Results for "Humor"
Orang Seram dan Menakutkan
Si Cari Muka dan Si Muka Dua. Serem yang mana?

Kebetulan di malam hari saya ngobrol dengan salah seorang teman dan nyantol’lah kita pada suatu topik.

Teman Saya : Si Cari Muka dan Si Muka Dua. Serem yang mana?
Saya : Serem muka Bos kita

Hahahaa...garing memang.. Tapi rasanya menarik dijadikan obrolan. Masih seputar tipe-tipe orang di kantor yang sering kita hadapi. Atau bahakan kita yang seperti itu? Hahahha..Menggelikan!

Kembali ke Tema, Si Cari Muka dan Si Muka Dua. Kita bahas satu-satu ya..

SI CARI MUKA

Menurut saya sah-sah saja sih, SELAMA itu tidak merugikan orang lain. Untuk dilihat lebih “wah” sama atasan emang kadang kita sendiri tanpa sadar melakukan itu. Tapi kalo sudah merugikan orang lain, lha ini yang perlu diwaspadai. Bekerja dengan menjilat ke atas dan menginjak ke bawah. Orang orang seperti ini paling suka mengadu domba atasan dengan temannya sendiri. Susah lihat orang senang dan senang lihat orang susah. Umumnya mereka yang suka cari muka alias penjilat karena dalam hatinya selalu iri, di otaknya selalu negative thinking. Semua itu untuk menutupi kekurangannya. Tak peduli ulah mereka merugikan orang lain, yang penting atasan senang.

Ciri-Ciri Si Cari Muka:
1. Terlihat Gesit Dan Selalu Berkata ”Yes” Pada Si Bos Walaupun Mungkin Dia Tidak Setuju
2. Tidak Pernah Setia Pada Si Bos Dan Hanya Memanfaatkan Power Si Bos Untuk Menyelamatkan Diri. Bila Si Bos Kehilangan Power, Maka Dia Dengan Mudahnya Akan Menjilat Bos Baru
3. Sering Melaporkan Kejelekan Dan Kekurangan Rekan Kerja Kepada Si Bos Dan Takut Disaingi Oleh Rekan Kerja
4. Secara Intelektual Dia Tidak Terlalu Cerdas, Tapi Pintar Menutupinya Dengan Cara Memanfaat Keterampilan Rekan Kerja. Dia merasa paling sibuk, tapi sebenarnya tidak ada output kerjaan dia yg berguna
5. Selalu Tunduk Pada Perintah Si Bos Walaupun Di Belakang Si Bos Dia Akan Menjelek-Jelekan Si Bos
6. Selalu Bersikap Proaktif Membantu Si Bos Untuk Urusan-Urusan Pribadi Si Bos, Bukan Urusan Kantor
7. Dia tidak akan segan2 utk menindas rekannya. Tidak perlu secara fisik, tapi bisa juga dengan cara mensabotase pekerjaan kita. Nantinya, pekerjaan dia yg akan diajukan dan dinilai (baik) oleh si bos
8. Sabotase juga bisa dilakukan dengan cara menutup hak akses anda ke resource2 yg dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan kita (ataupun untuk membuat kita nyaman bekerja). Contoh paling gampang adalah administrator jaringan (network) yg akan menutup atau membatasi akses internet utk orang2 yg tidak dia sukai. ;-)
9. Dia sering mengajukan diri utk mengerjakan tugas dari si boss, tapi sebenarnya pekerjaan itu dilemparkan ke orang lain. Orang lain yg bersusah payah bekerja, dia yg dapat nama baik/pujian.
10. Segala urusan boss diurus oleh dia. Bahkan jika perlu dia menjadi jongos pribadi (tidak lagi asisten pribadi) si boss.
11. Menjadi mata2 si boss dengan melaporkan kegiatan anak buah (rekan kerjanya) yg dirasa tidak berhubungan dg pekerjaan di kantor. Bahkan jika perlu dia akan foto kita yg sedang ke-gap main game atau facebook-an.

Cara Menghadapi Si Cari Muka:
1. Jangan dimusuhi tapi bersikap baiklah kepada si penjilat, kemudian manfaatkan kedekatan dirinya pada si bos untuk membangun hubungan positif antara Anda dengan si bos
2. Jangan pernah terlalu percaya pada sikap dan kata-kata si penjilat. Ingat! Si penjilat tidak pernah punya sahabat sejati; tidak pernah punya etika; tidak pernah punya loyalitas, dan dia hanya setia kepada kepentingan-kepentingan pribadinya
3. Jadilah pribadi dengan sikap yang tidak terlalu menonjol di depan si bos, tapi perlihatkan cara-cara kerja yang kreatif, strategis, dinamis, dan profesional. Jika Anda terlalu menonjol di depan si bos, si tukang jilat akan mencari-cari kelemahan dan kekurangan Anda untuk dijadikan bahan diskusi dengan si bos
4. Pajang banyak-banyak Fotonya di Area Kantor. Kalau ditanya bilang aja “Tuh muka lo dah banyak, gak usah cari muka lagi”.

Hahahhaha...yang ke-4 saran sesat. Jangan diikuti. Hahahaha

SI MUKA DUA


Sama mengerikannya dengan Si Cari Muka, tapi lebih sadis. Dia bisa bermuka manis dan ramah terhadap banyak orang tapi di sisi lain, dia akan membuat posisi kita menjadi jatuh/ bodoh/ terpuruk (dan seribu istilah lainnya) di mata bos. Si muka dua tidak berpikir panjang untuk melebih-lebihkan sesuatu atau berbohong agar dapat menjaga diri dengan menggunakan cara yang sesuai dengan keinginan mereka. Karena itu, tukang gosip juga menjadi julukan bagi mereka.

Ciri-Ciri Si Muka Dua:
1.Selalu melaporkan / menjelek-jelekan rekan kerjanya padahal kinerjanya lebih buruk dan takut tersaingi
2.Selalu menonjolkan ide / gagasan / kemampuannya (sok pintar) di depan pimpinan, padahal ilmunya tidak seberapa atau mungkin juga ilmunya dari orang lain.
3.Selalu berperan paling sibuk / over akting di depan pimpinan, padahal ia malas.
4.Selalu menunjukkan kesetiaan / tunduk pada pimpinan, padahal ia bertolak belakang.
5.Selalu memuji secara berlebihan, padahal dihatinya tidak demikian.
6.Selalu sok akrab, padahal dibelakangnya ia menghantam.
7.Selalu setuju-setuju aja, padahal ia hanya mencari aman.
8.Selalu berpura-pura baik, padahal ia memanfaatkan kebaikannya untuk mengorek informasi. Hati-hatilah juga dengan orang yang tiba-tiba baik kepada kita, mungkin saja ia baru saja berbuat dzholim terhadap kita.
9.Selalu siap menerima tugas, padahal tugas yang ia terima dilemparkan ke orang lain.
10.Selalu membantu pimpinan untuk urusan-urusan pribadi, padahal ia hanya mencari hati pimpinan.

Cara Menghadapi Si Muka Dua:
1. Bersikap apa adanya
Jangan terpengaruh dengan rekan kerja yang gemar mengadu domba. Tak dapat dipungkiri, rekan kerja seperti itu memang membuat semangat kerjamu mengendur. Tapi cobalah untuk mempertahankan konsenterasimu pada pekerjaan yang sedang kamu kerjakan. Yang terpenting, bersikaplah apa adanya dan pasang mimik wajah yang bersahabat ketika bertemu dengannya.
2. Tidak terpengaruh
Hiraukan saja rekan kerja yang gemar “menjilat” karena ketika kamu menanggapi ulah mereka, tidak akan ada ujungnya. Lebih baik kamu tetap bersikap tenang dan tidak terpengaruh dengan ulahnya. Setidaknya pekerjaanmu jadi jauh lebih lancar dan dia akan kebakaran jenggot melihatmu tidak terpengaruh dan justru tetap tenang.
3. Tetap bersosialisasi
Cara berikutnya yang bisa dilakukan adalah dengan tetap menjaga hubunganmu dengan Si Muka Dua. Biarkan dia berpendapat kalau kita ternyata bisa bekerjasama dengan dia meskipun perilakunya tidak baik terhadapmu.
4. Menjaga jarak
Ketika kamu merasa tidak bisa untuk mencoba tetap profesional dengan rekan kerja seperti itu, cobalah untuk menjaga jarak dengan mereka. Usahakan untuk tidak membicarakan hal-hal pribadi dengan mereka dan hanya membicarakan perihal pekerjaan. Tindakan ini bisa kamu ambil agar teman kerja kamu tersebut tidak memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menjatuhkanmu.

5. Berikan 1 mukanya pada yang suka cari muka

Hahahhaaa... Serius mungkin cara terakhir yang paling manjur. 
Hanya sekedar coretan berbaur copas dan sedikit curcol. Maaf kalo masih berantakan dang mungkin repost.
Jadi gimana menurut agan? Si Cari Muka dan Si Muka Dua. Serem yang mana? Hhahahhaa.. Mungkin tidak lebih serem dari muka saya....hahhahahahaa

Catatannya Borii Thursday, 1 September 2016
Belajar Hidup Dari Kura-kura (Filosofi)
Salam semangat semua !
Ketemu lagi sama saya, kali ini kita akan membahas mengenai salah satu reptil yang mungkin beberapa dari kita sudah tidak asing lagi. hewan ini selalu membawa rumahnya yang berat sehingga mereka berjalan sangat lambat sekali. beberapa dari mereka hidup di air dan sebagian lagi hidup didarat dengan cakar-cakarnya yang kuat.


Ya, hari ini kita bukan membahas mengenai kehidupan hewan satu ini, atau tata cara memeliharanya. kita akan membahasnya dari sisi filosofi.

si lamban yang berumur panjang ini memberikan kepada kita banyak pelajaran hidup. ditengah-tengah sibuknya dunia, amarah yang menggebu-gebu serta menipisnya kesabaran dalam hidup. hewan ini memberikan gambaran tentang arti hidup yang telah mereka praktikkan dalam seumur hidup mereka dan membaginya kepada kita semua.

apa saja filosofi dari kehidupan kura-kura yang dapat kita ambil?

Yang pertama, kura-kura dalam hidupnya selalu membawa cangkang "Rumah" yang sangat berat melihat ukuran tubuhnya. mungkin jika rumah ini dilepas, yang akan terlihat adalah otot-otot dari kura ini yang sangat besar dan kuat bak atlet binaraga, hhe. dari hidup kura-kura ini kita dapat belajar mengenai bagaimana cara menghadapi masalah, sebesar apapun masalah yang menimpa hidup kita, mungkin yang hidupnya banyak hutang, atau selalu merasa kekurangan dll, kita seharusnya tidak lari dari masalah tersebut, hendaknya kita menghadapinya dengan sabar laksana kura-kura yang mengangkat rumahnya.

Yang ke-dua, adakah dari kalian yang pernah melihat kura-kura berjalan mundur?, yups, kura-kura selalu berjalan maju, apa maknanya dalam hidup kita?,  dalam menjalani hidup yang serba keras ini, hendaknya kita tetap mengambil jalan yang lurus, maksudnya kita selalu maju dan pantang menyerah dalam menghadapi masalah seberat apapun serta tidak lari dari tanggung jawab dan kewajiban kita.

Yang ke-tiga, berapa umur rata-rata manusia? 40, 50, 60 atau 70. beberapa kura-kura yang pernah tercatat berumur panjang yaitu kura-kura Aldabra yang mati pada usia 250 tahun. WOW.
lalu apa filosofi dari panjangnya umur kura-kura ini? dalam menjalin kerja sama, persahabatan atau kekeluargaan hendaknya harus berumur panjang dengan cara selalu menjalin silaturrahmi.

Yang ke-empat, kura-kura merupakan hewan yang dikenal lambat. sebagaimana hidup yang serba cepat ini, hendaknya kita dapat belajar dari kura-kura mengenai arti dari pepatah jawa "alon-alon asal kelakon".  maksudnya dalam menjalani hidup ini, hendaknya kita mengedepankan asas pelan-pelan asal selamat ini dalam kehidupan kita, seperti ketika mengendarai kendaraan bermotor, dalam bekerja pun demikian, adakalanya kita mengerem sejenak untuk melihat kebelakang pekerjaan kita, apakah sudah dilakukan dengan baik atau hanya sekedar asal-asalan. dengan kelambatan kura-kura ini kita dapat lebih menghargai waktu dengan baik dan menggunakanya dengan bijak.

Yang ke-lima, kura-kura dapat hidup didua alam, yaitu air dan darat. sebagaimana manusia yang hendaknya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, menyesuaikan diri dalam hal bergaul sehingga kita dapat menjadi pribadi yang menyenangkan.

Yang ke-enam, cobalah anda keluar sejenak dari kesibukan anda, hiruplah dunia yang penuh sesak ini. lihat, dengar dan rasakan prosesnya. Dengan gerakannya yang  lambat, kura-kura melihat banyak hal dalam perjalanan mencapai tujuannya. Dia melihat bagaimana petugas parkir menyeka wajahnya yang kepanasan, pedagang asongan berlari meloncat ke arah bus untuk menawarkan dagangannya, dan berbagai aspek kehidupan lain yang mungkin tidak kita sadari karena kita hanya fokus pada tujuan yang telah kita tetapkan sebelumnya.

demikianlah pelajaran hidup yang dapat kita ambil dari seekor kura-kura yang semoga dapat memberikan banyak dampak dan merubah alur hidup kita untuk menjadi lebih baik. Aaamiin.

Catatannya Borii Friday, 19 August 2016
GANTOLE Wonogiri Beserta Waduk Gajah Mungkur + rumah piring
libur lebaran tlah tiba….
Asik guys, ketemu sodara ketemu mbah ketemu sepupu ketemu pakde bude bulik ketemu cicit, mantan ada nggak yahh wkwkk…. (Lanjut ajalah)

Hai, guys. Udah dateng nih lebaran dan mumpung di Wonogiri sempetin main main ahh kali aja ada yang bening bening *cobaaa ituuu… 

Pagi itu sebenarnya aku sudah diniatin sih dari malam harinya, bangun pagi pagi tanpa mandi dan gosok gigi hahaha *jorok dikit kaga papa lah

Bingung karena suntuk nggak ngapa ngapain. Tak ajak aja sodara sepupu laki laki sebut aja namanya “Herma” dia jomblo anak UIN Jogja. Calling dan liat teman-teman uda pada asik dengan tripnya masing-masing. Statusnya pada “otewe” cuy. Lihat aja, depe bebe-em-nya aja pada di pantai ama gunung, beberapa asik dengan air terjun. Sementara diriku??? Aiiiiih, melongo di rumah. Haha.

Okelah, aku juga punya cara sendiri dalam menikmati weekend ini kok. Oia, catat ya guys, sesekali kalian harus menikmati salah satu fase indah dalam hidup ini (baca= jomblo), dengan jalan-jalan.
Siaaap? Ayok mulai perjalanannya guyz mumpung di Wonogiri.

Dalam pikiran saat itu, ada satu tempat yang akhir-akhir itu mengganggu pikiranku. Iya, aku pengeeeen pake banget kesana. Yaaa…, dari pada keinginan itu tumbuh menjadi jerawat liar di  wajahku, okelah, harus dituruti. Ambil kunci motor, pake helm lanjut gaaaas dan bawa kamera kesayangan….
Tanpa membawa tas dan cuma membawa diri dan kamera ditambah hape sudah cukup karna deket sih dari rumah sie mbah, kurang lebih dua puluh menitanlah 

Salah satu tempat yang menggodaku sejak lama adalah Gantole Wonogiri. Gantole itu semacam bukit gitu, yang digunakan untuk start lepas landas para penyuka paralayang. Tapi eh tapiii, di gantole tersebut sekarang sudah jarang digunakan lagi. Entah karena apa. Yang pasti, sekarang gantole tersebut dijadikan sebagai tempat wisata yang dikelola oleh warga sekitar. (Pemikiran yang Bagus warga)

Siap gas. Yuhuuuuu
ketika masuk kota wonogiri, apalagi saat sebelum memasuki kecamatan Wuryantoro, terlihat waduk gajah mungkur,

Tanya jalan ama orang yang di pinggir jalan dan tukang parkir, akhirnya sampai juga di jalur ke arah waduk gajah mungkur. Kenapa? Karena gantole ini terletak 2 km sebelum waduk gajah mungkur. Acuannya adalah gapura ini nih… *lihat foto dibawah. Berada di kanan jalan yak. kanan jalan 2 km sebelum waduk gajah mungkur



Masuk di gapura tersebut, langsung disambut dengan jalan menanjak. Wuus…. tapi, jangan khawatir, aku yakin motor kalian mampu kok. Aku aja pakai motor matic fine aja. Hehe.

Awalnya sih, jalannya halus untuk kelas jalan pedesaan, tapi, ketika hampir sampai gantolenya, jalan makin menanjak dengan kemiringan bisa sampai yaaa… sekitar 70 derajat plus bonus jalan aspal rusak. Hehe. Jadi, pintar-pintar milih jalan yang halus aja. Tapi tenang jalanannya halus mulus koq *tetep kalem dan safety guys
Yuhuuu, sampe juga di tempat parkir gantole wonogiri.

Tapiiii…, kok… kok… kok…. *clingukan. Kok beda ama yang ada di foto instagram? Padahal spot foto di atas batu itu yang aku inginkan.

Daripada bingung, mending nanya aja ama tukang parkir. Setelah aku lihatin fotonya, tukang parkir itu bilang, kalau tempat yang aku maksud berada di gantole pertama, sementara yang disini adalah gantole kedua. *wadduuu…. ^_^>. Tapi tak apalah.

Sayanglah udah ampe disini jika langsung putar balik ke gantole pertama. Jadi, gantole kedua ini letaknya lebih tinggi daripada gantole pertama. Setelah menaiki tangga, kamu akan bisa melihat luaaaasnyah waduk gajah mungkur. Wuuuw, keren abis. Dulu saat ke waduk gajah mungkur, malah terlihat biasa aja tempate. Tapiiii, kalau dilihat dari sini, emejiiiiing guys. Di atas situ ada lapangan luas, ada tempat duduk, lalu ada semacam spot lintasan lepas landas paralayang. Naaah, disitulah biasane banyak orang berjejeran. Entah yang jomblo duduk sendirian, ato rame-rame ama temene, atau berduaan mesra dengan pacarnya. Aseeeek. Haha

Karena aku sampe sana masih pagi banget, jadi masih rada sepi, hanya ada beberapa orang, ada 1…2…3 *oiy mana pada kemana coba.

gitu mungkin pasangan muda-mudi pacaran. Lalu ada 2 cewek yang asik foto-foto. Naaah…. ehem…. uhuuuk….. *mendadak batuk. Haha.

Datang sendirian nih, bingung kan mau foto gimana. Hanya bisa duduk, lalu motoin sepatuku dengan background waduk gajah mungkur, atau kalau nggak selfie yang hanya terlihat kepalaku masih dengan background waduk gajah mungkur.

Kan pengen yak, bisa foto seluruh badan gitu, akhirnya iseng aja deketin 2 cewek tadi.
“Mbak… mbak… minta tolong fotoin donk,” pintaku pada mereka.
Ehem… ini bukan modus loh… haha.
Klik….klik…. jepreeet… *aseeek dapat foto full body..

Abis itu, ngobrol-ngobrol bentar dengan 2 cewek tadi, yang ternyata berasal dari wonogiri dan sukoharjo.(mayan lah dari rumah mbah heheee)
ini foto full body dari gantole kedua. hasile jepretan cewek cantik nih..




Ajib Santai Sejenak sambil menikmati






Puas di gantole kedua, namanya “Puncak Joglo” dan ini baru dipasang, tahun kemarin 2015 belun ada masih kosong selesai berfoto ria di gantole kedua yuk cuss saatnya turun ke gantole pertama. Yuuuk….
Turuuun aja terus, perhatikan kanan jalan, jika uda ngelewatin SD, lalu ada belokanan ke kanan, dan ada portalnya, berarti anda sudah sampai. Tinggal belok aja kesitu.
Aaaah…. akhirnya sampai juga.

Yaaah, bingung lagi. Lah, mana batu besarnya? Kok setelah menaiki tangga, Cuma ada lintasan lepas landas paralayang, lalu ada sebuah tempat kayak makam gitu. Hmmmm.. *mikir keras.
Asal jalan aja terus sampai pojokan, eh, ternyata ada jalan kecil menurun menuju sebuah batu besar. Yap, sesuai dengan apa yang aku inginkan. Hehe.

Sepiiii banget saat itu, padahal hari minggu. Hanya saja, emang sih saat itu cuaca rada panas cerah gitu, jadi wajar aja kalau saat itu sepi orang. Hanya ada beberapa orang pacaran, tapi hanya berada di atas, nggak turun ke batu itu.

Turun pelan-pelan, jalanan tanah, aku langsung naik di atas batu besar itu.
Subhanalaaaah…… waduk gajah mungkur terasa begitu dekat, luasnya seperti dapat ku peluk. Jika kau di waduk gajah mungkur airnya terlihat coklat, tapi kalau dari gantole situ, airnya terlihat berwarna biru. Kereeen en emeejiiiiing guys. Sumpah!! Nggak rugi jauh-jauh ampe sini.


*Foto lintasan lepas landas paralayang*
*Foto tahun 2015 pas belum ada papan nama*


*Foto 2016 saat sudah dipasang tulisan “Watu Cenik” *
ini beberapa foto yang diambil dari gantole pertama
di atas batu itulah yang menjadi daya tarik untuk menjadi spot hunting foto di gantole wonogiri
Okelaaaah…. puas nggak puas. Tapi, suatu saat aku akan kembali kesini lagi. *kan belum keturutan pose foto yang diinginkan. Hehe.

gimana? ajiiiib kan? gantole + waduk gajah mungkur = jodoh.(nggak taulah kemana dia) mantan (masa lalu jangan dikenang) heheee
iya!!! jodoh yang memperkaya keindahan alam indonesia.
Sudah ya sudaaah, pukul 08.30 aku balik ke parkiran. Cuus pulang lanjut kondangan.
Baliknya sih pelan-pelan sambil menikmati pemandangan sepanjang perjalanan. … Jangan lupa mampir juga ke objek wisata Gajah Mungkur dan rumah piring jaraknya dekat dari tempat gantole..

Berikut biaya yang aku habiskan borii backpacking ini.
Tiket parkir 2 gantole                                      :   4.000
Tuuuuh kan, Cuma dengan Rp 4.000 braaaay, murah abis. Sebanding  dengan apa yang bakal kau peroleh. Lebih malah. Serius.

Jadiiiii…. kapan kalian Gantole Wonogiri? Ah, andai yang aku lihat juga kalian lihat. Kalian bakal langsung gaaaas ke tempat ini. hehe.
Udahan yaa….

Sampai jumpa dengan destinasi menarik perjalananku selanjutnya.
Bang Borii akan kemana lagi? Tunggu trip selanjutnya.


Catatannya Borii Saturday, 9 July 2016
SAYA MALU DISEBUT PENDAKI GUNUNG

Mungkin pandangan saya tentang gunung sudah kuno. Mungkin saya masih tetap hidup di masa lalu. Memanggul ransel di punggung, sepatu lusuh, kemeja flannel, dan ikat kepala ethnic terlihat matching dengan rambut sedikit acak-acakan. Keren dan mengagumkan. Gaya seorang pendaki, selalu bisa membuat hati berdebar. Iya, itulah perasaan yang selalu muncul ketika bertemu pendaki. Mereka keren! Sepertinya, saya sudah jatuh hati pada para pendaki gunung.

Dari mata turun ke hati, saya begitu mengagumi pendaki. Di mata saya, mereka para sesepuh gunung, begitu saya memanggil mereka, memiliki kharisma tersendiri. Orang paling keren waktu itu, Vino G. Bastian, masih kalah keren dari pendaki. Dengan ransel segede kulkas dan sepatu boot, mereka begitu mudah menjadi idola remaja saat itu. Yang namanya fans, pasti selalu ingin tahu tentang idolanya.

“Mas, udah mendaki gunung mana saja?”
Itu salah satu pertanyaan klasik yang selalu saya, si pemula ini, lontarkan. Sekadar ingin tahu, sudah sejauh mana mereka menapakan kaki. Ingin belajar dan memperoleh inspirasi.
Yang namanya fans, selalu ingin terlihat keren seperti idolanya

Saya selalu kepo dengan semua barang keren yang mereka miliki. Lihat saja ransel Deuternya, jaket Mamoot, sepatu boot Salewa, tenda ultralight, belum lagi gear-gear canggih lainnya. Terus terang, saya selalu membayangkan mengenakan dan melengkapi gears gunung seperti mereka. Pasti saya juga bisa keren. Apalagi, waktu itu belum banyak yang tahu apa itu Deuter, apa itu Salewa.

Saya pun menabung mengumpulkan uang hasil kerja paruh waktu untuk membeli alat-alat gunung yang harganya bisa 4 kali lipat dari gaji memberi les privat per bulan. Ini gaji saya yang terlalu kecil atau gearnya yang terlampau mahal? Mungkin keduanya.

Karena gear sudah cukup lengkap, saya siap mendaki. Deuter Spider biru, sepatu boot Hi-tech, jaket Lafuma, dan ikat kepala oleh-oleh teman dari Ende. Itu semua barang yang selalu saya kenakan tiap mendaki. Sudah terlihat hampir sama seperti idola saya. Sepertinya saya sudah cukup keren untuk penampilan seorang pendaki gunung. Ah, percuma saja keren tapi tak pernah menginjakkan kaki di Gunung Slamet, apalagi belum ke Semeru, pikir saya.

Masa muda yang menggebu, buku catatan saya penuh dengan bucketlist pendakian. Ingin mendaki seluruh gunung di Jawa Tengah, Jawa Barat, Kerinci, dan Rinjani. Impian saya, saat itu.

Saya menjadi sering mendaki untuk mencentang bucketlist pendakian. Sebulan bisa 3 kali mendaki. Paling lama, dua bulan sekali. Lebih dari itu, saya bisa sakau. Seperti tak mempunyai gairah hidup.

Jangan Panggil Saya Pendaki.

Ada kebanggaan tersendiri karena sering mendaki. Dalam hati saya bangga sudah pernah memeluk puncak-puncak gunung di Jawa Tengah. Saya iri dengan kalian yang berhasil berjumpa dengan’ dia’. Tapi, saya tak berkecil hati. Karena bagi saya puncak itu bukan titik tertinggi gunung yang kita daki. Tapi, titik maksimal di mana kita sanggup menapakan kaki di sana.

Sebangga-bangganya saya dengan gunung, saya tak pernah bangga di sebut pendaki. Bukan karena pendaki tak keren, tapi apa sih saya ini? Pengetahuan pendakian saya pas-pasan, tak pernah ikut organisasi pencinta alam, belajar mendaki pun otodidak. Saya hanya orang yang jatuh hati pada gunung dan pendaki-pendaki keren yang saya temui selama di perjalanan. Saya hanya penikmat gunung yang menikmati setiap lekuk lukisan alam Tuhan yang begitu indah. Saya hanya penikmat wangi tanah gunung yang basah terkena hujan. Saya Malu Disebut Pendaki

Entahlah, rasa kagum saya pada para pendaki gunung menguap bersama maraknya pendakian. Pendaki berkharisma yang sering saya temukan di setiap tanjakan entah di mana rimbanya. Saya yakin mereka masih ada, namun tak nampak nyata.

Saya merasa kehilangan sosok idola yang dulu saya puja-puja. Semua pendaki kini terlihat sama. Keril besar, sepatu boot, buff, joger pants, action cam. Secara penampilan fisik pendaki yang sekarang masih sama. Nmaun, saya harus minta maaf, karna dalam pandangan saya, pendaki yang saya temui tak ada lagi yang spesial. Tak lagi membuat hati ini berdegup kencang kagum memandang.

Meskipun saya kehilangan sosok idola, bukan berarti saya juga kehilangan rasa untuk tetap menikmati gunung. Saya masih suka menikmati sunrise dari balik pintu tenda. Menghirup segarnya udara gunung pagi hari. Saya tak pernah kehilangan rasa semangat memasak aneka menu di gunung. Dan kenikmatan menyeruput segelas kopi panas di gunung selalu sama hangat.

Gunung, kopi, teman pendakian, dan hal-hal yang tercipta selalu membawa kehangatan. Seperti hangatnya rasa saat di rumah. Iya, karena gunung adalah rumah bagi setiap orang, bagi semua pendaki.

Because, a mountain is home for everyone. It’s not only mine or theirs, but it’s ours.

Apakah kalian juga masih memiliki rasa yang sama? Rasa hangat saat di gunung? Beruntunglah kalian, karena sekarang rasa itu perlahan mulai memudar. ‘Rumah’ saya perlahan mulai hilang. Saya kehilangan hangatnya sapaan pendaki yang dulu saya temui di sepanjang jalan. Tak lagi ada obrolan hangat dengan pendaki di tenda sebelah.

Terlalu banyak yang mendaki. Terlalu banyak pendaki gunung yang sibuk berfoto selfie daripada berinteraksi santun dengan pendaki gunung lain. Yang kadang membuat kesal, ada orang yang tak tahu aturan. Foto selfie di depan tenda tanpa permisi. Memutar musik pagi buta terlampau keras. Tak lagi bertegur sapa. Sudahlah, mungkin pandangan saya tentang gunung sudah kuno. Mungkin saya masih tetap hidup di masa lalu.

Sosok pendaki idola sudah tak lagi saya temui. Kehangatan rumah di gunung pun sudah tak saya dapati. Kini, saya pun sudah tak lagi mendaki. Karena itu, saya malu jika disebut pendaki.

Catatannya Borii Tuesday, 10 May 2016
3 Waria

Hari itu ada tiga sosok hantu yang sedang berkumpul, dari wajah mereka memang terlihat sangat menakutkan, tapi ketika mereka berbicara dengan anggunnya, mungkin tak ada seorang yang akan lari melihat sosok mereka karena mengerikan, tapi lebih tepatnya lari karena geli mereka adalah waria wkekekek .... Ketika berkumpul, mereka membahas apa penyebab mereka meninggal. Mereka dengan serius mendengar cerita satu sama lainnya, ada yang menyesal, sedih, dan bingung dengan penyebab kematiannya. 


Hantu yang pertama bercerita: "eke sial banget deh sob, waktu eke mangkal eh ada bini konsumen, eke disiram deh pake air panas ...Tapi ga cuma itu lho, katanya air panasnya udah dijampe-jampe.Awalnya sih eke ga percaya, eh ternyata benar!!! wajah eke!!!kecantikan eke!!! ... semuanya hilang!!! ... eke stres donk!!!, makanya eke minum racun, tapi eke menyesal ... " Hantu lainnya bertanya kenapa ia menyesal, apa ia menyesal karena mengakhiri hidupnya dengan cara minum racun?. Lalu dengan polos sang hantu pertama menjawab, "ya jelas donk eke nyesel, soalnya yang eke minum racun yang udah kadaluarsa ...". # @ # $ $%% # # @ @ (kedua hantu yang mendengar menjadi sangat bingung) . 

Hantu kedua pun bercerita tentang kematiannya: "Wah kalau itu sih belum seberapa, ane lebih parah lagi ... hari itu ane lupa bayar kredit motor, eh si tukang tagih yang wajahnya garang datang pas ane lagi ada konsumen ... tu tukang tagih maksa-maksa minta uang setoran motor, ya ane malu donk ama mas X (nama langganannya), padahal kan tu mas X sayang bener ama ane ... Pas lagi ribut-ributnya, mas X langsung nusuk ane make piso gara-gara kata-kata si tukang motor. Kedua hantu yang mendengar bertanya padanya "emang apa kata-kata si tukang motor?". Sang hantu kedua pun meneteskan air mata, dan perlahan berkata, "si tukang tagih yang wajahnya garang tadi ngomong gini, 'loh mas kok kamu sama sundel satu ini , apa kamu sudah melupakan cinta kita? ', ngelihat si tukang motor mas X langsung nusuk perut saya. Ternyata si tukang tagih itu lekong juga, dan dia adalah pacarnya mas X. "Lalu kamu meninggal gara-gara ditusuk ama mas X?", tanya kedua hantu yang mendengar. "Ya ga lah, orang ane cuma ditusuk pake pisau cukuran mana mungkin mati, ditambah lagi ane kan udah sering ditusuk ama mas X (jangan dipikirin!). "Lalu kamu mati karena apa?", tanya kedua hantu lagi. Sang hantu yang bercerita pun menjawab "ane mati karena pas ane pergi sambil nangis, ane lupa ngambil kunci motor, akhirnya ane pulang jalan kaki, nah pas di jalan ... tiba-tiba ganjalan dada ane longgar bok!, Saran make kaos kaki doank hahahah. Pas lagi asyik-asyiknya benerin tu ganjalan, eh ada mobil ... ane ditabrak deh ". "Ou jadi matinya karena ditabrak mobil?", tanya kedua hantu. "Belum ... waktu itu ane belum mati", jawab sang hantu yang sedang bercerita. "Si supir mobil malah ikut nyariin ganjalan dada ane, eh dia malah naruh ni buah di dada ane, ane malu donk!!! Masa waria sekelas ane dipasang ni buah!!! Apa kata dunia?!!", Kata sang hantu sambil melihat dua buah kelapa tua yang dipasang di dadanya ... . 

Mendengar cerita dari hantu kedua, hantu ketiga pun bercerita:"Wah kalau kalian sih masih mending tahu penyebab meninggalnya, nah kalau bambi ga tahu siapa yang menyebabkan bambi menginggal. Ceritanya gini, waktu itu bambi lagi ada tamu, eh tiba-tiba ada satpol pp razia, mana belum dibayar lagi, tapi bambi langsung lari aja, daripada ketangkap. Eh pas dijalan, saking paniknya bambi nginjak kotoran ayam ". "Masa kamu mati karena kotoran ayam?", tanya kedua hantu yang mendengar. "E. .. ee .. denger dulu belum beres, pas bambi nginjak kotoran ayam, bambi kepeleset dan akhirnya bambi masuk ke sungai yang kata orang sangat dalam. Tapi bambi kan bisa berenang, nah bambi ga mati tuh. Bambi jalan lagi sambil nangis , lagi sedih-sedihnya eh tiba-tiba ada anjing kecil yang ngejar bambi, serem bener tuh anjing, nih foto anjingnya, bambi masih dendam ama nih anjing ...

Tapi bambi berhasil kabur, jelas donk!!! bambi kan bekas marinir huhuhu. .. Nah waktu bambi mau nyampe kosan, bambi ngelihat ada tukang koran. Bambi nyapa dia, eh dia malah ngelempar bambi make kertas korannya, dia ngelempar keras banget pas di dada bambi, tapi bukan sakit yang bambi rasakan, bambi sedih ... " , kata bambi bercerita sambil sedikit mengangis. "Loh kok belum mati-mati juga, emang apa penyebab kamu mati?, masa kamu ga tahu", tanya kedua hantu yang mendengar dengan kesal. "Sabar dulu ... ceritanya belum beres nih, nah bambi langsung jalan lagi ke tempat kosan, tapi bambi bingung karena kosan bambi tiba-tiba banyak orang, bambi bingung. Lalu bambi tanya ke orang-orang kenapa banyak orang-orang di depan kosan , mereka bilang kalau kosan bambi kebakaran, bambi lalu nginep di rumah teman bambi ... ". (2 hari kemudian bambi masih bercerita kepada hantu lainnya penyebab kematiannya). "Masih belum beres juga cerita kamu bambi?", tanya kedua hantu yang mendengar . "Belum, dengar dulu ... waktu bambi lagi kerja pagi, bambi mau ke rumah konsumen bambi buat nagih utang. Eh dianya ga ada dirumah, katanya sih biasanya kalau malam di cafe depan lampu merah, nah pas malam bambi datang ke sana. Tapi bambi kesal, waktu bambi ke tempat dia eh bambi malah mergokin dia sedang mesra-mesraan ama pacar bambi, padahal tuh orang udah telat bayar tagihan motor 3 bulan, malah mau ngerebut pacar bambi!, siapa bener!!! ... Semenjak kejadian itu , bambi akhirnya mencoba sadar dan hidup seperti laki-laki normal lainnya, bambi akhirnya memutuskan untuk menikah, tapi setelah 1 tahun menikah, ternyata kebiasaan lama bambi timbul lagi, dan bambi langsung ke tempat lama bambi untuk memesan seorang waria cantik. Eh pas lagi enak -enaknya berduaan dengan si waria, istri bambi datang dan langsung ngamuk-ngamuk dan langsung nyiram tuh waria dengan air panas ... bambi malu,,, Nah semenjak kejadian itu, bambi mencoba untuk berubah total. Tapi beberapa bulan kemudian, ketika bambi sedang mandi, tiba-tiba seakan bambi mendengar suara hantu yang berkata seperti ini "bambi ... bambi ..." ... ya bambi jawab 'apa' donk, orang dia manggil-manggil mulu. Eh dia malah jawab gini "bambi. .. anu kamu kecil bener!!! ... ", beuh bambi langsung kabur, takut dia ngintip bambi lagi mandi, serem bener ... padahal tuh suaranya suara laki-laki ... ntar bambi jadi pengen lagi, ga bener kan ... Bambi langsung lari ... tiba-tiba ada yang megang kaki bambi, bambi lihat ternyata sesosok hantu yang serem, kira-kira wajahnya jenggotan, kumisan, badannya kekar, tapi make baju perempuan dan dandanannya menor, dan lebih seremnya, di rambutnya ada pita rambut bentuk hati yang berwarna pink ... iiihhh!!! ... Bambi lari lagi, tuh hantu masih ngikutin bambi ... dan akhirnya bambi ke tempat paranormal. 

Akhirnya tuh hantu ga ngikutin lagi, awas aja kalau sekarang bambi nemuin tuh dua hantu, tak habisin!!!. (mendengar kata bambi, kedua hantu yang mendengar seakan salah tingkah). Beberapa hari kemudian bambi meninggal, ga tahu apa sebabnya dan ga tahu siapa yang membunuh bambi ... Tapi bambi masih ingat berita mengenai kematian bambi, beritanya seperti ini ... 

seorang pria setengah wanita meninggal dengan menggenaskan sambil memegang sebuah cermin kecil di tangannya... "Wah berarti kamu meninggal karena cermin donk", tanya kedua hantu. "Hmmm o ya bambi ingat, ketika lihat cermin, bambi ngelihat penampakan di cermin, dan akhirnya jantung bambi kambuh,,, hahaha ... akhirnya bambi tahu kenapa bambi meninggal ". "Emang penampakannya seperti apa?", tanya kedua hantu bingung. "penampakannya tiga orang, gambarnya kira-kira seperti ini ", kata bambi ... Yang pertama : Melihat foto ini hantu pertama berkata "Wah itu kan saya, maaf ya ... saya kesel karena istri kamu udah buat saya stres", kata hantu pertama. "Hmmm ga papa deh, salah saya juga ", jawab bambi sambil tersenyum. Penampakan Yang kedua :Melihat foto ini hantu kedua berkata "Wah ini kan saya, maaf ya ... habis kamu udah ngerebut mas X sih ... padahal saya cinta mati dengannya", kata hantu kedua. "haahaha ... ga papa deh, kamu saya maafkan. Tapi kaya'nya bukan penampakan kalian berdua yang buat saya menginggal, tapi penampakan yang ketiga nih yang buat saya kena serangan jantung. Penampakan yang ketiga : Melihat foto ketiga ini, kedua hantu yang mendengar langsung berkata dengan keras "Bah itukan foto kamu!!!!, gimana sih!!!", teriak kedua hantu yang mendengar ... "Ha!!!? ...", tanya bambi bingung!!!. .. .

Catatannya Borii Wednesday, 8 August 2012
Lipstick

Suatu malam ada sepasang suami istri yang sedang bercinta. Malam berlalu dan merekapun terbangun.
Istri: "Pa, tadi malam Papa hebat ....!"
Suami: "Kamu juga hebat Ma ..."
Mereka beranjak dari tempat tidur, sang Suami terkejut melihat anunya penuh bercak berwarna merah.
Suami: "Ma, Anuku kok penuh bercak2 merah ya? Jangan2 aku terkena HIV! "
Istri: "Periksa ke dokter aja Pa .. Mudah-mudahan masih bisa diobati ... "

Sang suami pun pergi memeriksakan diri ke dokter spesialist.
Suami: "Saya mau periksa dok ...?"
Dokter: "Apa keluhan bapak?"
Suami: "Begini dok, anu saya kok ada bercak-bercak merahnya ya?"
Dokter: "Coba saya periksa.

Setelah beberapa menit, hasil test pun didapat.
Suami: "Saya sakit apa dok ....?"
Dokter: "Bapak tidak sakit apa-apa, tapi coba beritahu Istri bapak supaya kalau memakai lipstick tidak terlalu tebal ...!"
Suami: (Tersenyum malu ) "Baik dok, terima kasih ..."



Catatannya Borii Tuesday, 7 August 2012
Holland Bakery

Bambang yang sedang asik nonton bola, tiba-tiba Hindun istrinya datang sambil marah-marah: 

Hindun : "Bang, lampu teras putus, tolong gantiin sama yang baru dong!"
Bambang : "Masang lampu?!!!, emangnya lu kire gue PLN apah...!!!"

Hindun : "Ya udeh kalo kaga mau, benerin aje keran kamar mandi yaa, itu tuh aernya ampe luber-luber"

Bambang : "Benerin keran?!!!, lu kire gue PAM pula ...!!!"

Hindun : "Ya udeh, kalo lu pegi beli rokok ke warung aje gue nitip minyak "

Bambang : "Lu kagak bisa liat orang lagi enak nonton kali ye, lu kire gue PERTAMINEEE ...!!!"

Karena merasa digangguin terus oleh istrinya, Bambang ngeloyor ke rumah tetangga, balik-balik jam 2. Sesampainya di rumah Bambang kaget lantaran terasnya udah terang. Terus Bambang ke kamar mandi, air juga udah kaga luber-luber, ke dapur jerigen minyak juga udah full tenk.

Paginya Bambang nanya sama Hindun

Bambang : "Lu minta tulung ame siape ...?"
Hindun : "Gini bang, abis abang minggat, gue nangis di teras. Terus ade cowok ganteng lewat nanyain gue.Gue cerite ape adenye, juga soal abang nyang sewot. Terus die nawarin buat ngebantuin, tapi ada syaratnye. "

Bamban : "Ape syaratnye ...?".

Hindun : "Syaratnye bisa pilih, gue bikinin die roti atawa tidur ame die" 

Bambang : "Terus yg pasti elu bikinin die roti kan ...?"

Hindun : "bikinin roti?!!! .. Lu pikir gue HOLLAND BAKERY apee...?!!! "

Catatannya Borii