu yang tahu kapan kamu akan menstruasi, kapan selesainya, kapan mulai kram perut, dan kapan masa derasnya darah keluar. Sehingga kamu dapat mempersiapkan pembalut yang akan kamu bawa. Jadi jangan cuma tanggal jadian doang yang diinget.

2. Kenali kondisi tubuhmu
Ini penting. Kondisi fisik perempuan ketika berhalangan sering berubah-ubah, bisa jadi bulan kemaren fisiknya masih tetep oke, bisa jadi bulan ini ketahanan tubuh menurun. Sehingga kamu dapat memutuskan untuk ikut mendaki atau tidak. Karena yang tahu hanya kamu sendiri. Ingat, jangan pake egomu, pentingkan kebersamaan teman-temanmu. Jangan sampai menjadi penghambat yang merepotkan.

3. Bicarakan dengan teman se-tim
Wajib. Supaya teman-teman se-tim tahu kondisi kamu. Karena menurutku, jika ada salah satu teman se-tim yang tidak ikhlas akan hadirnya perempuan yang menstruasi itu sangatlah tidak nyaman. Hal ini juga nantinya akan berpengaruh pada emosi dan fisik si perempuan menstruasi tersebut.

4. Siapkan amunisi
Apa amunisi ini? Jelas pembalut dan pendukungnya seperti kertas dan plastik hitam untuk membungkus. Jangan sampai kita kelimpungan cari tempat untuk membungkus ‘kotoran’ kita sendiri.

5. Bawa makanan yang membantu mood
Banyak sekali makanan yang membantu membangkitkan mood. Ada coklat yang menurut berbagai sumber dapat mengembalikan mood. Kemudian minuman kunyit asam yang bisa membantu meredakan rasa nyeri pada perut. Yang harus dihindari adalah makanan yang manis-manis seperti permen, terus minuman yang mengandung kafein dan makanan dengan MSG seperti taro atau ciki. Jadi sudah tahukan makanan apa yang harus dibawa ketika lagi berhalangan?

Jadi teman-teman perempuanku tersayang, kalau nanya ke aku apa boleh kalau lagi menstruasi naik gunung, silakan baca ini. Karena aku sendiri tidak bisa memutuskan apakah kalian (para perempuan menstruasi) boleh naik gunung atau tidak, kecuali kalau naik gunungnya sama aku.

Oleh karena itu, tanyakan pada teman se-tim kamu. Mau nggak mereka membawa kalian (para perempuan mentruasi) naik gunung. Dan buat calon teman se-tim perempuan mentruasi naik gunung, kalian sudah tahukan apa yang harus kalian lakukan ketika membersamai perempuan menstruasi? Jangan di usilin ya, ntar di amuk-amuk ikutan ngambek lagi :D :D
(=^.^=)

Catatannya Borii Monday, 19 September 2016
Orang Seram dan Menakutkan
Si Cari Muka dan Si Muka Dua. Serem yang mana?

Kebetulan di malam hari saya ngobrol dengan salah seorang teman dan nyantol’lah kita pada suatu topik.

Teman Saya : Si Cari Muka dan Si Muka Dua. Serem yang mana?
Saya : Serem muka Bos kita

Hahahaa...garing memang.. Tapi rasanya menarik dijadikan obrolan. Masih seputar tipe-tipe orang di kantor yang sering kita hadapi. Atau bahakan kita yang seperti itu? Hahahha..Menggelikan!

Kembali ke Tema, Si Cari Muka dan Si Muka Dua. Kita bahas satu-satu ya..

SI CARI MUKA

Menurut saya sah-sah saja sih, SELAMA itu tidak merugikan orang lain. Untuk dilihat lebih “wah” sama atasan emang kadang kita sendiri tanpa sadar melakukan itu. Tapi kalo sudah merugikan orang lain, lha ini yang perlu diwaspadai. Bekerja dengan menjilat ke atas dan menginjak ke bawah. Orang orang seperti ini paling suka mengadu domba atasan dengan temannya sendiri. Susah lihat orang senang dan senang lihat orang susah. Umumnya mereka yang suka cari muka alias penjilat karena dalam hatinya selalu iri, di otaknya selalu negative thinking. Semua itu untuk menutupi kekurangannya. Tak peduli ulah mereka merugikan orang lain, yang penting atasan senang.

Ciri-Ciri Si Cari Muka:
1. Terlihat Gesit Dan Selalu Berkata ”Yes” Pada Si Bos Walaupun Mungkin Dia Tidak Setuju
2. Tidak Pernah Setia Pada Si Bos Dan Hanya Memanfaatkan Power Si Bos Untuk Menyelamatkan Diri. Bila Si Bos Kehilangan Power, Maka Dia Dengan Mudahnya Akan Menjilat Bos Baru
3. Sering Melaporkan Kejelekan Dan Kekurangan Rekan Kerja Kepada Si Bos Dan Takut Disaingi Oleh Rekan Kerja
4. Secara Intelektual Dia Tidak Terlalu Cerdas, Tapi Pintar Menutupinya Dengan Cara Memanfaat Keterampilan Rekan Kerja. Dia merasa paling sibuk, tapi sebenarnya tidak ada output kerjaan dia yg berguna
5. Selalu Tunduk Pada Perintah Si Bos Walaupun Di Belakang Si Bos Dia Akan Menjelek-Jelekan Si Bos
6. Selalu Bersikap Proaktif Membantu Si Bos Untuk Urusan-Urusan Pribadi Si Bos, Bukan Urusan Kantor
7. Dia tidak akan segan2 utk menindas rekannya. Tidak perlu secara fisik, tapi bisa juga dengan cara mensabotase pekerjaan kita. Nantinya, pekerjaan dia yg akan diajukan dan dinilai (baik) oleh si bos
8. Sabotase juga bisa dilakukan dengan cara menutup hak akses anda ke resource2 yg dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan kita (ataupun untuk membuat kita nyaman bekerja). Contoh paling gampang adalah administrator jaringan (network) yg akan menutup atau membatasi akses internet utk orang2 yg tidak dia sukai. ;-)
9. Dia sering mengajukan diri utk mengerjakan tugas dari si boss, tapi sebenarnya pekerjaan itu dilemparkan ke orang lain. Orang lain yg bersusah payah bekerja, dia yg dapat nama baik/pujian.
10. Segala urusan boss diurus oleh dia. Bahkan jika perlu dia menjadi jongos pribadi (tidak lagi asisten pribadi) si boss.
11. Menjadi mata2 si boss dengan melaporkan kegiatan anak buah (rekan kerjanya) yg dirasa tidak berhubungan dg pekerjaan di kantor. Bahkan jika perlu dia akan foto kita yg sedang ke-gap main game atau facebook-an.

Cara Menghadapi Si Cari Muka:
1. Jangan dimusuhi tapi bersikap baiklah kepada si penjilat, kemudian manfaatkan kedekatan dirinya pada si bos untuk membangun hubungan positif antara Anda dengan si bos
2. Jangan pernah terlalu percaya pada sikap dan kata-kata si penjilat. Ingat! Si penjilat tidak pernah punya sahabat sejati; tidak pernah punya etika; tidak pernah punya loyalitas, dan dia hanya setia kepada kepentingan-kepentingan pribadinya
3. Jadilah pribadi dengan sikap yang tidak terlalu menonjol di depan si bos, tapi perlihatkan cara-cara kerja yang kreatif, strategis, dinamis, dan profesional. Jika Anda terlalu menonjol di depan si bos, si tukang jilat akan mencari-cari kelemahan dan kekurangan Anda untuk dijadikan bahan diskusi dengan si bos
4. Pajang banyak-banyak Fotonya di Area Kantor. Kalau ditanya bilang aja “Tuh muka lo dah banyak, gak usah cari muka lagi”.

Hahahhaha...yang ke-4 saran sesat. Jangan diikuti. Hahahaha

SI MUKA DUA


Sama mengerikannya dengan Si Cari Muka, tapi lebih sadis. Dia bisa bermuka manis dan ramah terhadap banyak orang tapi di sisi lain, dia akan membuat posisi kita menjadi jatuh/ bodoh/ terpuruk (dan seribu istilah lainnya) di mata bos. Si muka dua tidak berpikir panjang untuk melebih-lebihkan sesuatu atau berbohong agar dapat menjaga diri dengan menggunakan cara yang sesuai dengan keinginan mereka. Karena itu, tukang gosip juga menjadi julukan bagi mereka.

Ciri-Ciri Si Muka Dua:
1.Selalu melaporkan / menjelek-jelekan rekan kerjanya padahal kinerjanya lebih buruk dan takut tersaingi
2.Selalu menonjolkan ide / gagasan / kemampuannya (sok pintar) di depan pimpinan, padahal ilmunya tidak seberapa atau mungkin juga ilmunya dari orang lain.
3.Selalu berperan paling sibuk / over akting di depan pimpinan, padahal ia malas.
4.Selalu menunjukkan kesetiaan / tunduk pada pimpinan, padahal ia bertolak belakang.
5.Selalu memuji secara berlebihan, padahal dihatinya tidak demikian.
6.Selalu sok akrab, padahal dibelakangnya ia menghantam.
7.Selalu setuju-setuju aja, padahal ia hanya mencari aman.
8.Selalu berpura-pura baik, padahal ia memanfaatkan kebaikannya untuk mengorek informasi. Hati-hatilah juga dengan orang yang tiba-tiba baik kepada kita, mungkin saja ia baru saja berbuat dzholim terhadap kita.
9.Selalu siap menerima tugas, padahal tugas yang ia terima dilemparkan ke orang lain.
10.Selalu membantu pimpinan untuk urusan-urusan pribadi, padahal ia hanya mencari hati pimpinan.

Cara Menghadapi Si Muka Dua:
1. Bersikap apa adanya
Jangan terpengaruh dengan rekan kerja yang gemar mengadu domba. Tak dapat dipungkiri, rekan kerja seperti itu memang membuat semangat kerjamu mengendur. Tapi cobalah untuk mempertahankan konsenterasimu pada pekerjaan yang sedang kamu kerjakan. Yang terpenting, bersikaplah apa adanya dan pasang mimik wajah yang bersahabat ketika bertemu dengannya.
2. Tidak terpengaruh
Hiraukan saja rekan kerja yang gemar “menjilat” karena ketika kamu menanggapi ulah mereka, tidak akan ada ujungnya. Lebih baik kamu tetap bersikap tenang dan tidak terpengaruh dengan ulahnya. Setidaknya pekerjaanmu jadi jauh lebih lancar dan dia akan kebakaran jenggot melihatmu tidak terpengaruh dan justru tetap tenang.
3. Tetap bersosialisasi
Cara berikutnya yang bisa dilakukan adalah dengan tetap menjaga hubunganmu dengan Si Muka Dua. Biarkan dia berpendapat kalau kita ternyata bisa bekerjasama dengan dia meskipun perilakunya tidak baik terhadapmu.
4. Menjaga jarak
Ketika kamu merasa tidak bisa untuk mencoba tetap profesional dengan rekan kerja seperti itu, cobalah untuk menjaga jarak dengan mereka. Usahakan untuk tidak membicarakan hal-hal pribadi dengan mereka dan hanya membicarakan perihal pekerjaan. Tindakan ini bisa kamu ambil agar teman kerja kamu tersebut tidak memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menjatuhkanmu.

5. Berikan 1 mukanya pada yang suka cari muka

Hahahhaaa... Serius mungkin cara terakhir yang paling manjur. 
Hanya sekedar coretan berbaur copas dan sedikit curcol. Maaf kalo masih berantakan dang mungkin repost.
Jadi gimana menurut agan? Si Cari Muka dan Si Muka Dua. Serem yang mana? Hhahahhaa.. Mungkin tidak lebih serem dari muka saya....hahhahahahaa

Catatannya Borii Thursday, 1 September 2016