Kali ini gw mau ngebahas tentang penyesalan selalu datang terlambat ,
Okay tentunya kalian semua sangat sering mendengarnya. Yah.. kalau datang di awal itu namanya baru “kesadaran”.
Karena, penyesalan itu adalah bentuk respon negatif dari 'hasil akhir' dari segala perilaku kita yang tidak baik di masa lalu. Dengan kata ini banyak orang menganggap “dengan penyesalan tidak ada yang bisa diperbaiki, semuanya sudah hancur” dan lain hal lagi. Berbeda dengan kesadaran, kesadaran pasti dapat memacu kita untuk menjadi lebih baik. Dimana masih banyak kesempatan lainnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. [ingat.. kesadaran itu adalah kondisi kita mengetahui kesalahan kita di masa lalu dan tidak boleh kita ulangi di masa depan, dan kita harus merubah kesalahan itu menjadi kebaikan]
Karena harus kalian ketahui, dibalik sesuatu yang terkadang kalian anggap “penyesalan” terkadang hal itu bukanlah penyesalan sesungguhnya, ketika kita sadari ada kesempatan di masa depan untuk “merubahnya” menjadi lebih baik.
Jadi, sadarilah suatu kesalahan yang pernah ada, sebelum kesadaran itu berubah menjadi sebuah penyesalan.
Sadar bahwa penyesalan akan datang belakangan, maka ciptakan rasa penyesalan ditersebut di awal suatu pelaksanaan.
“Penyesalan Itu Selama Akan Datang Di Belakang, Tapi Percayalah Bahwa Ada Allah Yang Akan Membuat Penyesalan Itu Menjadi Indah, Selama Secepatnya Kita Ingat Kepada-NYA Dan Menghadirkan DIA Dalam Hidup Kita“.
Gunung Lawu adalah gunung yang terletak di perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, tepatnya di daerah Tawangmangu dan Cemorosewu. Gunung Lawu adalah gunung api yang mati atau istirahat. Tercatat gunung ini pernah meletus pada tahun 1885. Gunung Lawu banyak diminati oleh para pendaki karena pemandangan yang eksotis dan juga banyak memiliki spot-spot bagus seperti sumber air, kawah, sabana, bukit, kabut, dan satu yang paling menarik yakni adanya rumah warga alias pemukiman warga di puncaknya. Dan pemukiman tersebut diklaim sebagai pemukiman tertinggi di Jawa.
Selain karena keindahannya, Gunung lawu banyak di singgahi oleh para peziarah yang ingin berjiarah ke petilasan Prabu Bhrawijaya, dan jangan heran jika kalian ingin mendaki kesana banyak dupa ataupun tempat untuk berdoa.
Gunung Lawu memiliki tiga puncak yakni puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Puncak Hargo Dumilah yang tertinggi yakni pada ketinggian 3.265 mdpl. Diketiga puncak ini menyimpan misteri dan menjadi tempat di mitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa. Harga Dalem diyakini sebagai tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas, Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.
Konon gunung Lawu merupakan pusat kegiatan spiritual di Tanah Jawa dan berhubungan erat dengan tradisi dan budaya Praja Mangkunegaran.
Setiap orang yang hendak pergi ke puncaknya harus memahami berbagai larangan tidak tertulis untuk tidak melakukan sesuatu, baik bersifat perbuatan maupun perkataan. Bila pantangan itu dilanggar si pelaku diyakini bakal bernasib naas.
Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan/Cakrasurya, dan Pringgodani. Sehingga gunung lawu di identikan dengan gunung yang penuh misteri dan angker. jadi pesan Mbah jaga sikap dan perkataan, jika ingin mendaki kesana ya dan saling mengingatkan bagi teman seperjalanan
Pendakian
Sebelum memulai pendakian sebaiknya kita mesti mengetahui informasi medan untuk pendakian sehingga kita bisa mengatur strategi perjalanan agar kita bisa nyaman, aman dan tetap solid dengan kelompok.
nihhh saya kasih peta jalur pendakian gunung lawu nya
BaseCamp via Jalur Cemoro Sewu
Persiapan terakhir sebelum berangkat adalah cek perlengkapan mendaki dan cek juga kondisi kesehatan.saya ingatkan kembali sebelum memulai pendakian sebaiknnya lakuakn doa dengan kelompoknya untuk diberikan kesalamatan selama pendakian, selalu jaga kekompakan tim.
Perjalanan menu pos 1 tidak lah begitu menanjak, perjalanan masih enak dan masih santai dengan jalan yang sudah rapi karena sudah di tata dengan batu - batu. di perjalanan ini kita melewati pohon - pohon cemara yang rindang kadang ditemenin sama suara - suara burung yang merdu. di perjalanan menuju pos 1 ini kita akan menjumpai beberapa pos salah satunya milik perhutani dan pos Sendang Panguripan disinilah terdapat mata air. setalah melewati pos Sendang Panguripan sekitar 30 menit lagi akan sampai Pos 1. Di Pos 1 ini terdapat warung jadi bisa istirahat sambil ngemil - ngemil makan gorengan atau teh anget, tapi terkadang warung tersebut tutup.
Pos 1 - Pos 2 Watu Gedeg (2 - 2,5 jam)
Dari pos 1 ke pos 2 ini trek yang akan kita lalui akan mulai terjal dengan trek tangga berbatu yang sudah di tata rapih dan merupakan trek terpanjang dari semua trek yang ada jadi siapkan mental dan fisik dari pos 1 yah. Namun jika ingin sedikit cepat bisa memotong jalur tapi jalan nya agak curam sekali, sudah ada jalurnya ko tinggal ngikutin aja. Pada jalur ini kita akan bertemu batu besar yang bernama “Watu Jago”...Tapi awas ya jangan suka di coret - coret batu nya. di perjalanan menuju pos 2 ini kita bisa melihat hasil sisa kebakaran tahun 2015 kemarin, seprti hutan mati dengan batu - batu besar. Tapi di situlah keindahan nya, benar - benar pemandangan yang langka dari gunung - gunung lainnya.
Pos 2 - Pos 3 Watu Gede (1 jam - 1,5 jam)
Dari pos 2 ke Pos 3 perjalanan masih sama seperti trek sebelumnya, berbatuan dan masih menanjak, jika sampai sini sudah sore maka biasanya kabut mulai menyelimuti trek ini, hati - hati karena jalan sudah rada terjal dan menanjak.
Pos 3 - Pos 4 (1,5 jam - 2 jam)
Trek pada jalur ini sudah sangat curam dan menanjak sekali, jalan nya zigzag menanjak tetapi jangan khawatir sudah ada pegangan tangan naamun sudah banyak yang rusak. di trek ini pula pohon - pohon sudah banyak dan rapat. Di pertengahan pada jalur ini saya sarankan nih jangan lupa foto - foto nya buat yang suka narsis, tapi fotonya jangan yang mainstream, karena kalo cuaca lagi bagus pemandangan nya sangat bagus ko. Selain itu di Pos 4 juga rekomended buat bernasis ria, kita dapat langsung melihat kota dan telaga dari sudut ini. di Pos 4 ini bisa mendirikan tenda tapi hanya muat 1 - 2 tenda saja, tapi saya sarankan sih mending di Pos 5 aja sekalian karena jaraknya yang tidak jauh sekitar 30 menit, kita juga bisa menginap di warung.
Pos 4 - Pos 5 Jolotundo (30 menit)
Setelah berfoto - foto narsis dan melihat pemandangan di sekitar pos 4, perjalanan selanjutnya lebih mudah, hanya 30 menit perjalanan ke pos 5. Di pos 5 kita bisa mendirikan tenda atau pun numpang menginap di warung, kalo ga mau ribet buka tenda saya saranin sih mending numpang menginap di warung aja, kita bisa pesan makanan dan teh hangat. Pos 5 terdapat 3 warung makan yang bisa menampung kurang lebih 20 orang per warung. jika pun mau membuka tenda bisa menampung sekitaran 10 tenda atau lebih. Di warung tersebut ada nasi pecel, mie rebus dan gorengan harganya pun relatif murah ko, jadi ga bawa bekal pun sudah aman lah.
jika belum terlalu gelap kita bisa melanjutkan perjalanan ke warung Mbok Yem, warung legendaris di Gunung Lawu. Warung Mbok yem persis di bawah puncak lawu. dari pos 5 ke warung Mbok Yem kurang lebih sekitar 30 menit. Sebelum sampai ke warung Mbok Yem kita akan melewati sendang drajat yaitu sebuah mata air seperti sumur.
Pos 5 - Sendang Drajat (15 menit)
Jika tidak terlalu malam setelah Pos 5 kita bisa melanjutkan perjalanan ke Sendang Drajat yaitu sebuah sumber mata air seperti sumur, di Sendang Drajat ini pula terdapat sebuah pemujaan yang dulu dipakai untuk ritual Raja dan sampai saat ini masih dipakai untuk sebuah ritual - ritual. Di Sendang Drajat terdapat warung juga kita pun bisa menginap di warung tersebut atau jika masih ingin melanjutkan perjalanan untuk lebih dekat ke arah puncak kita bisa menginap di Warung Mbok Yem yang jaraknya 15 menit perjalanan dari Sendang drajat.
Banyak pilihan untuk menginap dan membuka tenda, selain menginap di Pos 5, Sendang Drajat atau Mbok Yem. itu tergantung dari kondisi di lapangan dan cuaca, apalagi kalo hari libur panjang dipastikan banyak pendaki yang menginap di warung, kita harus pintar - pintar atur strategi, lebih dekat ke puncak lebih bagus dikarenakan akan menghemat waktu dan tenaga untuk keesokan harinya.
Setalah melanjutkan perjalanan dari Sendang Drajat kita akan berjalan sekitar 15 menit menuju Warung Legendaris Mbok Yem warung tertinggi di pulau jawa, disini pemberhentian terakhir untuk menuju Puncak jika membawa barang banyak kita bisa menaruh atau mentipkan barang - barang bawaan di warung ini, Mbok Yem nya baik ko. Dari warung Mbok Yem kita dilanjutkan perjalanan menuju puncak, dan langsung menanjak perjalanan nya, sekitar 30 menit waktu yang ditempuh. lalu setelah itu Taraaaaa........., harga yang didapat sebanding dengan usaha yang ditempuh dalam perjalanan. Pemandangan dari atas sini sangat bagus dan indah pokoknya terbayar semua capek dan pegel nya tapi kalo lagi kabut sihh percuma yah yang ada cuma putih semua hahahaha,,,,
Untuk menuju Hargo Dalem sangat deket ko dari warung Mbok Yem sekitar 100 meter dari warung, jadi kita bisa kesana setelah dari puncak.
Warung Mbok Yem
Puncak Gunung Lawu (Hargo Dumilah)
Melipir kekiri dari Puncak Hargo Dumilah
Berikut cerita pendakian dari berangkat sampai terakhir bisa dilihat di bawah video ini:
Mie instan merupakan menu yang sering menjadi pilihan ketika melakukan pendakian di gunung. Alasannya karena mie instan mudah disajikan dan tidak membutuhkan banyak ruang ketika disimpan dalam keril. Seperti yang telah kita ketahui bahwa mie instan tidak baik untuk kesehatan, apalagi untuk bekal pendakian. Mie instan hanya memberikan sedikit energy. Sedangkan zat kimia yang terkandung didalamnya dapat menurunkan metabolisme tubuh kita. Jangan sampai nyerah di tengah jalan sebelum bisa sampai puncak!
1. Nasi
Kandungan karbohidrat dan kalori yang terdapat pada nasi merupakan sumber energi utama untuk menjaga stamina tubuh. Nggak heran banyak pendaki yang lebih memilih memasak nasi daripada mie instant. Tapi nggak perlu juga sampai harus bawa sekarung beras. Bawalah beras secukupnya dan disesuaikan dengan kebutuhan kita. Mau berapa kali masak dan berapa jumlah anggota.
Memasak nasi itu hal yang gampang-gampang susah. Perbandingan antara beras dan air harus pas. Salah perhitungan, nasi bisa menjadi bubur. Kalau sudah jadi bubur tinggal nambahin suwir ayam, kuah kari, dan kerupuk. Jadi bubur ayam deh. Ide bagus tuh jualan bubur ayam digunung.
OK, back to topic!
Perbandingan memasak nasi yang baik adalah 2:1 (2 gelas air aqua kecil dan 1 gelas beras aqua kecil). Membutuhkan waktu 7 – 12 menit untuk memasaknya.
2. Sayur Sup
Sayur sup merupakan menu makanan paling simpel no.2 setelah mie instan. Kandungan vitamin dalam sayurannya sangat baik bagi tubuh. Bahannya pun mudah didapatkan dimana-mana. Kita hanya perlu menyiapkan beberapa sayuran dan bumbu masak. Kupas dan potong-potong sayuran sesuka hati, masukkan kedalam panci yang berisi air mendidih, dan tambahkan bumbunya. Lebih nikmat dimakan bareng si tempe goreng anget.
3. Tumis Brokoli
Kandungan omega 3 didalam brokoli sangat baik untuk meningkatkan kecerdasan kita lho. Kalau nggak suka dengan sayuran ijo kribo yang satu ini, bisa kok diganti dengan sayuran yang lain. Misalnya, kangkung, pakcoi, wortel, kembang kol, pokoknya sayuran apa aja yang bisa ditumis. Asal jangan mantan yang dijadikan tumisan. Ups, mantan kan bukan sejenis sayur mayur. Tapi sejenis kenangan yang harus dilupakan.
Masak tumis brokoli itu sangat mudah. Siapkan wajan dengan sedikit minyak. Tumis bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai sampai wanginya menyebar ditenda sebelah, lalu memasukkan brokoli atau sayuran yang lainnya. Lebih mantap lagi kalau ditambahkan bakso. Supaya enak, masukkan garam dan merica secukupnya.
4. Steak!
Anak kos yang baca menu ini jangan bingung dulu. Gimana bisa makan steak di gunung, wong setiap hari makannya mie instan? Justru itu, bolehlah sekali-kali makan steak. Karena makan steak di warung sudah mainstream, coba deh makan steak digunung.
Caranya gampang, beli steak di warung terdekat. Jangan lupa, steaknya dibungkus menggunakan aluminium foil. Setelah sampai di gunung, tinggal dihangatkan. Karena bisa cepat basi, menu yang ini hanya cocok dimasak di hari pertama pendakian.
5. Nasi Goreng
Nasi adalah sumber karbohidrat yang baik bagi tubuh kita. Biasakan untuk makan nasi ketika mendaki, agar tidak mudah lelah dan lapar lagi. Banyak variasi menu dari nasi, salah satunya adalah nasi goreng. Bahan yang dibutuhkan nggak ribet, hanya nasi, bumbu nasi goreng, sosis ataupun telur. Nasi bisa dimasak dahulu digunung atau beli nasi putih sebelum mendaki. Belilah nasi secukupnya jangan beserta magicom-nya.
6. Sandwich
Roti menjadi pilihan bekal yang tidak pernah dilewatkan oleh para pendaki. Selain praktis, roti lebih memberikan banyak energy, karbohidrat, kalsium, protein, fosfor dan zat besi dibandingkan nasi putih. Bosan dengan roti yang begitu-begitu saja? Coba bikin sandwich! Kita cuma butuh 2 lembar roti tawar, keju, mayonnaise, saus. Tambahkan telor dadar sebagai sumber protein.
7. Ayam Goreng
Menu yang ini memang sedikit ribet dibandingkan yang lain. Tapi bukan berarti kita tidak bisa memasaknya di gunung kan? Caranya, siapkan ayam yang sudah diungkep dan dibumbui. Goreng setengah matang. Lalu bungkus menggunakan aluminium foil atau plastik dan masukkan kedalam box makanan. Ketika sudah sampai di gunung, tinggal di goreng. Jangan lupa membawa sambal kemasan sebagai teman makan.
kesalahan Sepele yang Sering Dilakukan Pendaki Pemula
Minimnya pengetahuan tentang pendakian kerap menimbulkan salah kaprah. Sadar atau tidak, mungkin Anda juga sudah pernah mengalami hal ini:
1. Teknik Packing yang Salah
Pendaki pemula biasanya salah memahami teknik packing yang benar. Umumnya, mereka meletakkan barang terberat di ransel paling bawah. Lalu diikuti benda-benda yang lebih ringan lain. Kesalahan inilah yang kerap membuat pendaki pemula mudah lelah. Prinsip dasar pengemasan ransel yang benar adalah letakkan barang-barang yang ringan di dasar ransel. Seperti sleeping bag, sendal dan pakaian sebaiknya disusun di bagian bawah. Logistik bahan makanan disusun setelahnya. Perlengkapan penting dan barang-barang berat seperti tenda, jas hujan, kotak p3k, alat masak diletakan bagian kepala ransel.
2. Memilih Mie Instan Sebagai Makanan Utama Saat Pendakian Karena Praktis
Mie instan memang makanan yang sangat praktis dan selalu menjadi idola pendaki saat lapar. Tidak membutuhkan waktu lama, mie instan bisa memenuhi kebutuhan perut yang lapar. Namun, kandungan bahan pengawet dan bahan kimia dalam mie instan dapat menurunkan metabolisme tubuh. Padahal mendaki membutuhkan banyak energi. Gantilah mie instant dengan makanan lain, misalnya nasi atau roti.
Kesalahkaprahan juga seringkali terjadi saat menentukan posisi tenda. Pendaki pemula umumnya kurang memperhatikan letak tenda. Asal tanah lapang, bisa dijadikan tempat untuk mendirikan tenda. Padahal untuk menentukan posisi tenda yang baik, Anda juga harus memperhatikan arah mata angin. Amati kemana arah angin berhembus. Jika sudah menemukannya, tempatkan posisi pintu tenda membelakangi arah angin. Hal yang paling penting, jangan mendirikan tenda di jalur pendakian. Akan mengganggu kenyamanan pendaki lainnya.
4. Mendaki dalam Jumlah Banyak Lebih Aman
Kebanyakan orang berpikir, mendaki dalam jumlah banyak bisa mengurangi resiko kecelakaan selama di gunung. Dengan asumsi banyak orang yang siap membantu, mereka merasa lebih tenang dan aman saat mendaki.
Rombongan besar justru akan merepotkan. Makin sulit membagi logistik dan mengatur manajemen perjalanan. Masalah yang sering muncul adalah banyaknya konflik. Keinginan anggota yang beraneka ragam dan sikap intoleransi.
Idealnya, dalam satu rombongan pendakian, beranggotakan 4 sampai 6 orang pendaki saja. Pilih satu orang untuk memimpin pendakian yang paling bisa diandalkan dan memiliki jiwa leadership tinggi.
5. Kesalahan paling fatal ketika Hipotermia dianggap kesurupan
Kesalahpahamanan yang sering dialami pendaki pemula adalah ketika penderita hipotermia dianggap sedang kesurupan. Perbedaan gejala antara hipotermia dan kesurupan memang terlihat samar. Berbicara melantur, menggigil hebat, kulit terlihat keabu-abuan, detak jantung melemah, tekanan darah menurun, dan terjadi kontraksi otot untuk sebagai usaha untuk bernapas.
Kemunculan gejala-gejala hipotermia tersebut kerap dianggap kesurupan. Penderita hipotermia akan meninggal jika tidak segera memperoleh penanganan yang benar. Pembekalan diri dengan pengetahuan tentang gejala dan penanganan penyakit di gunung sebaiknya menjadi perhatian yang serius.
Memberikan minuman hangat seperti teh, atau coklat bisa membantu menghangatkan tubuh penderita. Tapi, jangan memberikan kopi kepada penderita hipotermia. Sifat diuretik pada kopi, memungkinkan ginjal untuk mengeksresikan urin lebih banyak dan menghilangkan cairan pada tubuh sehingga korban justru berpotensi dehidrasi.
6. Minum air sebanyak-banyaknya
Berjalan kaki sambil menggendong ransel di punggung memang melelahkan. Apalagi jika cuaca pendakian panas menyengat. Keringat akan mengalir deras. Tenggorokan terasa kering mencekat. Minum air putih tentu sangat melegakan.
Namun, banyak pendaki yang salah kaprah saat minum air putih. Para pendaki menenggak air sebanyak-banyaknya untuk menggantikan energi yang hilang. Aturan yang benar, sebaiknya minum 2-3 teguk air.Ini berfungsi untuk membasahi tenggorokan yang kering dan mengusir dahaga. Selain itu, cara tersebut juga bisa membantu pendaki untuk mengelola persediaan air minum.
7. Memakai Jaket Saat Mendaki
Hal ini umum dilakukan pendaki. Apalagi jika mendaki saat malam hari. Udara dingin yang menusuk tidak bisa bersahabat dengan tubuh. Tak jarang banyak pendaki yang memilih menggunakan jaket saat mendaki.
Padahal, ketika Anda berjalan menggunakan jaket, suhu dalam tubuh akan semakin meningkat. Bukan lagi menghangatkan, anda akan kepanasan.
Tidak perlu memakai jaket, tapi cukup menggunakan kaos biasa. Tubuh akan otomatis mengeluarkan panas jika anda terus bergerak. Bergerak menggunakan jaket juga bisa menyebabkan anda susah bernapas. Jaket cukup digunakan saat berada dalam tenda saja.
Perlengkapan dan persiapan adalah pertanyaan yang sering muncul saat ingin mendaki gunung. Apalagi, semakin populernya, kegiatan mendaki gunung seakan bukan lagi aktivitas istimewa. Semua orang terdorong untuk merasakan naik gunung, tanpa memikirkan betapa sulit persiapannya agar dapat mendaki gunung dengan baik. Apa mau di kata, naik gunung sesungguhnya tak semudah naik gunung pada umumnya, yang telah banyak menipu anak muda labil yang ingin memenuhi foto selfie berlatar pemandangan.
usut punya usut kebanyakan sekarang mah hanya nekat yang ada membahayakan diri sendiri dan orang lain,
Mati digunung rasanya nggak bangga ya?? Traveller bkn, petualang bukan. Oleh karena itu, pengetahuan perlengkapan yang dibutuhkan untuk mendaki gunung pun banyak dicari. Pertanyaan ini wajar, bahkan tanpa adanya film film naik gunung dan acara apa lah pun sejak dahulu kala para pendaki gunung terutama pemula perlu tahu perlengkapan dan persiapan apa saja untuk mendaki gunung.
Nah, untuk mempermudah, berikut coba dijabarkan perlengkapan apa saja yang dibutuhkan saat mendaki gunung
Mendaki gunung itu setidaknya dilakukan secara berkelompok, minimal tiga orang. Oleh karena itu, perlengkapan naik gunung yang perlu disipakna juga dibagi dua, yaitu perlengkapan individu dan kelompok. Perlengkapan Individu ini, perlengkapan yang menjadi tanggung jawab setiap individu untuk membawa dan memiliki untuk perjalanan demi keselamatan dan kenyamanan perjalanan.
Perlengkapan individu ini ada yang sifatnya wajib demi keamanan dan berjalannya pendakian. Ada juga yang sifatnya pilihan karena ada atau tidaknya sifatnya kenyamanan dan bergantung pada medan serta tujuan.
Lalu perlengkapan kelompok. Perlengkapan yang memiliki wajib minimal tertentu harus ada dalam setiap kelompok pendakian. Ini menjadi tanggung jawab ketua kelompok pendakian untuk memastikan ketersediaan perlengkapan. Perlengkapan kelompok ini sifatnya wajib ada.
Lalu apa saya perlengkapan itu?
Persiapan pribadi berupa perlengkapan apa saja yang harus dibawa ini sangatlah penting agar tetap aman saat anda baru pertama kali mendaki gunung. Ini dia peralatan perlengkapan pribadi yang harus anda bawa untuk mendaki gunung:
Tas DayPack / Carrier (minamal 40 liter) : Untuk membungkus semua perlengkapan anda.
Jaket Tebal (Jaket Gunung) : mengingat dinginnya suhu di gunung, Jaket adalah salah satu perlengkapan penting yang harus anda bawa.
Celana Training dan atau Celana Kargo
Sepatu Gunung / Sandal Gunung : Jangan asal sepatu, anda harus memakai sepatu atau sandal yang sekiranya bisa digunakan untuk trek berat.
Obat-obatan pribadi : jika anda mempunyai penyakit khusus yang sekiranya tim anda tidak menyiapkan obat tersebut.
Jas Hujan : Untuk antisipasi jika terjadi hujan saat mendaki. Sangat penting untuk dibawa!
Kaus Kaki Tebal dan Sarung Tangan
Pakaian ganti : untuk mengganti pakaian anda yang basah karena hujan ataupun keringat.
Lampu Senter / Head lamp : Untuk peralatan khusus anda saat mendaki di malam hari. Tetap ingat, di gunung tidak ada listrik!
Masker : Jika trek berdebu, anda dianjurkan membawa masker ini.
Gaiter: Jika gunung tuuan Anda memiliki medan berpasir, alat ini perlu dimiliki. Gaiter dipasang di bagian atas sepatu sebagai penutup sampai sebatas lutut. Biasanya terbuat dari kain atau polyester. Titik untuk melindungi bagian bawah kaki, dan juga untukmenghindari masuknya pasir dan batu ke dalam sepatu saat melewati trek berpasir dan berbatu di pegunungan.
Trekking pole atau Tongkat daki: Tongkat ini berfungsi untuk membantu waktu istirahat panjat terutama ketikamelewati lereng cukup miring. Istilah ini hanya tongkat. Trekking tiang ini mampumenyesuaikan panjang pendek tersebut sesuai dengan kebutuhan Anda. Anda tidak perlu memaksakan diri untuk memiliki alat ini.
Matras dan Sleeping Bag. Untuk peralatan pribadi anda saat tidur di tenda. Sleeping bag diperlukan agar badan anda tetap hangat dan tidak kedinginan saat tidur.
Air dan Makanan (Opsi; Biasanya disediakan bersama oleh tim)
KTP : biasanya untuk keperluan simaksi
Peralatan dan perlengkapan kelompok di sediakan oleh kelompok untuk keperluan tim nanti saat naik gunung. Berikut peralatan dan perlengkapan yang sangat wajib dibawa untuk keperluan tim. Jika anda mendaki bersama dengan 5 orang lebih, disarankan membawa tas gunung (Carrier) minimal 2 dengan kapasitas minimal 75 liter.
Tenda Camping : dengan kapasitas tenda tergantung dari berapa banyak jumlah orang dalam tim anda.
Peralatan Memasak dan Logistik : Nesting, Kompor Gunung, gas dan lainnya
Pisau
Obat - Obatan seperti Oksigen, Obat untuk luka, obat nyeri sendi, suplemen.
Peralatan Navigasi seperti kompas
Trash Bag untuk kantung sampah. Ingat jangan buang sampah apapun di gunung!
Untuk konsumsi atau logistik, disarankan harus dipersiapkan sedetail mungkin agar tidak terjadi hal yang di inginkan. Bawalah air secukupnya, karena tidak semua trek di gunung menemui sumber air.
Nah, jadi itulah perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan pendakian dengan aman dan nyaman. Jadi, kalau mau naik gunung itu harus disiapkan dengan baik! Sekian artikel mengenai peralatan dan perlengkapan pribadiuntuk anda yang ingin mendaki gunung. Semoga bermanfaat :)
Ketemu lagi sama saya, kali ini kita akan membahas mengenai salah satu reptil yang mungkin beberapa dari kita sudah tidak asing lagi. hewan ini selalu membawa rumahnya yang berat sehingga mereka berjalan sangat lambat sekali. beberapa dari mereka hidup di air dan sebagian lagi hidup didarat dengan cakar-cakarnya yang kuat.
Ya, hari ini kita bukan membahas mengenai kehidupan hewan satu ini, atau tata cara memeliharanya. kita akan membahasnya dari sisi filosofi.
si lamban yang berumur panjang ini memberikan kepada kita banyak pelajaran hidup. ditengah-tengah sibuknya dunia, amarah yang menggebu-gebu serta menipisnya kesabaran dalam hidup. hewan ini memberikan gambaran tentang arti hidup yang telah mereka praktikkan dalam seumur hidup mereka dan membaginya kepada kita semua.
apa saja filosofi dari kehidupan kura-kura yang dapat kita ambil?
Yang pertama, kura-kura dalam hidupnya selalu membawa cangkang "Rumah" yang sangat berat melihat ukuran tubuhnya. mungkin jika rumah ini dilepas, yang akan terlihat adalah otot-otot dari kura ini yang sangat besar dan kuat bak atlet binaraga, hhe. dari hidup kura-kura ini kita dapat belajar mengenai bagaimana cara menghadapi masalah, sebesar apapun masalah yang menimpa hidup kita, mungkin yang hidupnya banyak hutang, atau selalu merasa kekurangan dll, kita seharusnya tidak lari dari masalah tersebut, hendaknya kita menghadapinya dengan sabar laksana kura-kura yang mengangkat rumahnya.
Yang ke-dua, adakah dari kalian yang pernah melihat kura-kura berjalan mundur?, yups, kura-kura selalu berjalan maju, apa maknanya dalam hidup kita?, dalam menjalani hidup yang serba keras ini, hendaknya kita tetap mengambil jalan yang lurus, maksudnya kita selalu maju dan pantang menyerah dalam menghadapi masalah seberat apapun serta tidak lari dari tanggung jawab dan kewajiban kita.
Yang ke-tiga, berapa umur rata-rata manusia? 40, 50, 60 atau 70. beberapa kura-kura yang pernah tercatat berumur panjang yaitu kura-kura Aldabra yang mati pada usia 250 tahun. WOW.
lalu apa filosofi dari panjangnya umur kura-kura ini? dalam menjalin kerja sama, persahabatan atau kekeluargaan hendaknya harus berumur panjang dengan cara selalu menjalin silaturrahmi.
Yang ke-empat, kura-kura merupakan hewan yang dikenal lambat. sebagaimana hidup yang serba cepat ini, hendaknya kita dapat belajar dari kura-kura mengenai arti dari pepatah jawa "alon-alon asal kelakon". maksudnya dalam menjalani hidup ini, hendaknya kita mengedepankan asas pelan-pelan asal selamat ini dalam kehidupan kita, seperti ketika mengendarai kendaraan bermotor, dalam bekerja pun demikian, adakalanya kita mengerem sejenak untuk melihat kebelakang pekerjaan kita, apakah sudah dilakukan dengan baik atau hanya sekedar asal-asalan. dengan kelambatan kura-kura ini kita dapat lebih menghargai waktu dengan baik dan menggunakanya dengan bijak.
Yang ke-lima, kura-kura dapat hidup didua alam, yaitu air dan darat. sebagaimana manusia yang hendaknya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, menyesuaikan diri dalam hal bergaul sehingga kita dapat menjadi pribadi yang menyenangkan.
Yang ke-enam, cobalah anda keluar sejenak dari kesibukan anda, hiruplah dunia yang penuh sesak ini. lihat, dengar dan rasakan prosesnya. Dengan gerakannya yang lambat, kura-kura melihat banyak hal dalam perjalanan mencapai tujuannya. Dia melihat bagaimana petugas parkir menyeka wajahnya yang kepanasan, pedagang asongan berlari meloncat ke arah bus untuk menawarkan dagangannya, dan berbagai aspek kehidupan lain yang mungkin tidak kita sadari karena kita hanya fokus pada tujuan yang telah kita tetapkan sebelumnya.
demikianlah pelajaran hidup yang dapat kita ambil dari seekor kura-kura yang semoga dapat memberikan banyak dampak dan merubah alur hidup kita untuk menjadi lebih baik. Aaamiin.
GANTOLE Wonogiri Beserta Waduk Gajah Mungkur + rumah piring
libur lebaran tlah tiba….
Asik guys, ketemu sodara ketemu mbah ketemu
sepupu ketemu pakde bude bulik ketemu cicit, mantan ada nggak yahh wkwkk….
(Lanjut ajalah)
Hai, guys. Udah dateng nih lebaran dan mumpung
di Wonogiri sempetin main main ahh kali aja ada yang bening bening *cobaaa
ituuu…
Pagi itu sebenarnya aku sudah diniatin sih dari
malam harinya, bangun pagi pagi tanpa mandi dan gosok gigi hahaha *jorok dikit
kaga papa lah
Bingung karena suntuk nggak ngapa ngapain. Tak
ajak aja sodara sepupu laki laki sebut aja namanya “Herma” dia jomblo anak UIN
Jogja. Calling dan liat teman-teman uda pada asik dengan tripnya masing-masing.
Statusnya pada “otewe” cuy. Lihat aja, depe bebe-em-nya aja pada di pantai ama
gunung, beberapa asik dengan air terjun. Sementara diriku??? Aiiiiih, melongo
di rumah. Haha.
Okelah, aku juga punya cara sendiri dalam
menikmati weekend ini kok. Oia, catat ya guys, sesekali kalian harus menikmati
salah satu fase indah dalam hidup ini (baca= jomblo), dengan jalan-jalan.
Siaaap? Ayok mulai perjalanannya guyz mumpung
di Wonogiri.
Dalam pikiran saat itu, ada satu tempat yang
akhir-akhir itu mengganggu pikiranku. Iya, aku pengeeeen pake banget kesana. Yaaa…, dari pada keinginan itu tumbuh menjadi
jerawat liar di wajahku, okelah, harus dituruti. Ambil kunci motor, pake
helm lanjut gaaaas dan bawa kamera kesayangan….
Tanpa membawa tas dan cuma membawa diri dan
kamera ditambah hape sudah cukup karna deket sih dari rumah sie mbah, kurang
lebih dua puluh menitanlah
Salah satu tempat yang menggodaku sejak lama
adalah Gantole Wonogiri. Gantole itu semacam bukit gitu, yang digunakan untuk
start lepas landas para penyuka paralayang. Tapi eh tapiii, di gantole tersebut
sekarang sudah jarang digunakan lagi. Entah karena apa. Yang pasti, sekarang
gantole tersebut dijadikan sebagai tempat wisata yang dikelola oleh warga
sekitar. (Pemikiran yang Bagus warga)
Siap gas. Yuhuuuuu
ketika masuk kota wonogiri, apalagi saat
sebelum memasuki kecamatan Wuryantoro, terlihat waduk gajah mungkur,
Tanya jalan ama orang yang di pinggir jalan dan
tukang parkir, akhirnya sampai juga di jalur ke arah waduk gajah mungkur.
Kenapa? Karena gantole ini terletak 2 km sebelum waduk gajah mungkur. Acuannya
adalah gapura ini nih… *lihat foto dibawah. Berada di kanan jalan yak. kanan
jalan 2 km sebelum waduk gajah mungkur
Masuk di gapura tersebut, langsung disambut
dengan jalan menanjak. Wuus…. tapi, jangan khawatir, aku yakin motor kalian
mampu kok. Aku aja pakai motor matic fine aja. Hehe.
Awalnya sih, jalannya halus untuk kelas jalan
pedesaan, tapi, ketika hampir sampai gantolenya, jalan makin menanjak dengan
kemiringan bisa sampai yaaa… sekitar 70 derajat plus bonus jalan aspal rusak.
Hehe. Jadi, pintar-pintar milih jalan yang halus aja. Tapi tenang jalanannya
halus mulus koq *tetep kalem dan safety guys
Yuhuuu, sampe juga di tempat parkir gantole
wonogiri.
Tapiiii…, kok… kok… kok…. *clingukan. Kok beda
ama yang ada di foto instagram? Padahal spot foto di atas batu itu yang aku
inginkan.
Daripada bingung, mending nanya aja ama tukang
parkir. Setelah aku lihatin fotonya, tukang parkir itu bilang, kalau tempat
yang aku maksud berada di gantole pertama, sementara yang disini adalah gantole
kedua. *wadduuu…. ^_^>. Tapi tak apalah.
Sayanglah udah ampe disini jika langsung putar
balik ke gantole pertama. Jadi, gantole kedua ini letaknya lebih tinggi
daripada gantole pertama. Setelah menaiki tangga, kamu akan bisa melihat
luaaaasnyah waduk gajah mungkur. Wuuuw, keren abis. Dulu saat ke waduk gajah
mungkur, malah terlihat biasa aja tempate. Tapiiii, kalau dilihat dari sini,
emejiiiiing guys. Di atas situ ada lapangan luas, ada tempat duduk, lalu
ada semacam spot lintasan lepas landas paralayang. Naaah, disitulah biasane
banyak orang berjejeran. Entah yang jomblo duduk sendirian, ato rame-rame ama
temene, atau berduaan mesra dengan pacarnya. Aseeeek. Haha
Karena aku sampe sana masih pagi banget, jadi
masih rada sepi, hanya ada beberapa orang, ada 1…2…3 *oiy mana pada kemana
coba.
gitu mungkin pasangan muda-mudi pacaran. Lalu
ada 2 cewek yang asik foto-foto. Naaah…. ehem…. uhuuuk….. *mendadak batuk.
Haha.
Datang sendirian nih, bingung kan mau foto
gimana. Hanya bisa duduk, lalu motoin sepatuku dengan background waduk gajah
mungkur, atau kalau nggak selfie yang hanya terlihat kepalaku masih dengan
background waduk gajah mungkur.
Kan pengen yak, bisa foto seluruh badan gitu,
akhirnya iseng aja deketin 2 cewek tadi.
“Mbak… mbak… minta tolong fotoin donk,” pintaku
pada mereka.
Ehem… ini bukan modus loh… haha.
Klik….klik…. jepreeet… *aseeek dapat foto full
body..
Abis itu, ngobrol-ngobrol bentar dengan 2 cewek
tadi, yang ternyata berasal dari wonogiri dan sukoharjo.(mayan lah dari rumah
mbah heheee)
ini foto full body dari gantole kedua. hasile
jepretan cewek cantik nih..
Puas di gantole kedua, namanya “Puncak Joglo”
dan ini baru dipasang, tahun kemarin 2015 belun ada masih kosong selesai
berfoto ria di gantole kedua yuk cuss saatnya turun ke gantole pertama. Yuuuk….
Turuuun aja terus, perhatikan kanan jalan, jika
uda ngelewatin SD, lalu ada belokanan ke kanan, dan ada portalnya, berarti anda
sudah sampai. Tinggal belok aja kesitu.
Aaaah…. akhirnya sampai juga.
Yaaah, bingung lagi. Lah, mana batu besarnya?
Kok setelah menaiki tangga, Cuma ada lintasan lepas landas paralayang, lalu ada
sebuah tempat kayak makam gitu. Hmmmm.. *mikir keras.
Asal jalan aja terus sampai pojokan, eh,
ternyata ada jalan kecil menurun menuju sebuah batu besar. Yap, sesuai dengan
apa yang aku inginkan. Hehe.
Sepiiii banget saat itu, padahal hari minggu.
Hanya saja, emang sih saat itu cuaca rada panas cerah gitu, jadi wajar aja
kalau saat itu sepi orang. Hanya ada beberapa orang pacaran, tapi hanya berada di
atas, nggak turun ke batu itu.
Turun pelan-pelan, jalanan tanah, aku langsung
naik di atas batu besar itu.
Subhanalaaaah…… waduk gajah mungkur terasa
begitu dekat, luasnya seperti dapat ku peluk. Jika kau di waduk gajah mungkur
airnya terlihat coklat, tapi kalau dari gantole situ, airnya terlihat berwarna
biru. Kereeen en emeejiiiiing guys. Sumpah!! Nggak rugi jauh-jauh ampe
sini.
*Foto lintasan lepas landas paralayang*
*Foto tahun 2015 pas belum ada papan nama*
*Foto 2016 saat sudah dipasang tulisan “Watu Cenik” *
ini beberapa foto yang diambil dari gantole
pertama
di atas batu itulah yang menjadi daya
tarik untuk menjadi spot hunting foto di gantole wonogiri
Okelaaaah…. puas nggak puas. Tapi, suatu saat
aku akan kembali kesini lagi. *kan belum keturutan pose foto yang diinginkan.
Hehe.
gimana? ajiiiib kan? gantole + waduk gajah
mungkur = jodoh.(nggak taulah kemana dia) mantan (masa lalu jangan dikenang)
heheee
iya!!! jodoh yang memperkaya keindahan alam
indonesia.
Sudah ya sudaaah, pukul 08.30 aku balik ke
parkiran. Cuus pulang lanjut kondangan.
Baliknya sih pelan-pelan sambil menikmati
pemandangan sepanjang perjalanan. … Jangan lupa mampir juga ke objek wisata
Gajah Mungkur dan rumah piring jaraknya dekat dari tempat gantole..
Berikut biaya yang aku habiskan borii
backpacking ini.
Tiket parkir 2 gantole
: 4.000
Tuuuuh kan, Cuma dengan Rp 4.000 braaaay, murah
abis. Sebanding dengan apa yang bakal kau peroleh. Lebih malah. Serius.
Jadiiiii…. kapan kalian Gantole Wonogiri? Ah,
andai yang aku lihat juga kalian lihat. Kalian bakal langsung gaaaas ke tempat
ini. hehe.
Udahan yaa….
Sampai jumpa dengan destinasi menarik
perjalananku selanjutnya.
Bang Borii akan kemana lagi? Tunggu trip
selanjutnya.